PAMALI

PAMALI
SAKIT


__ADS_3

PAMALI>>>SAKIT


Berkali kali Ustadz Ghifari menatap belakang saat diperjalanan menuju sekolah ia merasa heran mengapa Eva tak kunjung terlihat padahal hari sudah mulai siang bahkan hingga tiba dirinya disekolah dasar satu satunya dikampung itu tetap saja Eva tidak terlihat keberadaanya.


'assalamualaikum 'ucap ustadz Ghifari saat memasuki ruang guru sekaligus kantor kepala sekolah itu.


'waalaikumsallam 'sahut semua yang ada didalam ruangan terkecuali Eva yang tidak ada disana


"kemana Eva"batin ustadz Ghifari namun ia segan untuk bertanya kepada yang lain tentang keberadaan Eva


"Ustadz,, "panggil Mia


'iya'jawab ustadz Ghifari


'Eva hari ini tidak masuk mengajar dulu, kata Nini siti Eva sakit 'jelas Mia pada ustadz Ghifari yang terlihat celingukan mencari keberadaan Eva


Tidak ada jawaban dari ustadz Ghifari lelaki itu hanya mangguk mangguk tanda jika ia mengerti dengan kata kata Mia.


Semua memulai rutinitas seperti biasa mengajar anak anak yang datang kesekolah,Hanif ditunjuk untuk menggantikan Eva sementara ia tidak masuk mengajar karena sakit.


Dengan mengucap salam saat akan memulai kelas Hanif dibuat geram dengan sosok anak kecil yang tersenyum manis sedari tadi padanya,tidak ada namanya diabsen kelas gadis kecil yang terabaikan itu seakan sengaja mengganggu Hanif dengan terus menggodanya mengendalikan berbagai barang yang ada disekitar Hanif seperti menggeser pas bunga, menjatuhkan penghapus dan buku yang Hanif pegang.


Meski tidak ada anak anak yang memperhatikan namun Hanif geram dibuatnya, saat Hanif duduk menatap tajam pada gadis kecil yang duduk terasing dikursi paling belakang tiba tiba tubuh kecil itu melayang dengan cepat penampilan polos dan imutnya berubah menjadi sosok yang menyeramkan bola mata hitam pekat tubuh pucat dan basah kuyup 'AKU AKAN MEMBANTUMU' pekiknya didepan wajah Hanif dan segera sosok itu menghilang.


Hanif terlihat mematung sejenak difikirannya bertanya tanya mengapa anak itu mengatakan akan membantunya,apa yang bisa dibantu oleh makhluk tak kasat mata itu untuk kehidupannya yang nyata ini.


"Pak guru"panggil seorang anak membuyarkan lamunan Hanif


"iya, ada apa ?'jawab Hanif segera


>>>>


Nini siti duduk menemani Eva yang masih rapat menutup matanya sesekali mulut nya mengucapkan kata tidak berulang ulang dan tubuhnya yang dingin masih mengeluarkan keringat

__ADS_1


'Va, 'lirih nini siti berharap Eva mau membuka matanya


'bagaimana Eva Ni? 'tanya kai Burhan yang baru saja masuk kekamar Eva


'begini begini saja kai'jawab Nini siti pada suaminya


...****************...


Mia, Nisa, sari dan Hanif berkunjung kerumah Nini siti untuk menjenguk Eva sepulang dari mengajar, ustadz Ghifari tidak bisa ikut kerumah Nini siti karena ada urusan diluar kampung.


'assalamualaikum 'ucap keempatnya berbarengan saat diambang pintu rumah kai Burhan


'waalaikumsallam 'jawab kai yang kebetulan duduk diruang tamu


Hanif masuk dan mencium tangan kai Burhan lalu semuanya dipersilahkan masuk untuk menemui Eva,


'Bagaimana Ni?,kenapa ka Eva bisa sakit'tanya sari pada Nini siti


'Nini juga tidak tau, tadi pagi saat Nini mau sholat subuh Eva berteriak seperti mengusir sesuatu tapi saat Nini masuk kekamarnya Eva masih terbaring seperti ini dengan mata terpejam,seperti orang mengigau'jelas Nini siti


'Mau kubantu sar'ucap Eva pada sari yang membuat mata sari membulat sempurna tangannya tiba tiba bergetar hebat saat merasakan genggaman tangan Eva yang dingin


senyum manis Eva ditunjukkan pada sari namun itu membuat sari bergidik ngeri 'ka Eva lepas,, lepaskan'ucap sari dengan sekuat tenaga mencoba melepaskan genggaman tangan Eva 'Dingin sar, disini dingin'ucap Eva lagi membuat sari menangis histeris


Hanif yang mendengar suara tangisan Sari bergegas kembali kekamar Eva dan mendapati sari yang duduk meringkuk dipojok kamar sambil menutup kedua telingannya 'sar, sari ada apa? 'tanya Hanif namun sari tidak menjawab hanya suara tangisnya yang terdengar


'kenapa Nif? 'tanya Kai Burhan melihat sari yang ketakutan


'tidak tau kai'jawab Hanif yang juga kebingungan dengan sikap Sari


Nini siti mencoba bertanya pada sari apa yang terjadi dan berusaha membuat sari tenang dan membujuknya untuk mau dibawa keluar dari kamar Eva, dengan tubuh yang gemetar Sari bisa dibawa keluar dari kamar Eva.


...----------------...

__ADS_1


Sari dibawa kekamar kai dan Nini untuk ditenangakan segelas air putih yang disodorkan Nini siti ia tenggak habis namun tubuhnya masih bergetas hebat, sungguh membuat bingung semua orang yang melihatnya dan bertanya tanya apa gerangan yang membuat sari sampai gemetar ketakutan seperti itu,


'kamu kenapa sar? 'tanya Hanif pelan


Sari belum bisa berkata kata hanya air mata yang terus mengalir dipipi.


...****************...


sementara itu Mia dan Nisa yang sudah pulang sedang asik mengobrol dikamar Mia tiba tiba keduanya membahas apa yang menimpa Eva saat ini 'Nis,,ka Eva kenapa ya? 'ucap Mia memulai pembicaraan


'kenapa apanya? 'Nisa balik bertanya


'itu, ka Eva sakit apa ya padahalkan kemarem baik baik aja'jawab Mia


'iya ya,, apa jangan jangan ka Eva sudah melihat penunggu sekolah itu ya'Nisa menebak nebak


'iiih masa sih,, 'mia bergidik ngeri jadinya


'atau jangan jangan dia mau minta tolong ka Eva untuk menemukan jasadnya'tambah Nisa lagi


'Nis jangan bicara sembarangan kamu bukannya sudah dicari sama orang sekampung dan gak ketemukan, mana bisa ka Eva yang orang asing bisa mencari dimana jasadnya dikuburkan'


'Bisa ada Mi,, kamu ada dengar dulu waktu ka Eva pertama kali kekampung ini anak amang Junaikan hilang disembunyi hantu ka Eva yang menemukan dan menunjukkan tempatnya didekat pagar kantor desa,nah bisa aja kan ka Eva sudah ketemu dengan arwah nya dan meminta ditunjukkan dimana dia dikubur'jelas Nisa panjang lebar


'iih udah ah jangan bahas bahas itu lagi nanti dia kesini lagi,kan ngeri jadinya'


'gak mungkin lah masa hantu keluyuran siang siang'jawab Nisa enteng


Brruuaaakk


suara sesuatu benda jatuh didapur membuat dua sahabat itu reflek perpelukan erat 'Ampun ampun ampun'ucap keduanya bersamaan


didapur seekor kucing berlari sambil membawa sepotong ikan goreng yang dicuri dari atas meja makan yang tudung sajinya sudah terjatuh.

__ADS_1


...****************...


Sari belum mau berbicara namun saat kai dan Nini keluar dari kamar ia perlahan mau membuka mulutnya,'Bang Hanif'ucap Sari kedua tangannya meraih tangan kanan Hanif dan menggengamnya Erat 'Abang ingat tentang Narti? 'tanya Sari membuat Hanif menatapnya bingung.


__ADS_2