
Hanif pov
"Assalamualaikum " ucapku didepan rumah kai burhan ditemani Iksan disampingku
Kulihat ia sangat semangat semenjak dijalan tadi,apa sebenarnya yang terjadi?.
" waalaikumsallam " ucap Eva yang membuka kan pintu.
Kulepaskan senyum pada wanita cantik itu yang juga tersenyum ramah padaku, eh bukan pada kami maksudku.
"Ada apa Hanif sama Iksan kesini? " tanya Eva pada kami
"mau jenguk kai Burhan" ucap ku
"saya mau ngantar obat, tadi lupa dikasih " timpal Iksan yang sejak tadi menatap Eva
"oh, silahkan masuk,kai ada dikamarnya " ucap Eva "silahkan duduk " timpalnya saat kami masuk kerumah
Aku dan Iksan pun duduk dikursi diruang tamu,sementara Eva masuk menuju kamar kai Burhan dan Nini siti.
Tak berapa lama kai Burhan keluar memakai baju koko tersenyum pada kami berdua.
"Assalamualaikum kai " ucap ku sambil meraih punggung tangannya
Begitupun dengan Iksan yang juga ikut mencium punggung tangan kai Burhan.
__ADS_1
"Ada apa kesini ? apa mau melamar cucu kai ?" tanya kai Burhan bercanda
"Tidak,, Hanif cuma mau jenguk kai " ucap ku
"Boleh kai, yang mana,yang sudah siap dilamar? " ucap Iksan sambil terkekeh
"yang besar aja, yang kecil masih sekolah " ucap kai yang ikut terkekeh
"wah kebetulan kai justru yang besar itu, yang saya incar" ucap Iksan sambil melirik ku
Keduanya tertawa dengan lelucon mereka, hanya aku yang diam tak merasa lucu pembicaraan kai dan Iksan.
Entah aku yang terlalu serius atau keduanya yang menganggap itu lelucon.
Eva datang dari belakang membawa tiga cangkir teh dan sari mengiringi Eva dibelakang membawa kue.
"Silahkan" ucap Eva
"Silahkan bang hanif, bang Iksan" ucap Sari
Keduanya pun berlalu meninggalkan tiga pria ganteng berbeda generasi itu.
ketiganya menyeruput teh dan mencicipi kue Pais buatan Nini siti yang dibawa sari tadi.
"kue apa ini kai " tanya Iksan
__ADS_1
"ini namanya kue pais terbuat dari tepung pakai santan gula dan dicampur irisan pisang" jelas Kai Burhan
"oh, enak ya kai"
"iya lah, Nini siti itu bertangan dingin makan apapun yang dimasaknya pasti enak"ucap kai Burhan bangga andai ada nini siti diruang tamu ini mungkin ia akan tersenyum malu malu meong mendengar pujian kai Burhan.
Kami pun asik mengobrol ringan bertiga, aku tak jadi membahas tentang luka kai Burhan karena ada Iksan disini yang membuatku tak nyaman karena ini menyangkut Eva.
Namun kai Burhan merasa penasaran kenapa aku terlihat khawatir sejak tadi.
"Nif " panggil kai Burhan saat kami kehabisan topik
"inggih kai " jawab ku
"jujurlah dengan kai, ada apa ?" tanya kai serius
Aku menatap Iksan sebentar lalu kembali menatap kai Burhan, seperti nya Iksan paham maksud dari tatapanku ia terlihat beranjak hendak berpamitan namun dicekal oleh kai Burhan.
"Tidak usah kemana mana nak Iksan disini saja" ucap Kai Burhan pada Iksan
"Va, Eva " panggil kai Burhan
jantungku seakan mau loncat wajahku memanas tak terasa tanganku otomatis mengepal dalan hatiku bertanya tanya kenapa Eva dipanggil kesini untuk apa,andai aku bisa melarang Eva keluar akan kulakukan saat itu juga,tak rela rasanya melihat Iksan menatap lapar Eva matanya seakan mau loncat setiap ada Eva didepannya.
Terimakasih atas dukungannya para pembaca jangan lupa like,komen dan Voute nya agar selalu semangat berkarya. Terimakasih!!
__ADS_1