PAMALI

PAMALI
Masalalu


__ADS_3

Eva pov


Tin tin tin


Ayah menekan klakson mobil terlihat ayah seperti terburu buru bahkan tak sempat turun dari mobil.


"Ayo sayang cepat" teriak ayah


aku dan mama berlari kecil menuju mobil ayah


yang akan mengantar kami hingga bandara.


"sayang ayah gak bisa nganter kalian ya? "


"lalu kami gimana ?" tanya mama kebingungan


"bawa aja mobilnya, antarkan ayah kekantor aja,ayah juga ada keperluan keluar kota nanti ayah nyusul kekalimantan"


"ya sudah terserah ayah saja"


kami pun terpaksa harus mengantarkan ayah kembali kekantor dulu lalu kami berdua mama menuju bandara berdua.


perasaanku tak karuan apa yang membuatku merasa tak nyaman saat kami meninggalkan gedung perkantoran tempat ayah bekerja.


"kenapa ini " gumam ku yang kini sudah duduk disamping mama


Entah apa yang terjadi aku tak bisa mengingatnya, tak ada yang kurasakan hanya mendengar suara benturan keras pada mobil yang kami tumpangi setelah itu aku tak mengingat apa pun hingga aku terbangun dirumah sakit dengan tubuh bersih tanpa lecet satu goresan pun ditubuhku.


Flashback off

__ADS_1


Ketiga pria tampan berbeda generasi itu menatapku yang nampak tegar saat menceritakan masa kelam dalam hidupku itu dimana aku harus kehilangan mama untuk selamanya.


"Itulah kenapa aku yakin dia bukan kakek ku" ucap ku memcah keheningan saat aku selesai bercerita


"lalu siapa dia " tanya Hanif


"sepertinya dia salah satu jin pengikut kakek ku yang menyerupainya"


"apa tujuannya" kini Iksan yang buka suara


"untuk memecah belah" jawab kai Burhan "makhluk seperti itu banyak ilmunya bahkan dia tau apa isi hati kalian" timpal kai Burhan yang sambil menatap Iksan dan Hanif bergantian.


"maka dari itu jika dia datang lagi jangan hiraukan" peringatanku pada mereka berdua.


Akupun beranjak dari tempat dudukku meninggalkan ketiganya kembali kekamar.


>>>


kami saling bertatapan sepeninggalnya Eva, kai Burhan terlihat mengulas senyum pada kami berdua.


"jin itu tau juga lo siapa yang kalian incar" ucap kai hendak menyeruput tehnya


Aku menatap Iksan yang juga dibalas tatapan olehnya.


kami berdua pun berpamitan pada kai burhan tak terasa cukup lama juga kami tadi mengobrol .


>>>>


Eva pov

__ADS_1


Flashback


kai duduk dilantai kamarnya tangannya terlihat dibalut perban.


"kai "ucap ku mataku menatap nanar lelaki tua itu


"kenapa va" tanya kai Burhan


"Eva liat kai diserang makhluk itu" ucapku


"Dia firman va kai mu"


"Bukan, kain firman sudah meninggal sebelum mama meninggal" ucap ku


yang tak kuasa menahan tangis


Kai Burhan tak begitu percaya padaku ia masih menganggap makhluk itu mantan saudara Iparnya yang memperdalam ilmu hitamnya yang sudah sakti.


"Va,, dari mana Eva tau dia bukan Kai Firman ?" tanya kai Burhan


"Dia datang pada Eva ,dia ingin Eva memeliharanya seperti datu datu dulu" jawabku sambil menangis "kita harus peringatkan Hanif dan dokter Iksan kai" ucap ku lagi


"kenapa Va? "


"Dia tidak suka Eva dijalan yang benar kai,dia ingin Eva seperti kai Firman tidak berkeluarga tidak memiliki kehidupan dia mau Eva ikut dengannya " ucap ku sambil menangis terisak " dia akan mencelakakan siapa saja yang menghalanginya" timpalku lagi


Flasback off


Aku bersandar didepan pintu kamar kaki ku terasa lemas menatap makhluk yang berdiri dipojok ruang keluarga masih memakai pakaian yang pertama kali aku melihat nya.

__ADS_1


Terimakasih sudah mendukung karya Author dengan like, komen dan voute. Terimakasih


__ADS_2