
Hanif mengendong sari membawanya kekamar Eva, sementara itu ustadz Ghifari menuntun ni siti juga kekamar Eva lalu meninggalkan ketiganya dikamar.
"Apa selanjutnya ustadz? " tanya ustadz Ghifari pada ustadz Syarif
"Kamu kenal dengan yang namanya Eva dan kai Burhan kan? " tanya ustadz syarif pada ustadz Ghifari
"iya ustadz" jawabnya
"Kita cari mereka dulu"titah ustadz syarif
"tapi, kemana kita mencari mereka ustadz? " tanya ustadz Ghifari
"Ayo, kita cari sama sama" ucap Hanif yang baru keluar dari kamar
Semuanya menatap Hanif "Kamu yakin, Bagaimana dengan.."Belum selesai ustadz Ghifari berkata kata
"saya yakin ustadz " jawab Hanif sambil menatap ustadz syarif
"Baiklah, kami juga tidak tau kemana harus mencari mereka" jawab ustadz syarif
Keempatnya memulai pencarian menuju hulu kampung yang merupakan jalan keperkebunan warga dan diketahui tempat tinggal pria tua itu
keempatnya menggunakan dua buah sepeda motor melaju menembus gelapnya malam mencari keberadaan Eva dan Kai Burhan
Cukup lama mereka menyusuri perkebunan hingga menemukan sebuah gubuk reyot dengan pohon pohon besar disekitarnya, sesampainya disana mereka dapat melihat Eva yang tengah berdiri seorang diri darah masih mengalir ditangannya rambunya terurai menutupi wajah hingga tidak dapat dilihat.
"Astagfirullahalazim " ucap mereka bersamaan saat melihat tulang belulang yang tergeletak ditanah
Kemudian Hanif perlahan menghampiri Eva yang mematung tak bergerak dengan posisi berdiri
"Va" panggil Hanif pelan sambil perlahan mendekatinya ,sementara itu ketiga ustadz mencari keberadaan kai Burhan digubuk reyot itu mereka menemukan kai Burhan terkurung disebuah kerangkeng terbuat dari kayu namun dibalut sihir hitam hingga saat ustadz Ghifari ingin menyentuhnya "JANGAN" teriak ustadz Syarif
"Jangan disentuh,kamu bisa terluka jika menyentuhnya" ucapnya
"Lalu bagaimana ustadz? " tanya ustadz mizan
Ustadz Syarif mengangkat kedua tangannya lalu membacakan ayat empat yang memang dipakai untuk menghilangkan kekuatan sihir dan ilmu hitam,ia membacanya berulang ulang lalu menghembuskan nya dengan pelan, betul saja tidak lama pintu kerangkeng terbuka dan kai Burhan perlahan membuka matanya, tali dikakinyapun perlahan menghilang bagai debu dihembus angin.
"Alhamdulillah " ucap syukur semuanya lalu mereka dengan sigap membantu kai Burhan untuk keluar dari kurungan dan memapahnya keluar gubuk reyot itu
__ADS_1
...----------------...
Sementara itu Hanif belum bisa menyadarkan Eva,berkali kali ia memanggilnya namun Eva tak kunjung memberikan respon
Hanif perlahan hendak menyentuh pundak Eva tiba tiba belum sampai tangannya ketubuh Eva,Hanif dengan segera terlempar mejauh bersamaan dengan Hanif yang terlempar Eva mengangkat kepalanya
Wajah Eva begitu mengerikan matanya semua putih wajahnya keluar urat urat yang menghitam Eva seperti orang yang kerasukkan
Ustadz Syarif yang melihat Eva langsung memasang sarung tangannya dan perlahan mendekat setelah menyuruh ustadz mizan serta ustadz Ghifari untuk membawa kai Burhan menjauh
Ia kembali membacakan ayat ayat sambil perlahan mendekat, Eva tak bergerak hanya mulutnya yang tidak berhenti mengeluarkan suara suara melengking yang aneh,
Hingga akhirnya ustadz syarif bisa meraih tangan Eva dan mengambil benda ditangannya yang langsung membuat Eva jatuh terkulai tak sadarkan diri.
"Nif, hanif bangun nif " Hanif perlahan membuka matanya mendengar ada yang memanggil manggil namanya,dilihatnya ketiga ustadz merubunginya yang terbaring ditanah, Ia perlahan mengangkat tubuhnya "Mana Eva? " tanyannya semua tak menjawab hanya pandangan mereka tertuju pada satu arah
Eva berbaring ditanah disampingnya Kai Burhan duduk bersimpuh "Alhamdulillah " ucapnya penuh syukur
"Alhamdulillah " sahut ketiga ustadz bersamaan dengan suara adzan diponsel ustadz mizan
Dimana menandakan waktu subuh telah tiba.
...----------------...
...----------------...
Hari sudah pagi semua warga kampung yang masih tersisa berkumpul dirumah kai Burhan semuanya menunggu kabar tentang Eva,sebagian warga lainnya mencari keberadaan Eva dan kai Burhan serta Hanif dan para ustadz, suasana kampung sudah mulai kondusif aura aura hitam yang menyelimuti kampung sudah menghilang
Nini siti ikut menunggu diluar bersama warga sementara sari belum sadarkan diri didalam kamar.
Dari kejauhan terlihat rombongan warga berjalan kearah rumah kai Burhan, Eva terlihat dibopong oleh Hanif sedangkan kai Burhan Dipapah oleh beberapa orang, Eva dibawa dalam keadaan pingsan
Nini siti berlari kecil menghampiri kai Burhan tangis bahagianya pecah melihat teman hidupnya itu masih hidup walau terlihat lemas
Warga mengantarkan masuk kedalam rumah yang laki laki berada diluar sedangkan yang perempuan didalam, ada yang membantu Nini mengurus Eva dan sari yang masih pingsan ada juga yang membantu membuat sarapan
Diluar para lelaki berdiskusi bersama ustadz syarif, mizan dan Ghifari "bagaimana dengan kerangka dukun itu tadz? " tanya seorang warga
"Bapak bapak Kita sebagai hamba allah harus menguburkannya dengan layak, karena dia pun hamba Allah ta'ala" jawab ustadz syarif
__ADS_1
"Tapi, sejujurnya kami takut ustadz untuk mengurus pemakamannya"ucap seorang warga yang terlihat sangat muda
"insya allah tidak akan terjadi apa apa" ucap ustadz syarif meyakinkan warga agar mau mengurus kerangka dukun itu
"Bapak bapak sarapan sudah siap mari sarapan dulu" panggil seorang ibu ibu dari dalam rumah
Semuanya pun mengisi tenaga lebih dulu sebelum memulai acara pemakaman untuk pria tua yang terkenal sebagai dukun itu,tak ada satu pun warga yang mengenal identitasnya bahkan tak ada yang tau siapa namanya.
Hanif beranjak dari kerumunan warga yang tengah menikmati makan pagi, ia menuju kamar Eva dimana Sari dan Eva tengah tak sadarkan diri
Ni siti setia menemani kedua cucunya didalam kamar "Ni sarapan dulu" ucap Hanif pada Ni siti
Dengan mata sembab Ni siti hanya bisa mengangguk "Biar Hanif yang jaga sari dan Eva " ucap Hanif lagi
Nini siti beranjak pergi meninggalkan ketiga orang dikamar itu, Hanif duduk disamping sari tangannya meraih jari jemari sari yang tak berdaya "Kamu perempuan yang baik, kamu istri yang luar biasa" lirihnya
"Assalamualaikum " ucap Ustadz Ghifari diambang pintu
"Waalaikumsallam " jawab Hanif
"Kami akan mengurus jenazah pria itu"ucap ustadz Ghifari
"Biarkan saya ikut, " ucap Hanif
Ustadz Ghifari hanya mengangguk matanya sekilas melihat Eva yang tengah tak sadarkan diri, Namun segera ia menepisnya dan berlalu keluar menemui para warga diiringi oleh Hanif.
"Ayo kita berangkat" ucap Seorang Warga
para kaum lelaki dikampung ramai ramai menuju rumah pria tua itu ada juga yang menunggu dipemakaman untuk menggali liang lahat,Sesampainya dirumah reyot itu semua terkejut melihat bangunan yang lebih pantas disebut gubuk itu sudah terbakar hebat "Astaghfirullahalazim" ucap ustadz Mizan diikuti semua orang yang juga beristighfar melihat api yang menyala nyala melahap bangunan itu
"Dimana jasadnya?" tanya seorang warga
"Jasadnya ada didalam rumah" ucap ustadz Mizan lirih semua orang menatapnya
"Iya,saya dan ustadz mizan yang meletakkannya didalam rumah" jelas Ustadz Ghifari
...----------------...
Hai para readers selamat membaca ya, jangan lupa selalu jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan semoga kita semua senantiasa dalam lindungan NYA
__ADS_1
by by