
Kami sudah berkumpul semua untuk mendengarkan apa yang akan kai sampaikan 'begini kai sudah bertemu dengan orang tua mendiang Narti dan tujuan KAI minta kalian berkumpul disini supaya kalian tau apa yang terjadi dan tidak lagi membicarakan orang yang sudah meninggal'
Aku menatap Hanif begitupun dengan Hanif yang juga langsung melihat kearahku walau hanya sebentar sebab saat mata kami bertemu ia langsung mengalihkan pandangannya begitupun denganku.
'seperti yang kalian tau Narti sudah meninggal bertahun tahun silam dan kematiannya memang tidak wajar sampai sekarang jasadnya belum ditemukan,tapi yang pasti Narti tidak meninggal tenggelam disumur seperti yang sari ceritakan pada kai waktu itu karena terakhir sari bertemu Narti disumur belakang sekolah karena Narti membantu sari mengambil ember yang jatuh' kami semua terdiam tapi tidak ada yang membantah walaupun aku merasa ada yang janggal,sebab sosok Narti tidak pernah lagi muncul dihadapan kami mungkin saja dia sudah tidak ingin lagi dibantu.
'dan orang kai meminta dengan sangat agar masalah ini tidak lagi diungkit ungkit karena orang tuannya tidak ingin lagi mengingat kejadian yang sudah lalu'
Kai menyelesaikan perkataanya lalu meninggalkan kami yang masih terdiam,satu persatu pergi hanya menyisakan aku seorang diri diruang tamu,ada yang janggal dari apa yang kai katakan tapi jika keluarganya tidak ingin diungkit lagi masalalu mereka apalah daya tidak ada jalan buatku membantu Narti lagi.
✓✓✓✓✓✓
Sementara ditempat lain Hanif juga berfikir keras dengan apa yang diceritakan kai Burhan ia juga merasakan ada yang janggal sehingga ia tidak bisa menerimanya begitu saja 'Bang' sari mencoba berbicara dengan Hanif yang terlihat melamun sepanjang jalan 'Abang Hanif 'seraya meraih tangan Hanif agar ucapannya didengar 'eh iya,ada apa sar ' Hanif terlihat kaget
'Abang kenapa ?' sari penasaran apa yang Hanif fikirkan saat ini
Hanif tidak menjawab ia hanya menggeleng 'masalah Narti itu lagi 'sari terlihat kesal karena Hanif masih belum bisa mengikhlaskan jika tidak ada yang perlu dibantu dari misteri hilangnya narti.
Dengan perasaan kesal sari berlalu pergi meninggalkan Hanif yang masih setia mematung menatap punggung sari sang menjauh dengan sedikit berlari,
✓✓✓
Flashback saat kai baru datang dari perjalanan bersama Amang Muklis
'Assalamulaikum' ucap keduanya yang langsung disambut oleh Nini Siti
'waalaikumsallam' jawab Nini Siti
__ADS_1
Setelah Muklis pulang Nini dan kai masuk kekamar 'bagaimana ?' tanya Nini terlihat tidak sabar
'kemana kai sama Muklis beberapa hari ini ?' tangannya lagi
'kerumah keluarga Anwar mencari tau kemana Anwar dan keluarga mengungsi sementara' jawab kai santai sambil mengganti pakaiannya
'lalu'
Kemudian kai Burhan duduk diatas katil diikuti Nini Siti yang duduk disampingnya 'kami harus ke kecamatan dan Alhamdulillah dengan alamat seadanya kami sampai dirumah adiknya Anwar tapi menurut adiknya ,Anwar sudah bercerai ' Nini Siti terlihat kaget
'dan selang dua bulan bercerai Anwar meninggal ' sambung kai Burhan
'innalillahiwaiinalillahirojiun' ucap Nini Siti prihatin
'lalu aku dan Muklis mencari rumah mantan istrinya Anwar,ternyata dia tinggal dikota sulit mencari alamatnya Alhamdulillah kami ketemu dengan dokter ikhsan jadi dia yang bantu menemukan alamat Erni mantan istri Anwar ,
'kenapa dengan Narti ?' tanya Nini Siti penasaran
Kai Burhan terlihat berat untuk bercerita tapi ia tidak mau menyembunyikan apapun pada istrinya itu ' memang benar Narti meninggal disumur itu' Nini Siti terlihat terkejut seketika menutup mulutnya
'jadi,,,sari ' ucapnya terbata
Kai menggeleng 'sebelum Anwar meninggal dia mengetakan yang sebenarnya kalau Narti jatuh kedalam sumur sebab sengaja didorong olehnya, Anwar curiga kalau Narti bukan anak kandungnya dan menuduh Erni berselingkuh tapi semua yang dituduhkan itu tidak benar ' kai menceritakan apa yang ia dengar dari mantan istri Anwar
'kebenarannya baru terungkap setelah Anwar sekarat dia menyesal sudah gelap mata membunuh anaknya sendiri dan membiarkan jasadnya tidak ditemukan hingga terkubur selamanya disumur belakang sekolah'
Keduanya lalu terdiam tapi mereka bersyukur bahwa sari bukanlah penyebab Narti meninggal 'anwar meninggal kenapa ?' tanya Nini kemudian
__ADS_1
'sakit' jawab kai 'tapi sakit yang aneh,,,menurut adiknya ,dari awal Anwar sakit sampai dia meninggal hanya nama Narti yang dia sebut bahkan tidak jarang dia meminta maaf seolah olah Narti ada disitu,Anwar sering meracau dan ketakutan karena menurutnya Narti datang kepadanya untuk membalas dendam' Nini Siti benar benar tidak menyangka kalau orang sebaik Anwar sekeluarga bisa melalui masalah seperti ini
'ya Allah kasian Anwar sekeluarga ' ucap Nini Siti prihatin 'kenapa ini bisa terjadi pada keluarga mereka 'sambungnya lagi
'ini lah hidup ni,kita tidak tau apa yang mereka alami dibalik keluarga yang harmonis seperti mereka ternyata Anwar tega berbuat seperti itu'
'lalu soal jasad Narti bagaimana ?' tanya Nini Siti lagi
'erni meminta untuk tidak diungkit lagi masalah ini karena masih ada Ilham adiknya Narti ,kalau sampai Ilham tau kalau kakanya dibunuh oleh abahnya sendiri tentu itu akan mengguncang jiwanya apalagi sekarang Ilham sudah menjadi anak yatim biarlah dia mengenang abahnya sosok yang penyayang keluarga hingga akhir hayatnya'.
✓✓
Nini dan kai sepakat untuk tidak menceritakan yang sebenarnya pada semua orang cukup mereka bertiga saja yang tau tentang kebenaran hilaangnya Narti demi mewujudkan permintaan Acil (bibi) Erni dan semoga saja arwah Narti tenang disana meski tidak dikuburkan dengan layak.
√√√√√√√√
Hanif dan eva masih berfikir ada yang janggal dari semua yang kai ceritakan tapi sosok Narti tidak mau menunjukkan diri pada mereka membuat Hanif dan Eva juga tidak tau harus bagaimana lagi.
√√√
Keesokan harinya semua berlangsung seperti sedia kala hari hari mereka lalui dengan tenang sosok Narti juga tidak lagi menampakkan dirinya pada Eva ataupun Hanif 'Assalamulaikum' ucap Mia yang baru masuk keruang guru ,semuanya sudah berkumpul sepertinya ada yang ingin ustadz Ghifari sampaikan kepada mereka
'waalaikumsallam' jawab semua orang serentak,bersamaan dengan Mia ikut duduk bersama ustadz Ghifari memulai pembicaraan ' baik,karena semua sudah berkumpul saya mulai saja 'lalu ustadz Ghifari berdiri
'assalamualaikum semuanya,,saya akan menyampaikan suatu hal yang berkaitan dengan sekolah SD kita ini,beberapa hari yang lalu saya mengunjungi kantor kecamatan untuk mencari tau bagaimana cara untuk mendapatkan guru guru baru lagi untuk anak anak ,sebab kita semua notabennya bukanlah guru saya khawatir proses belajar anak anak didik tidak maksimal,dan Alhamdulillah pihak kecamatan mau membantu untuk berkoordinasi dengan dinas terkait semoga saja harapan kita segera terkabul' ustadz Ghifari terlihat berwibawa saat berbicara didepan semua orang
Semua yang ada diruangan juga mengaminkan apa yang menjadi harapan mereka semua,' dan ada kabar baik lagi' ucap ustadz Ghifari
__ADS_1
Semua terlihat penasaran 'puskesmas pembantu dikampung kita mulai besok akan kembali buka, insyaallah hari ini dokter yang bertugas akan datang'sambung ustadz Ghifari