
PAMALI>>>MULAI MENGAJAR
Kejadian yang menimpa amang iwan sudah berlalu, warga kampung sudah berangsur melupakan musibah itu
kami pun mulai menatap esok hari dan menjadikan masa yang lalu sebagai pelajaran meski hingga saat ini kami belum mengetahui dimana amang iwan berguru dan mendapat ilmu hitam yang membuatnya tega membantai habis keluarganya,
Pagi ini aku, Hanif, ustadz Ghifari serta ada dua orang yang membantu kami untuk mengajar anak anak sekolah dasar dikampung yang sudah lama tidak bisa pergi kesekolah karena teror yang melanda kampung, tidak banyak anak anak yang datang kesekolah hari ini sebab banyak warga kampung yang belum kembali mungkin tidak lebih dari 50 anak yang terbagi dienam kelas
Aku berfokus mengajar anak kelas dua yang hanya ada 6 orang anak didalamnya, dengan kemampuan seadanya aku berusaha sebaik mungkin untuk memberikan mereka pelajaran hingga ada lagi guru yang datang kekampung ini.
sebelum pukul dua belas siang anak anak sudah pulang dan kami berlima mengadakan pertemuan untuk berbagi pengalaman bagaimana cara mengajar dengan baik, ini pertama kalinya kami semua berkumpul dan langsung bisa saling menyesuaikan diri dan banyak mengobrol satu dengan lainnya
Hari ini hanya kami berlima yang bisa hadir untuk mengajar anak anak sementara Sari besok baru bisa mulai membantu kami itulah mengapa hari ini ustadz Ghifari mengajar didua kelas sekaligus hari ini.
"Kapan ya anak anak yang lain kembali kekampung ini lagi"ucap Hanif
Kami semua terdiam sebab tidak ada yang tau kapan kampung kembali ramai lagi seperti dulu
"Kita hanya bisa berharap dan berdo'a semoga semua bisa kembali lagi kekampung ini dan kampung bisa kembali ramai seperti dulu"Ucap ku menjawab ucapan Hanif
sejujurnya aku juga merindukan suasana kampung yang dulu dan juga merindukan dimana saat dulu aku dan Sari sering berjalan jalan berkeliling kampung
>>>>
semua pulang sebelum waktu dzuhur tiba meninggalkan bangunan sekolah yang sepi, sunyi senyap tanpa ada yang menjaganya suara jeritan menggema diarea sekolah tanpa tau dari mana suara itu berasal.
>>>>
__ADS_1
Sore hari anak anak mengaji dimasjid kali ini Hanif dan istrinya Sari ikut membantu Eva dan ustadz Ghifari mengajar mengaji,anak anak juga sudah mulai banyak ikut belajar mengaji sehingga jika hanya Eva dan ustadz Ghifari yang mengajar waktu antara habis ashar tidak akan cukup dan juga untuk menghindari diri dari fitnah ,
Selesai mengajar mengaji ustadz Ghifari menghampiri Eva yang hendak keluar dari masjid "Eva"panggilnya
Eva mencari siapa yang memanggilnya ternyata itu ustadz Ghifari yang berjalan menghampirinya "Iya"sahut Eva
"Bisa bicara sebentar? "tanya ustadz Ghifari
Eva sebentar berfikir lalu ia mengiyakan permintaan ustadz Ghifari "bisa ustadz "jawabnya
Ustadz Ghifari sedikit ragu tapi rasa penasaran memenuhi rongga dadanya "saya,,, mau bertanya soal,,, jangan bakar terasi ?"ucapnya ragu ragu
"Hah, maksudnya? "Eva tidak paham dengan pertanyaan ustadz Ghifari
"itu,, yang dulu kamu bilang jangan bakar terasi? "ucapnya lagi sedikit malu malu
"dikalimantan ada mitos jangan bakar terasi saat senja nanti makhluk halus akan berdatangan sebab baunya"jelas Eva "itu kepercayaan turun temurun kalau tidak percaya tidak masalah tapi asal jangan menantang saja"tambah Eva lagi
"ooo,, pantas waktu itu ada yang mengetuk pintu dapur dirumah tapi tidak ada orangnya"gumam ustadz Ghifari
"kalau ada yang mengetuk pintu dapur jangan dibukakan,, nanti dikira kita mempersilahkan masuk"sahut Eva yang mendengar gumaman ustadz Ghifari
sambil menampilkan senyum manis nya ustadz Ghifari salah tingkah mendengar sahutan Eva, ia mengira jika gumamannya tidak didengar Eva tapi ternyata itu masih bisa didengar dengan jelas oleh Eva.
"jangan takut ustadz, dimensi mereka berbeda dengan kita asal kita tidak terlalu meyakini kehadiran mereka saja dan takut akan apa yang mereka tampakkan insya allah mereka tidak akan bisa mengganggu kita"
Setelah berbicara seperti itu Eva pamit untuk pulang lebih dulu sebelum waktu sholat maghrib yang sebentar lagi akan tiba, ustadz Ghifari pun juga pulang sebentar untuk membersihkan diri dan bersiap untuk sholat maghrib berjamaah nanti.
__ADS_1
"Assalamualaikum "ucap Eva saat memasuki rumah
"Waalaikumsallam "sahut penghuni rumah ternyata sore itu dirumah sedikit ramai sebab Hanif dan Sari rupanya tidak pulang kerumah mereka melainkan pulang kerumah kai Burhan
"Ka Eva "sapa Sari saat melihat Eva memasuki rumah
"iya sar, maaf semua Eva kekamar dulu sebentar"Eva langsung berpamitan sesaat setelah memasuki rumah
"iya"sahut semua orang
Sari menatap punggung Eva yang perlahan menghilang dibalik dinding papan rumah sederhana itu, Sari paham jika sebenarnya keberadaannya dan Hanif bukanlah situasi yang nyaman untuk Eva tapi ia tidak bisa begitu saja mengabaikan Nini siti dan Kai Burhan hanya demi menghargai perasaan Eva, itulah mengapa meski ia harus menghadapi situasi tidak nyaman ini Sari tetap berkunjung kerumah Kai dan Nini.
"Bagaimana disekolah tadi? "tanya Nini siti pada Hanif
"Alhamdulillah lancar Ni, besok sari juga akan ikut membantu kami mengajar "jawab Hanif
"Ooo bagus itu, usahakan yang terbaik untuk anak anak kampung sampai ada lagi guru yang dikirim kekampung kita"sahut Kai Burhan
"iya kai, kami akan lakukan semaksimal mungkin, mudah mudahan saja dengan kembalinya anak anak kesekolah bisa juga mengembalikan keadaan kampung seperti dulu dan para warga yang mengungsi bisa segera kembali kekampung ini"tambah Hanif lagi yang langsung diaminkan semuanya
Eva berdiri dibalik dinding mendengarkan obrolan Hanif, sari, Nini dan Kai
ia seakan tak ingin ikut andil dalam obrolan itu rasanya bukan situasi yang mudah bagi Eva untuk berkumpul diantara Hanif dan sari,saat disekolah tadi pagi saja Eva bersusah payah untuk tidak terbawa perasaan saat berada didekat Hanif itu lah mengapa saat ia melihat sari dan Hanif ada dirumah kai Burhan,Eva berusaha sebisa mungkin untuk menghindar.
sebenarnya jika bisa menolak Eva tentu akan memilih tidak ikut andil dalam mengajar anak anak di sekolah formal dan mengaji sebab keberadaan Hanif yang membuatnya tidak nyaman namun ia tidak kuasa menolak permintaan kai Burhan dan tidak kuasa melihat keadaan anak anak yang sudah lama tidak mendapat pendidikan karena teror dikampung beberapa waktu lalu hingga membuatnya terpaksa untuk mengiyakan dan membuatnya senantiasa bertemu dengan Hanif setiap harinya.
...----------------...
__ADS_1
Malam tidak begitu larut namun semua penjuru kampung sudah sepi,begitupun dirumah kai Burhan setelah sari dan Hanif pamit untuk kemasjid saat maghrib tadi dan langsung pulang kerumah mereka setelah isya kini rumah itu kembali sepi, kai dan Nini sudah masuk kekamar begitupun dengan Eva walaupun ia belum bisa untuk tidur tapi Eva lebih memilih tetap berada dikamarnya.