PAMALI

PAMALI
Darah keturunan terakhir bagian 2


__ADS_3

Langkah kaki eva semakin lama semakin berat lelah dan letih mulai ia rasakan, pandang nya semakin kabur, suara suara aneh mulai terdengar tak beraturan dan membingungkan


kaki yang semakin berat melangkah tersandung ranting pohon tumbang dan membuat Eva ambruk terlungkup dinginnya tanah yang lembab menjalar keseluruh tubuh pandangan nya yang kabur menatap sendu benda yang ada ditangannya, perlahan ia erat kan genggaman hingga kesadarannya menghilang.


......................


Eva pov


sayup sayup kudengar suara tangis cukup jauh dan perlahan mendekat, dan suara orang membaca ayat suci al'quran membuatku perlahan membuka mata kulihat disekeliling ada orang orang yang sangat kukenal duduk mengelilingiku, "sari "lirih ku saat mengetahui yang menangis adalah sari


Ia mebersihkan wajahnya dari air mata meluruskan tubuh menatapku intens, seakan tak percaya jika aku sudah membuka mata "ka Eva" ucapnya pelan lalu meraih tangan


"Hangat" batin ku saat merasakan tubuhku terbalut sesuatu yang tebal, sebuah selimut ternyata


Nini, kai dan Hanif hanya diam berdiri dibelakang sari tanpa mau berucap ucap "Eva lelah" gumamku pada semua orang yang langsung direspon dengan satu persatu keluar meninggalkanku dan hanya sari yang bertahan


Aku tidak ada daya untuk berbicara hingga kuputuskan untuk memejamkan mata beristirahat.


...****************...


sari pov


Tangisku tiada henti semejak seminggu yang lalu saat aku menemukan ka Eva tergeletak ditengah jalan,apa yang terjadi hingga membuat ka Eva tidak sadarkan diri


aku paham betul kalau dia pasti terkejut saat mengetahui jika aku dan bang Hanif telah menikah, namun aku tidak akan menghalangi cinta mereka dan aku rela jika suatu saat bang Hanif lebih memilih ka Eva dari pada aku karena aku pun tau betul kalau bang Hanif juga mencintai Ka Eva.


semenjak pagi kami mencarinya namun ia tidak dapat ditemukan, kami khawatir kalau saja dia sampai bertemu pria tua g*la itu.


"Allhamdullilah " pekik ku saat menemukan ka Eva walau dalam keadaan tidak sadarkan diri

__ADS_1


seminggu berlalu, ka Eva tidak sadarkan diri dan pria g*la itu juga tidak terlihat lagi kampung yang awalnya terasa tidak nyaman dan penuh aura gelap perlahan mulai kembali seperti setahun yang lalu


seakan bersama pingsannya ka Eva makhluk itu juga menghilang, kami hanya bisa menunggu dan memohon pada sang pencipta agar ka EVa segera sadar.


Berkali kali Bang Hanif mencoba mencari Ka Eva dialam gaib namun tidak bisa dia tembus seakan alam itu ada yang menghalanginya hingga tidak bisa semua orang masuk


Tubuh ka Eva semakin hari semakin pucat dan dingin, Bang hanif terpaksa keluar kampung mencari tenaga medis untuk memeriksa keadaan ka Eva namun tidak ada satu pun yang mau membantu kami, kuasadari kekhawatiran bang Hanif semakin besar saat dihari ketujuh tubuh ka Eva menjadi sedingin Es


Ia tidak ingin menunjukkan rasa khawatir itu pada siapa pun namun itu terlihat jelas oleh ku, ditengah malam ia bangun untuk sholat memohon pada sang pencipta dan disiang harinya ia keluar kampung untuk mencari siapa yang bisa membantunya menyadarkan ka Eva, mulai dari medis hingga keustadz dan orang pintar


Namun tidak ada yang bersedia membantunya.


Malam ini sudah malam ketujuh maghrib baru saja berlalu waktu isya akan segera masuk namun bang Hanif belum terlihat, kami melaksanakan sholat isya berjamaah dirumah kai dan nini


selesai kami sholat isya "Assalamualaikum " suara bang Hanif dari luar rumah aku berlari membukakan pintu senyum mengembang diwajahnya penuh makna


ia mengulurkan tangan yang langsung kusambut dan mencium punggung tangannya "Alhamdulillah ada yang mau membantu kita dek" ucap nya pada ku penuh semangat


"Waalaikumsallam " sahutku


"ini sari istriku" ucap bang Hanif "dek ini uatadz Ghifari yang akan membantu kita" sambungnya lagi,aku hanya mengulas senyum sedikit begitu pun Ghifari hanya menundukkan kepala sedikit tanda salam


Kami semua masuk, Bang Hanif dan ustadz ghifari langsung sholat isya karena tidak sempat sholat


selesai sholat kami pun menceritakan apa yang terjadi pada Ka Eva dan soal kampung ini, selesai kami menceritakan semuanya pada ustadz Ghifari kami semua masuk kedalam kamar ka Eva


"kita sama sama berdoa pada yang maha kuasa agar Eva segera sadar, karena hanya DIA lah sebaik baiknya penolong"ucap ustadz Ghifari pada kami


kami duduk berkeliling dengan qur'an ditangan masing masing, ustadz mulai membacakan ayat ayat yang kami ikuti dengan surah yang sudah ditunjukkan ustadz Ghifari pada kami.

__ADS_1


kami terus membaca, tanpa hilang konsentrasi meski terkadang aku merasa hawa semakin dingin atau panas, kadang suara yang lain tidak terdengar sampai aku melihat kami tengah duduk ditengah hutan belantara dengan suara hewan hewan malam yang mengerikan.


sesekali kuraih tangan ka Eva yang masih sedingin es belum ada tanda tanda ia akan segera bangun


malam semakin larut hanya ustadz Ghifari dan Bang hanif yang masih bertahan kami bertiga sudah menyerah hingga kami dikagetkan dengan angin kencang diluar rumah yang membuat pintu dan jendela terguncang hebat


kupeluk ka Eva sambil menangis tersedu sedu "Tenang mereka tidak akan bisa masuk" ucap ustadz Ghifari lalu melanjutkan bacaannya


cukup lama angin itu berderu yang diiringi dengan suara suara aneh ditambah dengan teriakan teriakan yang memekakkan telinga


malam semakin mencekam suara suara itu terdengar semakin dekat dan ramai, ada yang memanggil manggil ku, Bang Hanif bahkan Nini dan kai, ada juga yang memanggil nama ustadz Ghifari.


suara mereka menyerupai orang orang yang kami kenal dan dekat dengan kami termasuk suara yang orang orang yang sudah meninggal dunia.


Lalu perlahan angin itu mereda suara suara itu pun menghilang dengan sendirinya,tangisku blm berhenti saat kurasa tangan ka Eva perlahan menghangat,jarinya satu persatu bergerak


rasa syukur kupanjatkan melihat ada perubahan dari ka Eva "ka Eva" ucapku disela tangis


"Alhamdulillah ka,, bangun ka ini sari" ucapku lagi


"Alhamdulillah ya allah" ucap kai dan nini berbarengan


Ka Eva perlahan membuka matanya "sari" lirihnya saat melihatku


kupeluk tubuhnya kuusap wajahnya yang sempat sedingin Es,kini sudah hangat layaknya makhluk hidup


Ia lalu mengatakan jika ia lelah, semua orang paham dan keluar dari kamar tapi aku tidak ingin meninggalkannya sendirian tetap ku duduk disampingnya menggenggam tangannya yang juga sudah terasa hangat.


Ia memejam kan mata pertanda akan segera tidur tapi aku tak beranjak hingga subuh tiba dan masuk waktu sholat subuh baru aku pergi dari kamarnya.

__ADS_1


......................


Hai para readers semoga semua dalam keadaan sehat ya,, Author lagi batuk dan pilek nich,, karena cuaca yang gak menentu jadi untuk semua readers jaga kesehatan ya pandemi belum berakhir jadi tetap patuhi protokol,,, selamat membaca semuanya


__ADS_2