PAMALI

PAMALI
Mereka datang


__ADS_3

Eva duduk santai didepan televisi yang menyala tapi tatapannya melayang menyapu setiap inci ruangan keluarga kembali ia teringat kenangan sang mama.


Air mata Eva menerobos keluar tak terbendung"Ya Allah semoga mama tenang disana"lirihnya


Hiks hiks hiks


Suara tangis memecah keheningan rumah yang hanya ada Eva sendiri, Ia menajamkan pendengarannya


"Siapa yang nangis " gumam Eva


Ia bangkit dari duduknya mengayunkan langkah mencari cari sumber suara, Eva terus menyusuri setiap sudut rumah suara tangis terdengar jelas dari dalam kamarnya


Perlahan Eva mengendap hendak membuka pintu kamar pelan namun suara tangis berhenti saat pintu kamar terbuka lebar.


Eva masuk menyisir sudut demi sudut kamarnya hingga kedalam kamar mandi namun semuanya nihil tak ada siapa pun dikamarnya.


"Apa aku salah dengar ya" lirih Eva "Ah masa sih tapi jelas banget tadi suaranya dari dalam kamar tapi kok gak ada ya ?"Timpal Eva sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal


Eva keluar kamarnya kembali keruang keluarga sambil berucap"pasti aku salah dengar, aku kan gak pernah liat mereka masuk rumah selama ini" gumam Eva


Sepeninggal Eva dikamarnya duduk seorang anak kecil meringkuk memeluk menyembunyikan wajahnya dengan kedua lutut mungilnya.


>>>>


Hari semakin malam namun ayah Eva belum kunjung pulang,Eva duduk termenung dimeja makan menunggu kedatangan ayahnya.


Tok tok


tok tok

__ADS_1


suara pintu diketuk " siapa malam malam gini bertamu" ucap Eva seraya melangkah hendak membuka pintu


Eva hendak meraih gagang pintu nya "Jangan dibuka ka " suara begitu sangat dekat ditelinga Eva membuatnya terperanjat dan tak jadi membuka pintu.


"Dia jelek aku takut ka" kembali suara itu terdengar ditelinga Eva begitu dekatnya suara itu seakan yang empunya suara berada sangat dekat dengan Eva hingga membuat gadis cantik itu jatuh terduduk.


"Si-siapa kamu ?"tanya Eva bergetar


Perlahan Eva memutar kepalanya kesamping saat merasa ada seseorang duduk disampingnya "hallo" ucap seorang anak kecil tersenyum lebar pada Eva yang menatapnya takut


Seperti orang yang pertama kali melihat makhluk tak kasat mata tubuh Eva bergetar hebat mulutnya tercekat tak mampu meminta pertolongan


Eva seakan tak bertenaga hingga ia terjatuh pingsan dilantai yang dingin.


>>>


Eva pov


Bahkan ini bukanlah yang pertama kalinya aku melihat makhluk seperti mereka bahkan dengan kondisi yang sangat mengerikan tak membuatku takut


Tapi kenapa saat ini aku sangat ketakutan jangankan untuk berlari untuk berucap saja aku tak mampu hingga saking takutnya aku kehilangan kesadaranku.


Kudengar ada yang memanggil manggil nama ku semakin lama semakin terdengar jelas


Perlahan aku membuka mata kulihat ayah menepuk nepuk wajahku


wajahnya terlihat sangat khawatir dan terlihat guratan kesedihan dan lelah menjadi satu


"Ayah" lirih ku

__ADS_1


"Kenapa nak, apa yang buat kamu sampai pingsan? " tanya ayah khawatir


Aku tak ingin menambah beban ayah jika kubilang aku pingsan "Eva gak pingsan kok yah" ucap ku sambil medudukkan tubuhku


"Trus kenapa kamu tiduran disini ?"tanya ayah heran


"Kayanya Eva tidur sambil jalan" jelasku sambil terkekeh


"Kamu serius"


"iya yah, tadi Eva tiduran disofa,mungkin karena masih lelah karena perjalanan kemaren makanya Eva jadi mengigau "


"ooo kamu juga ngapain nungguin ayah sampai tidur sofa segala"


"gak apa apa yah"


"Ya udah lain kali gak usah nungguin ayah ya kalau ngantuk kamu masuk kekamar aja ,jangan tidur disofa"


"iya yah"


"Kamu udah makan malam " tanya ayah


"Hehe Belum nungguin ayah soalnya"


"ayo kita makan"


"Iya"


>>>

__ADS_1


Terimakasih pada semua pembaca terus dukung Author dengan like komen dan voute.


__ADS_2