PAMALI

PAMALI
Pergi kau


__ADS_3

Flashback off


Eva pov


Aku terbangun saat ayah memanggil manggil nama ku "Va, Eva" kubuka mata perlahan ternyata hari sudah pagi matahari sudah mengintip dari peraduannya,


"kita pulang hari ini " sambung ayah lagi


"kita gak pamit kekai Burhan dan nini siti"


"gak usah "


"kenapa? "


"gak apa apa, ayo kamu siap siap sebentar lagi taksinya datang "


"iya" sahutku perlahan aku turun dari tempat tidur menuju toilet, meski tidak mandi setidaknya aku harus gosok gigi dan cuci muka fikirku agar terlihat fresh.


selesai aku membasuh muka dengan air kuangkat wajahku menatap cermin ditoilet mataku membulat saat melihat sepasang tangan keriput menyusuri wajahku, kukuatkan hati memeberanikan diri berbicara dengan makhluk yang selalu menepel padaku itu.


"Pergi aku tak membutuhkanmu" lirihku benar saja tangan itu perlahan menghilang


>>>>


Perjalanan dari rumah sakit kebandara tak begitu jauh tak sampai 30 menit kamu sudah sampai dikawasan bandara,tak ada yang mengantar kami sepertinya warga desa tak ada yang tau jika kami akan pulang hari ini dan tak banyak barang bawaan kami karena ayah tak sempat membawa barang barangku dirumah kai Burhan.

__ADS_1


Aku dan ayah duduk diruang tunggu kulihat seorang anak kecil menangis disebuah kursi namun tak ada yang memperdulikannya


"Mau kemana? " tanya ayah padaku saat aku hendak menghampiri anak kecil itu


kujulurkan telunjukku mengarah pada anak yang menangis tadi "itu anak kecil kasian menangis" ucapku


Ayah terlihat bingung menatapku "mana ?" ucapnya


"itu di-" kulihat anak kecil itu tak ada ditempat duduk tadi hanya kursi kosong yang ada


"udah ayo " ucap ayah membuyarkan lamunanku


kami masuk kedalam pesawat yang membawa kami kembali ketanah kelahiran meninggalkan tanah kalimantan yang penuh kenangan terkhusus kenangan manis tentang lelaki istimewa untukku.


Aku berusaha tak terlalu memikirkan soal anak kecil itu tadi,kupejamkan mata agar bisa beristirahat sejenak.


Betapa terekejutnya aku saat wajah anak kecil laki-laki berusia lima tahunan itu tepat didepan mataku,wajahnya pucat matanya hitam semua,kututup mataku lalu menjerit sekuat tenaga,


"Aaaakkkkhhhhh" teriakku


Ayah mengguncang tubuhku"Va, eva, eva" ia memanggil namaku agar aku segera membuka mata "Va sadar eva bangun nak bangun" pekik ayah


Seketika aku membuka mata saat mendengar suara ayah memanggilku


"Kamu kenapa? " tanya ayah

__ADS_1


Kuliat disekelilingku ternyata tak ada sosok anak kecil yang kuyakini jika dia itu hantu


"Eva mimpi yah" lirihku


"mimpi yang terasa sangat nyata" batinku


"makanya kalau mau tidur itu berdoa"


"iya yah"


>>>>>


Tak terasa perjalanan berjam jam akhirnya berhasil kami lalui tanpa ada gangguan dari anak kecil itu lagi,


Kami kembali kerumah hunian ternyaman meski kini hanya kami berdua yang tinggal disini


Kurebahkan tubuh dikasur kesayanagnku kuhirup dalam dalam aroma kamar yang kurindukan


Bak film yang berputar diingatanku kenangan tentang mama selama kami tinggal dirumah ini


Tak terasa air mata mengalir membasahi wajahku, memang benar rindu yang menyakitkan adalah rindu pada sosok yang sudah tidak ada lagi didunia ini sedalam apapun kita rindu tak akan bisa tersampaikan


kuluapkan kerinduanku dengan tangis yang menyayat hati bagi yang mendengarnya hingga kuterlelap setelah puas menangis.


>>>>

__ADS_1


Terimakasih untuk semua pembaca jangan lupa dukung Author terus dengan like, komen dan voute


__ADS_2