PAMALI

PAMALI
Bingung?


__ADS_3

Entah apa yang terjadi sulit kumemahaminya, tidak ada yang mau bicara padaku mengapa kampung ini semakin ditinggalkan kemana harus kucari jawaban dari semua pertanyaanku


aku berlari mencari pria tua itu, namun ada yang belum kupahami berhari-hari aku ada dikampung ini kemana semua orang yang kukenal dulu selain nini siti dan kai Burhan aku seperti tidak begitu mengenal orang orang kampung ini,,mereka begitu asing bagi ku


tatapan mereka pun terlihat begitu asing dan membingungkan, lalu dimana hanif dan sari kenapa aku tidak melihat mereka sedari tadi..


ditengah kebingunganku tanpa terasa aku berjalan begitu jauh dari desa hanya ada kebun kebun dan padang rumput yang luas sejauh mata memandang


sosok yang kucari berdirih cukup jauh diujung jalan sana,, namun masih dapat kulihat raut senang diwajahnya "Kau" lirih ku dengan nafas yang tersengal dan pendek kulangkahkan kaki pelan, pria tua itu tak bergerak dari tempatnya berdiri namun aku tetap waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi


Dalam hati kukuatkan tekad meski nyawa menjadi taruhannya aku tidak akan mundur terlalu sesak benak ini dengan berbagai pertanyaan yang belum terjawab,aku harus menemukan jawabannya


langkah semakin dekat tiba-tiba kulihat jelas wajah pria itu berubah menghitam nanah-nanah keluar dari wajahnya matanya memerah mulutnya terbuka lebar hingga sobek dan menampakkan isi mulut yang mengerikan


Aku terpaku pria itu melayang dengan cepat kearahku dan menabrak kan tubuhnya dan langsung menghilang, aku terpaku bersembunyi dengan kedua tanganku yang menyilang menutupi wajah hanya terasa angin yang menabrak tubuhku pria itu lenyap tak berbekas bagai kan debu dihempas angin,hilang lenyap


apa ini hanya hayal ku atau ini memang kenyataan, tidak bisa kujelaskan

__ADS_1


aku berjalan kembali meninggalkan tempat itu menuju desa dengan hati yang bertanya tanya tentang kejadian tadi.


matahari tepat lurus diatas bumi menandakan jika ini masih tengah hari namun kampung terasa sunyi, hampir tidak ada orang yang keluar rumah, hanya ada satu dua orang tua yang bertemuku dijalan namun tatapan mereka aneh, bahkan saat aku menyapa mereka tidak menjawab atau menunjukkan respon apa pun


aku tetap berjalan hingga sampai didepan rumah kai dan nini, namun kuurungkan niat untuk masuk dalam rumah aku penasaran dimana sari dan hanif tinggal


Tap


sesuatu dipundakku terasa dingin lama kubiarkan perlahan kutarik nafas wangi melati tercium, pelan kutelan air liur tubuhku pelan hendak mencari tau hal apa yang ada dibelakangku "Eva" pekik seseorang


"Ni" lirih ku


"ayo masuk" ucapnya dan berlalu meninggalkanku


kuremas tanganku yang tak berhenti gemetar dan mengikuti langkah nini siti.


"Sudah sore jangan keluar dari rumah lagi" ucap Nini siti pada ku

__ADS_1


kumenatap langit yang sudah kuning keemasan matahari sudah semakin condong hendak kembali keperaduannya


"Sore" lirih


...----------------...


Aku masuk kekamar membaringkan tubuhku yang terasa lelah dan berat seakan habia mengerjakan pekerjaan yang menguras tanaga, tidak kudengar suara adzan atau lantunan ayat suci alqur'an seperti biasanya


baru ku sadar jika sejak beberapa hari ini kalau aku tidak sekalipun mendengar ada adzan didesa ini.


...----------------...


Hai readers apa kabar semoga sehat selalu ya,, dimasa pandemi selalu jaga kesehatan dan tetap produktif


Do'akan semoga author juga sehat dan produktif serta bisa konsisten dalam upload episode,,,


selamat membaca semua nya

__ADS_1


__ADS_2