
"Sepertinya amang iwan ingin memfitnah saya mengguna gunai anaknya, kai"ucap ustadz Ghifari yang akhirnya bisa menyimpulkan dari berbagai kejadian yang ia alami saat ini
"tapi kenapa harus dengan memfitnah, ada apa? dan kenapa harus ustadz? "Hanif masih kebingungan
Tidak ada yang bisa menjawab rasa penasaran itu hingga senuanya bisa terbuka dengan jelas
Matahari sudah meninggi suara orang menganggil kai Burhan terdengar diluar rumah"Assallamualikum"ucap Kai Burhan saat menemui beberapa orang pria dewasa yang datang kerumahnya tanpa mengucapkan salam
"Waalaikumsallam kai, pak ustadz itu ada disini kah kai? "tanya seorang
Dari beberapa pria itu ada seorang yang cukup familiar yaitu amang iwan "Ada, kenapa?"kai menjawab sekaligus bertanya
Ustadz Ghifari dan Hanif keluar bersamaan, "oo disini rupanya ikam(kamu) bersembunyi"ucap Amang iwan yang terlihat marah saat melihat ustadz Ghifari
"ada apa ini, jangan membuat keributan disini "ucap Kai Burhan tegas "kalau ada masalah silahkan masuk dan selesaikan didalam"ucapnya lagi
Semua terdiam "silahkan masuk amang amang semua saya juga ada yang ingin disampaikan"ucap ustadz Ghifari
semuanya masuk berkumpul diruang tamu dengan wajah yang masam "silahkan iwan apa yang handak ikam sampaikan (mau kamu sampaikan) "ucap kai Burhan sebagai penengah
...****************...
Eva mengintip dari dapur ada suara orang ramai ramai diluar, ia melihat amang iwan dengan beberapa warga datang kerumah kai Burhan saat semua orang masuk Eva mengendap dari pintu dapur menunju suatu tempat tanpa satu orang pun yang menyadari kepergian Eva
...****************...
Semua terdiam saling tatap amang iwan pun sedikit ragu ragu menyapaikan tujuannya yang membawa warga datang mencari ustadz Ghifari, "silahkan mang"ucap Hanif
__ADS_1
Amani iwan menatap sebentar ustadz Ghifari yang sedari tadi menatapnya jua dalam diam "Begini kai"amang iwan memulai pembicaraan"Ria lagi sakit kai"kembali ucapannya terputus,entah ia benar benar ragu atau hanya akting semata tidak ada yang tau apa yang ada dalam fikiran amang iwan,
"Ada apa dengan Ria,sakit apa anakmu? "tanya kai
"Sepertinya Ria dipelet kai oleh ustadz ini"ucap seorang warga sambil menunjuk ustadz ghifari
"iya kai,ini ustadz tukang pelet rupanya"sahut yang lain
"usir aja kai, Usir"semua bersahutan menyampaikan kekesalan mereka
Hanif berusaha menenangkan mereka sementara ustadz Ghifari dan Kai hanya terdiam, betul apa yang disimpulkan oleh ustadz Ghifari tadi jika amang iwan hendak memfitnah dirinya.
"Semuannya diam dulu"ucap kai dengan tegas
perlahan yang riuh tadi akhirnya terdiam juga "Apa buktinya ustadz Ghifari yang melakukan itu"tanya kai Burhan
Amang iwan mulai kembali berbicara menjawab pertanyaan kai Burhan "Semenjak ustadz ini datang kekampung kita, Ria jadi tidak waras kai setiap hari yang disebut cuma nama ustadz ini sampai sampai Ria ulun (saya) pasung dirumah"jelas amang iwan namun sepertinya ia belum selesai berbicara
Ustadz Ghifari tetap diam ia seolah menunggu saat yang tepat untuk memulai berbicara "wan"ucap kai Burhan
"yang ikam (kamu) ucapkan tadi harus ada bukti yang kuat aku takutan (khawatir) kalau buktinya tidak ada ini bisa menjadi fitnah dan tentu merugikan ustadz Ghifari "jelas kai yang berusaha tenang walau ia sudah mengetahui jika semua ini hanyalah permainan amang iwan saja
"Kai lebih percaya dengan pendatang ini dari pada ulun(saya)yang orang asli kampung sini"bentak amang iwan
"Mau pendatang atau warga kampung aku kada (tidak) peduli yang aku percaya orang yang berkata jujur"jelas kai Burhan
"jadi kai menyambat (mengatakan) ulun (saya) berbohong "jawab amang iwan kali ini ia tidak bisa bersabar lagi sepertinya kai Burhan tidak berpihak kepadanya, sambil berdiri ia menujuk ustadz Ghifari "eh ikam (kamu) kalau memang benar bukan ikam (kamu) yang memelet anakku ayo kita buktikan, kerumah anwar sekarang kita biarkan kami menggeledah rumah itu kalau tidak ada bukti yang didapat disana aku siap diusir dari kampung ini"Amang iwan yakin sekali dengan ucapannya sebab ia belum mengetahui jika rencananya sudah bukan rahasia lagi.
__ADS_1
"Bagaimana ustadz, apa boleh mereka kerumah? "tanya kai Burhan
"silahkan kai"jawab ustadz Ghifari dengan tenang, semunya pun beranjak dari duduk dan mengikuti ustadz Ghifari yang jalan terlebih dahulu, diposisi paling belakang amang iwan tersenyum puas saat warga serta kai dan Hanif mempercayai perkataannya.
...****************...
Eva keluar dari rumah mengendap endap ia berlari kecil sambil melihat situasi kampung yang tenang dengan langkah hati hati EVa menuju belakang rumah amang iwan dengan pelan Eva meraba pintu dapurnya dan mencoba mendorongnya "terkunci"gumam Eva
Saat Eva hendak mecari jalan lain jin yang menjelma menyerupai Ria muncul dihadapannya"jangan ikut campur"suara itu terdengar ditelinga Eva tiba tiba sebuah batang pohon yang lumayan besar jatuh dihadapan Eva beruntung ia sempat menghindar hingga batang pohon itu tidak melukainya
makhluk itu menghilang dari hadapan Eva "kemana kamu "teriak Eva namun makhluk itu hilang tak kunjung muncul lagi, Eva hendak pergi mencari namun tiba tiba pintu dapur yang awalnya terkunci terbuka dengan sendirinya, langkah Eva terhenti ia menatap lekat pintu itu ada sosok wanita paruh baya terlihat samar samar "Tolong Ria"suara itu didengar Eva lalu bayangan itu menghilang
Eva bergegas masuk kedalam rumah.
>>>>>
Rombongan amang iwan yang dipimpin oleh ustadz Ghifari tiba dirumah amang anwar "Buka pintunya ustadz "ucap seorang warga sesaat setelah mereka tiba didepan pintu
Ustadz Ghifari mengeluarkan kunci yang ada disakunya dan membuka pintu dengan kunci itu, baru saja pintu dibuka amang iwan dan warga segera masuk mendahului ustadz Ghifari "Silahkan kai"ucap ustadz Ghifari mempersilahkan kai Burhan untuk masuk
Warga dan amang iwan sudah memulai pencarian mereka tanpa aba aba dan rasa hormat sedikitpun bahkan mereka tidak segan mengobrak abrik rumah amang anwar yang ditempati ustadz Ghifari.
"Bagaimana? "tanya kai Burhan saat mereka yang tidak menemukan benda apa pun yang mencurigakan dirumah itu.
"Tidak ada apa apa kai"jawab seorang warga
Amang iwan tidak diam saja"Tunggu dulu kamar ini kan belum"ucapnya sambil menunjuk kamar tidur ustadz Ghifari
__ADS_1
"Silahkan kalau merasa masih ada yang mengganjal, saya tidak keberatan "jawab ustadz Ghifari
dua warga dan amang iwan masuk kedalam mereka memulai pencarian benar saja tidak ada apa apa didalam kamar itu, aman iwan merasa kebingungan ia ingat betul jika tadi malam mantra itu sudah diletakkan dilemari ustadz Ghifari tapi bagaimana bisa benda itu tidak ada ditempatnya saat ini