
Pagi menyambut ustadz Ghifari baru pulang dari masjid ia berhenti sejenak dihalaman depan rumah amang Anwar masih terngiang ngiang diotaknya penampakan tadi malam
langkahnya terasa berat namun ia tak punya pilihan, ini pertama kalinya ia melihat makhluk seperti itu tapi jika ia takut maka akan ada makhluk lain yang datang untuk menakut nakuti agar melemahkan imannya
"Bismillah" ucap ustdz Ghifari
Ia dengan pasti melangkah masuk kedalam rumah,berkali kali ia menguatkan hati agar tak takut
...----------------...
Ghifari pov
Aku masuk kedalam rumah, sulit bagiku melupakan wujud makhluk itu, sebab ini pertama kalinya aku bisa melihat hal seperti itu
Setiap apa yang bergerak dirumah ini seperti horden yang tertiup angin serta kucing yang tiba tiba lari kufikir jika makhluk itu yang datang lagi hingga rasanya lebih baik untuk sementara aku tidak pulang dulu, berada dimasjid itu lebih baik.
"aaaaa"
dengan langkah cepat aku keluar dari rumah namun aku jatuh terduduk setelah sebuah suara memanggilku.
"Ustadz"ucapnya
Eva menatap heran padaku yang terduduk ditengah pintu karena terkejut melihat nya yang tiba tiba datang tanpa ada suara "ustadz kenapa? "tanyannya
Aku merasa malu dan salah tingkah hingga tak satu kata pun yang bisa keluar dari mulutku untuk menjawab pertanyaan nya
"Ya sudah, ini dari Nini siti buat ustdaz sarapan" Eva mengulurkan sebuah rantang susun dengan aroma yang menggiurkan tercium keluar dari dalam rantang "Terima kasih" ucapku dengan suara sedikit bergetar
"Eehhheeemmm maksud saya terima kasih dan maaf sudah merepotkan" kuulang lagi perkataanku sebab rasanya hilang wibawaku jika menjawab dengan suara yang gemetar seperti itu
Eva hanya mengangguk "saya permisi, assalamualaikum " ucapnya namun ia seakan melihat sesuatu didalam rumah namun Eva tak ingin mengatakannya padaku tapi aku yakin pasti ada yang tidak beres dengan rumah ini.
Aku pun pergi juga setelah menutup pintu, aku duduk diteras masjid untuk menyantap sarapanku, selesai sarapan ku sibukkan diri membersihkan seluruh bagian dalam masjid termasuk kamar marbot yang belum selesai diperbaiki
Harapanku hanya satu saat menatap kamar yang tak begitu luas ini, semoga ini segera selasai jadi selama aku mengabdi dikampung ini disini lah tempat ku berteduh "Ya allah kuatkan HambaMU yang lemah ini" pinta ku sambil mengangangkat kedua tangan memanjatkan do'a
__ADS_1
Setelah waktu sholat dzuhur telah usai aku masih berat untuk pulang" tadi saja aku harus mandi dimasjid masa sholat Ashar nanti mandi disini lagi, terus baju gantinya"aku bergumam sendiri "ah aku makhluk Allah dia pun ciptaan Allah buat apa takut" kubulatkan tekat supaya iman tidak lemah dan keberanianku muncul kembali.
Aku memutuska untuk pulang menunggu waktu ashar sebab mulai hari ini anak anak yang mengaji akan datang setelah ashar
"Alhamdulillah " batinku mengucap syukur saat melihat Hanif berdiri didepan rumah "Assalamualaikum " ucapku
"waalaikumsallam " jawab Hanif "Dari mana ustdaz" ia bertanya sambil menatap rantang yang kutenteng
"Dari masjid, habis bersih bersih "jawab ku "silahkan masuk" sambungku lagi
Kami berdua masuk dan duduk diruang tamu "maaf tidak ada apa apa, saya belum belanja "aku merasa tak enak ada tamu tapi air minum pun tak keluar
"Iya ustadz saya paham"jawab Hanif
"Ada perlu apa kamu datang kesini nif? "tanyaku
"ini ustdaz, berhubung kedaan kampung sudah membaik saya dan sari punya ide bagaimana anak anak sekolah kita mulaikan saja proses belajar mengajarnya sebab sudah terlalu lama mereka libur"
"Tapi siapa yang akan mengajar, guru guru sudah pergi dari kampung ini" tanyaku lagi
"Bagaimana kalau kita saja, saya, Sari,ustadz dan Eva" usul Hanif oke juga dalam batin kuberkata
"Iya, ustadz ada benarnya kita bicarakan saja dulu kepada Kai Burhan" ucap Hanif
"Ya sudah ,ayo kalau begitu kita kerumah Kai Burhan" pintaku yang langsung diiyakan oleh Hanif
kami bersama sama menaiki sepeda motor masing masing, sampai dirumah kai Burhan ternyata kai sedang duduk didepan Rumah "Allhamdullilah" ucap ku saat melihat kai Ada dirumah beliau tidak sedang dikebun
"Assalamualaikum " ucap kami serentak
"Waalaikumsallam " jawan kai Burhan "silahkan ustadz, mari duduk didalam" ucapnya
Kamipun masuk kedalam rumah, suasana terasa sepi "tunggu setumatlah (sebentar) "ucap kai Burhan
Ia masuk kedapur lalu tak lama keluar dengan membawa nampan berisi air teh hangat "Aduh kai ,saya jadi merepotkan kai" aku merasa tak enak melihat orang yang lebih tua yang menyiapkan hidangan untuk kami
__ADS_1
"seharusnya bilang sama Hanif aja kai, biar Hanif yang bikinkan" ucap Hanif
"Udah ini buatan Nini sama Eva tadi sebelum mereka kepasar" bantah Kai agar kami tak merasa sungkan"silahkan diminum tehnya"
Kami pun menyeruput teh yang sudah tak begitu hangat lagi dan pisang goreng yang sudah tak begitu panas
"Ada apa ini datang siang siang kesini? berdua lagi" tanya Kai Burhan
Kami terkekeh lalu kembali fokus pada tujuan utama"ini kai, Hanif ada saran untuk anak anak kampung yang dimana sekarang keadaan kampung sudah stabil"aku terhenti sebentar sambil meminta ijin dari Hanif untuk melanjutkan
Hanif menjulurkan tangan tanda mengiyakan permintaan ijinku "jadi kami ingin membuka kembali sekolah dan memulai proses belajar mengajar"sambungku
"lalu siapa yang menjadi guru? "tanya Kai Burhan "dikampung ini guru guru nya sudah pergi semua"jelas Kai Burhan
"Biar kami yang menagajar sementara kai" jawab Hanif
Aku mangguk mangguk tanda meniyakan "siapa saja? "tanya Kai Burhan
"Saya,Sari,Eva dan ustadz Ghifari " jawab Hanif
"kalau begitu ajak juga anak Amang Iwan yang kembar itu, yana dan yani" pinta Kia Burhan "mereka jua (juga) seumuran dengan kalian"sambung kai
sebenarnya aku belum mengenal mereka tapi ku iya kan saja, sebab ada benarnya kata kata kai Burhan rasa rasanya kami berempat tidak sanggup harus mengajar semua mata pelajaran.
Cukup lama kami berbincang bincang hingga Nini dan Eva pulang dari pasar, keduanya diantar oleh angkot yang disewa "Banyak jua tokarannya (banyak juga belanjaannya) "Gumam kai Burhan
Kami semua keluar dan membantu mengangkat barang belanjaan, selesai kami lalu kembali pulang, sebenarnya hanya aku dan Hanif yang pulang sebab waktu sholat Ashar akan segera tiba.
Selesai Sholat aku mengajar anak anak mengaji dibantu oleh Eva sebelum pukul lima semuanya sudah selesai "Ustadz " panggilnya
ia menenteng sebuah kantong plastik dan sekarung beras yang beratnya 5kg"ini bahan bahan makan buat dirumah"ucapnya sambil menyerahkan padaku
Aku segera mengambilnya lalu Eva segera pergi "Assalamualaikum " ucapnya
"Waalaikumsallam " jawabku
__ADS_1
"Ustadz, jangan bakar terasi saat senja" ucapnya
aku tak mengerti lalu kuangguk kan saja perkataanya.