
Pagi nan indah langit kuning keekamasan matahari mengintip diperaduannya kokok ayam bersauhutan ,udara terasa sejuk embun membasahi dedaunan.
"Ka Eva ayo kita jalan" ajak Sari
"mau kemana? " tany Eva yang masih sibuk memebersihkan tempat tidur
"keliling Desa aja liat liat biar gak bosan dirumah"
"ya udah ayo"
setelah berpamitan mereka pun berjalan menyusuri jalannan yang hanya beralaskan semen tak ada aspal yang membalut jalanan.
>>>>>
"Bang Hanif" panggil Sari melihat Hanif yang baru keluar dari rumahnya.
"iya" Hanif menghampiri Sari dan Eva
"mau kemana bang?"
"mau kerumah kai Burhan,tapi gak jadi"
"ooo,, kenapa? "
"mau ngasih ini aja sama Eva" sambir menjulurkan tangannya yang memegang kartu gsm
"apa ini" tanya Eva
"disini hanya kartu merk ini yang ada sinyalnya kalau merk lain gak ada"
"buat aku"
"iya kamaren pas kamu baru datang aku liat kamu nyari sinya sampai majat pohon segala"
wajah Eva memerah karena malu rupanya Hanif melihat kelakuannya berapa hari yang lalu, Sari tak mampu menahan tawanya ia terbahak bahak mendengar penuturan Hanif.
__ADS_1
"udah ah" ucap Eva menahan malu
"sayang banget aku gak liat ka Eva pas lagi manjat pohon" ejek Sari masih tetap tertawa
"buat apa juga,,, oiya makasih ya? harus bayar berapa ini? "
"iya sama sama, gak usah bayar hadiah buat kamu" ucap Hanif datar
"cie cie bang hanif "
"udah sar, ayo kita pulang "
"iya lebih baik kalian pulang aja, jalannya gak usah sampai hulu "
"iya bang hanif kita pulang dulu ya assalamualaikum "
"waalaikumsallam "
"makasih ya nif, assalamualaikum "
keduanya pun meninggalkan Hanif yang masih mematung dipinggir jalan memantau Eva dan Sari yang semakin menjauh.
"sar"
"kenapa ka? "
"kamu tau-, gak usah deh gak jadi" Eva mengurungkan niatnya bertanya pada sari
_____
"assalamualaikum " ucap mereka kompak
"waalaikumsallam " kok sudah pulang tanya ni siti
"udah sampai ujung ni, kata bang hanif gak usah kedarat( sebelah hulu desa) "
__ADS_1
"iya gak usah apa juga yang dilihat disana "
sesampai dikamar Eva merasa penasaran kenapa mereka dilarang kebagain hulu desa.
"kenapa ka" tanya sari melihat Eva melamun diatas kasur
"kenapa kita gak boleh kebagian hulu kampung Sar? "
"ooo disana ada rumah bi iis"
"kenapa ?"
"takutnya dia tau ka Eva bisa lihat yang begituan, "
" memang kenapa ? "
"dulu pas dia tau bang Hanif bisa liat dia pas lagi kumat dia marah bahkan bang Hanif setiap malam dia kejar pas pulang dari musolah,iih serem" sari sampai bergidik ngeri menceritakannya.
"trus sekarang gimana"
"sama bang hanif didatangi rumahnya acil. (bibi) iis bang hanif ancam kalau masih ganggu dia, bang hanif akan bilang kesemua orang kampung kalau kuyang yang sering muncul dikampung ini adalah acil (bibi) iis"
"trus? "
"ya besoknya udah gak ada lagi dan bang Hanif menepati janjinya gak pernah cerita sama orang orang, tapi akhirnya terbongkar sendiri"
"kok bisa dari mana orang orang kampung tau"
"ada yang liat pas malam malam kuyang keluar dari atap rumahnya ,waktu itu ka puput tetangganya acil (bibi) iis mau melahirkan"
"oooo, kenapa warga gak bertindak sar? "
"yah mau gimana lagi, dia juga dapat ilmu itu dari leluhurnya,dia juga cuma korban karena ibunya susah menemui ajal karena ilmu itu tidak diwariskan, jadi acil (bibi) iis terpaksa jadi media ilmu hitam itu agar ibunya tidak tersiksa antar hidup dan m*t*."
Terimakasih telah mendukung karya Author mohon untuk like komen . Terimakasih
__ADS_1