PAMALI

PAMALI
SANIA NARTI


__ADS_3

PAMALI>>SANIA NARTI


Hanif terdiam saat mendengar perkataan Sari 'Narti'batin Hanif berkata


'Abang ada bertemu Narti? 'tanya sari


Hanif mrngangguk 'Tadi siang'ucap Hanif pelan 'kenapa Narti? 'Tanya Hanif pada Sari


>>


Flashback beberapa tahun silam


Sari kecil tengah bermain dibelakang sekolah bersama teman teman yang lain tidak jauh dari tempat mereka bermain ada sebuah sumur tua yang tutupnya terbuka, ditengah permainan sari menuju sumur itu untuk mengambil air dengan ember yang ada diatas sumur 'Sar,, jangan nanti jatuh'ucap salah seorang teman


sari tidak menghiraukan, suara bel tanda pulang berbunyi anak anak yang bermain berhamburan kembali kekelas untuk mengambil peralatan sekolah terkecuali Sari yang masih berada diatas sumur yang muaranya ditutupi kayu ulin.


'Sari 'panggil Narti yang melihat sari diatas sumur mencoba meraih sesuatu dari dalam sumur


'ka Narti 'sapanya


'kenapa'tanya Narti padanya


'embernya jatuh'keluhnya pada Narti


'Aku akan membantumu'ucap Narti


keduanya bertukar posisi namun belum sempat Narti mengambil ember Sari dipanggil seseorang 'sari'


Sari segera menoleh dan berlari menghampiri orang tersebut dan melupakan Narti yang ingin membantunya ,nahas Bagi Narti yang menjulurkan tangan kirinya untuk mengambil ember didalam sumur sebab tangan kanannya yang bertugas menopang tubuh mungilnya justru tak dapat lagi bertahan dan membuat tubuhnya terjatuh kedalam sumur.


flashback off


>>>


'Nif,, Eva'ucap Kai Burhan yang terlihat serius


'Ka Eva'lirih sari

__ADS_1


Hanif menatap sari seolah meminta persetujuan Sari untuk menghampiri Eva, Sari mengangguk pelan tanda mengiyakan


Hanif bergegas keluar kamar, Sari pun perlahan juga ikut mengekor pada Hanif


Didalam Kamar Eva duduk wajahnya sedikit pucat tapi keringat yang bercucuran sudah berhenti 'kai'ucap Hanif yang baru saja masuk kekamar Eva


Nini duduk diujung katil Eva menatap khawatir pada gadis yatim piatu itu, Eva perlahan mengangkat wajahnya menatap Hanif suara nya sedikit parau namun ia paksakan untuk tetap berbicara 'Narti datang'ucapnya dengan suara lemah dan parau


Hanif mendekat ia duduk dikursi didekat kasur kai Burhan mengalah menjauh agak Hanif dapat lebih dekat, ini kali pertama Hanif bisa melihat wajah Eva sedekat ini setelah pernikahannya dengan Sari, wajah pucat pasi gadis itu membuat hatinya bergetar dan pedih 'iya, apa yang Narti katakan? 'tanya Hanif


'Sumur,, dia terkubur disumur belakang sekolah'lirih Eva


Sari yang ada diambang pintu menutup mulutnya air mata terjun bebas membasahi pipinya, ia sungguh tidak menyangka jika Narti yang selama ini dikira hilang oleh seluruh warga kampung justru terkubur disumur tua dibelakang sekolah dasar itu,tempat dimana terakhir mereka bertemu.


Tidak ada yang tau dan tidak ada yang menemukan tubuh mungilnya hingga bertahun tahun lamanya.


...****************...


Hanif dan Kai Burhan duduk berhadapan wajah keduanya serius memikirkan sesuatu 'Bagaimana kalau Eva salah'ucap Kai Burhan


'Tapi saya juga melihat arwah Narti kai'bela Hanif


'Tapi,, tidak ada salahnya jika kita coba mencari lagi'pinta Hanif


'Tidak, jangan Nif ini terlalu beresiko bisa terjadi fitnah'sangkal Kai Burhan


'Bagaimana kalau Eva benar, ini juga menjadi kabar baik untuk keluarganya Narti 'bujuk Hanif 'kita libatkan polisi agar tidak ada fitnah kai'tambah Hanif lagi


Kai Burhan berfikir keras tentang permintaan Hanif tapi ia tau betul jika ada yang tidak beres dengan hilangnya Narti dulu, 'Kai? 'Hanif berusaha meminta persetujuan Kai Burhan


'Maaf Nif, kai tidak bisa membantumu dan Eva kali ini 'Kai beranjak dari duduknya hendak meninggalkan Hanif 'abaikan saja arwah itu dan jangan ungkit lagi masalah Narti'ucap kai Burhan tegas dan segera berlalu pergi meninggalkan Hanif


Sari yang menguping dari balik dinding kamar perlahan keluar dari tempat persembunyiannya mendekati Hanif 'Bang Hanif'ucap sari pelan


Hanif menatap sari seolah bertanya apa yang ingin dikatakan sari 'Ada apa? 'tanya Hanif wajahnya terlihat putus asa saat tidak mendapat dukungan dari kai Burhan untuk mengungkap kasus Arwah Narti mendiang temannya semasa kecil


'Sari rasa kai ada benarnya'ucap Sari

__ADS_1


Hanif menatap sari lebih dalam seakan mencari kesungguhan dari ucapan Sari


'kenapa? apa alasannya? 'tanya Hanif


'kejadian itu sudah lama dan orang tua Narti juga tidak ada dikampung ini'jelas Sari dengan hati hati


Hanif berdiri ada rasa marah dihatinya 'kalian tidak akan bisa mengerti apa yang kami rasakan 'ucap Hanif dan berlalu pergi meninggalkan rumah kai Burhan


'Kami'lirih sari


Ia paham kami yang dimaksud Hanif adalah dirinya dan Eva.


...****************...


Hanif berjalan kaki menyusuri jalanan kampung menuju sebuah rumah yang tidak begitu jauh dari rumah orang tuanya yang kini ia dan Sari tempati 'Assalamualaikum 'pekiknya


salamnya langsung dijawab oleh penghuni rumah 'waalaikumsallam, nif silahkan masuk'ucap seorang pria paruh baya


Hanif menolak dengan halus 'Disini saja mang 'jawab Hanif


'Ada apa Nif? 'tanya pria bernama muklis itu


'saya mau tanya alamat atau nomor telpon amang Anwar 'jawab Hanif langsung pada inti maksud kedatangannya berkunjung kerumah amang muklis itu


'Maaf Nif, Amang tidak tau dimana alamat anwar dan keluarga sekarang tinggal dan sudah setahun lebih kami putus kontak nomor telponya sudah tidak aktif lagi'jelas Amang muklis pada Hanif


Pupus lah sudah harapan Hanif jika kawan baik amang Anwar seperti amang muklis saja sudah putus kontak kemana lagi ia harus mencari keberadaan keluarga amang Anwar untuk meminta ijin mencari lagi keberadaan Narti anak kedua amang Anwar yang hilang bertahun tahun silam.


Hanif berjalan gontai pulang kerumahnya sementara itu Amang muklis segera menutup pintu rumahnya dan menguncinya rapat.


...****************...


Kai Burhan terlihat terburu buru mengemasi beberapa pakainnya kedalam tas berukuran sedang 'mau kemana kai? 'tanya Nini siti yanh melihat suaminya berkemas


'Ni,, jaga Eva dan Hanif jangan sampai ada yang mengungkit masalah Narti sampai Kai datang'pinta kai Burhan pada istrinya


'Narti 'ucap Nini siti bingung 'Narti anak Anwar? '

__ADS_1


Kai hanya mengangguk dan segera berpamitan pada Nini siti, langkah Tua nya keluar dari huniannya bersama istri diluar sudah ada Amang muklis menunggu diatas sepeda motornya,


Nini menatap kepergian kai Burhan dan muklis yang entah kemana mereka pergi sementara dibalik pintu kamar Sari menguping pembicaraan kai dan Nini ,ia bertanya tanya kemana kai Burhan sebenarnya pergi dan kenapa kai meminta untuk tidak mengungkit ungkit masalah Narti sampai ia kembali.


__ADS_2