
sudah tiga minggu Eva tinggal dikampung hari harinya dihabiskan dengan membantu sari dan nini dirumah terkadang juga ikut sari dan Hanif mengajar mengaji dilanggar.
satu minggu sudah kejadian mengerikan berlalu Eva tak terlihat diganggu oleh makhluk apapun lagi haru harinya terasa tenang seminggu ini.
>>>>
Hari ini ada seorang dokter yang bertugas dipuskesmas, dokter Iksan namanya, ia akan tinggal dirumah mang ridwan untuk sementara sampai rumah dinas disamping puskesmas selesai dibangun.
"Hanif " panggil Eva
Hanif yang tengah mengantar dokter muda itu berkeliling kampung berhenti mendengar namanya dipanggil.
"ini" Eva menyerahkan tasbih pada Hanif
"buat saya" menerima pemberian Eva
"iya, minggu depan saya mau pulang,ini kenang kenangan buat kamu"
"oya, kamu sudah mau pulang? "
"iya, nunggu ayah jemput,ya sudah aku masuk dulu"
"assalamualaikum, "ucap Hanif
" waalaikumsallam " jawab Eva yang tengah berlari kecil masuk kekediaman kai Burhan
Hanif bergantian menatap Eva dan tasbih ditangannya bibirnya tersenyum getir.
"siapa nif ?"tanya Iksan penasaran
"Eva cucunya kai Burhan" jawab Hanif
__ADS_1
"Bukan.,maksudku pacar kamu ? "
"oo Bukan cuma teman"
"sayang cantik cantik gak ada yang punya" gumam Iksan
>>>
Hanif PoV
Aku dan Iksan kembali kerumah mang Ridwan setelah lelah berjalan keliling kampung, tak banyak yang dilihat dikampung ku ini, kampung kecil ditengah kebun sawit yang menjadi langganan banjir jika musim hujan datang, namun sangat nyaman penduduknya yang ramah dan jauh dari kebisingan biasa ditemukan dikota.
kami duduk diteras rumah mang Ridwan mengobrol ringan.
"Apa mata pencaharian penduduk disini nif ?" tanya Iksan padaku
"yang muda biasa kerja dikebun sawit milik perusahaan, yang tua biasanya menyadap karet,berkebun atau mengurus kebun sawit pribadi" jawab ku
"alhamdulillah yang sepantaran denganku banyak yang melanjutkan sekolah hanya satu dua orang saja yang memilih berkeluarga"
"alhamdulillah, berarti banyak calon calon yang akan memajukan Desa nantinya" ucap Iksan yang kujawab dengan mengamini agar dikabulkan oleh yang maha kuasa.
kami asik mengobrol hingga tak terasa hari semakin sore, aku berpamitan kembali kerumah membersihkan diri untuk kemusolah sholat berjamaah.
Aku berjalan melalui kebun disamping rumah mang Ridwan terlihat jelas pohon mangga tua itu dari pinggir jalan.
"Haniffff"
Aku menoleh kearah kebun mendengar suara menggema memanggil namaku tak ada siapa siapa disana bahkan yang sering diatas pohon itu pun tak terlihat disana.
"Toloonggggggg" teriak seseorang menggema namun hanya aku yang mendengarnya terlihat dari tidak ada yang perduli pada teriakan itu.
__ADS_1
"jangan didengar bawa Eva pergi secepatnya dari sini" ucap bi iis yang tiba tiba muncul entah dari mana matanya tak lepas memandang kearah kebun
"maaf bi iis, saya pulang dulu assalamualaikum " ucapku langsung berlari meninggalkan bi iis
>>>>
Iksan Pov
"siapa Eva itu pak ?" tanya ku pada pak Ridwan
"Eva yang mana ya? " pak Irwan balik tanya
"itu pak yang tinggal dirumah kakek Burhan " jelas Iksan
"oooo itu sepupunya sari "
"lah Sari siapa lagi pak ?"
"cucunya Kai Burhan, Eva itu juga cucunya dia bukan asli sini, cuma mampir buat berobat "
"sakit apa pak ?"
"Bukan penyakit ,tapi kata orang dia bisa melihat makhluk halus " bisik pak Ridwan
"wah yang betul pak? " tanya Iksan tak percaya
"iya, Ada yang bilang dia hampir kerasukan pas bertamu kerumah pak Lurah"
"Hampir? "
"iya hampir,dia itukan keturunan dukun nenek moyangnya dulu dukun hebat didaerah ini mungkin saja dia menuruni ilmu para datu datunya dulu,makanya setan tidak bisa merasukinya"
__ADS_1