PAMALI

PAMALI
Darah keturunan terakhir bagian 3


__ADS_3

sari pov


Hari sudah pagi matahari mulai merangkak naik,kami semua duduk diruang tamu termasuk ustadz Ghifari


wajah kami semua terlihat lelah karena semalaman tidak tidur, diluar rumah masih sepi belum banyak yang mau keluar rumah


"seperti nya, ini bukan akhir dari segalanya" ucap ustadz ghifari memecah keheningan


"maksud ustadz? " tanya Bang Hanif penasaran


"sepertinya ini adalah sesuatu yang harus Eva selesaikan sendiri,tidak dengan campur tangan orang lain"jawabnya


kami semua kebingungan "bisakah ustadz jelaskan, kami tidak paham" Aku akhirnya bertanya juga


"Eva sengaja dibawa kealam sana untuk jasadnya diisi oleh makhluk itu tapi dia dihalangi oleh sesamanya yang membela Eva yang lebih berpihak pada Eva, kita tidak bisa ikut campur dalam masalah ini karena bisa membahayakan jiwa kita semua"jelas ustadz ghifari


"lalu apa yang harus kita lakukan? "tambah bang Hanif


"Eva harus kembali kealam itu sendiri dengan suka rela bukan karena ulah makhluk itu agar dia bisa menyelesaikan urusannya"


kami terdiam mendengar penjelasan ustadz Ghifari, siapa yang bisa menjamin semua akan baik baik saja setelah apa yang terjadi tadi malam,


"Eva sudah siap" suara lirih itu mengagetkan kami semua yang ada diruang tamu


"ASTAGFIRULLAHALAZIM" pekik kami bersamaan


Ka Eva berdiri dengan wajahnya sedikit terlihat segar memakai baju dan jilbab yang longgar,ia begitu terlihat sangat cantik.


sari pov End

__ADS_1


...----------------...


Eva ****pov


Aku**** membuka mata samar samar kudengar suara yang begitu asing ditelinga ku, perlahan aku bangkit dari tidur menatap telapak tangan "benda ini nyata" batinku melihat pemberian kakek tua itu masih kugenggam erat


kuganti baju dan memakai jilbab tak lupa menatap diriku dipantulan cermin, masih nampak pucat namun sedikit lebih baik,dibalik pintu kamar masih terdengar jelas apa yang mereka bicarakan "mereka membicarakanku"


Saat aku keluar mereka semua diam, sepertinya tidak menyadari jika aku ada didekat mereka, betul saja saat aku bicara mereka semua seperti melihat hantu.


Aku berdiri menatap mereka "siap untuk apa? "tanya seorang pria yang lebih santai dari yang lainnya, aku tidak mengenal pria itu tapi aku ingat wajah ini yang tadi malam kulihat saat aku sadar.


"untuk ini" ucapku sambil menunjukkan pemberian kakek dikampung siluman


Semua orang merasa heran namun aku yakin pria itu dan Hanif pasti paham maksudku "ini terlalu berbahaya" betul kata ku Hanif pasti paham maksudku dan dia mulai berbicara "untuk menjemput kamu kembali kealam ini saja sulit dan kamu ingin kembali lagi kesana, biarlah kita cari jalan lain" jelasnya


Kai dan Nini hanya diam begitupun sari mereka dalam kebimbangan "aku sedang tidak minta izin nif, dan aku tidak ingin berdebat" jawabku dengan pasti


"itu lebih baik, dari pada harus berdiam diri" balasku dengan keyakinan penuh


pria itu nampak berfikir sejenak tentang ucapanku"kalau begitu biar saya hubungi guru -guru saya untuk membantu kita" ucapnya


Alhamdulillah akhirnya ada yang berpihak padaku, meski wajah semua orang khawatir tapi aku bisa tersenyum lega saat mendengar ada yang mau membantuku, karena aku pun tidak paham harus seperti apa dan bagaimana caranya untuk kembali kelama itu lagi dan bagaimana cara mencari pria tua itu.


Eva pov end


...****************...


Author pov

__ADS_1


Hari semakin sore, sudah berjam jam yang lalu Hanif dan ustadz Ghifari pergi dari rumah kai Burhan untuk menemui dan menjemput guru dari ustadz Ghifari untuk membantu mereka dalam menyelesaikan masalah Yang tengah dihadapi Eva


meski sudah lama pergi mereka belum kembali juga,hari sudah semakin sore Eva duduk diteras rumah menatap sendu kampung yang sepi waktu baru menunjukkan pukul setengah lima namun sudah tidak ada satu orang pun yang mau keluar rumah.


Eva duduk diteras serasa berada didesa yang mati tak berpenghuni, masjid sudah tak lagi ada yang datang untuk sholat sepi itu lah kata yang sesuai."ini tidak benar" gumam Eva Ia bangkit lalu masuk kerumah menemui kai Burhan "Ada apa Va? " tanya kai yang melihat Eva berdiri menatapnya penuh tanya


"Ayo kita sholat dimasjid" pinta Eva


"sudah hampir seminggu ini kai tidak bisa ke masjid " ucap kai Burhan sambil menunjukkan luka dikakinya seperti terbakar "semua orang dikampung dipasang tali dari besi ini oleh pria tua g*la itu kalau kami kemasjid atau meninggalkan kampung ini tali akan menyala menjadi api dan membakar kaki kami"Eva terdiam namun matanya menunjukkan amarah


ilmu apa yang didalaminya dan iblis macam apa yang merasuki orang itu sampai bisa membuat sihir yang seperti itu bahkan menghalangi orang untuk beribadah, mungkin ini lah sebabnya tidak ada yang keluar rumah baik yang bekerja atau warga yang ingin pindah keluar dari kampung ini.


"Hal apa yang membuat ibl*s itu ingin sekalian mengusaiku" gumam Eva belum bisa memecahkan masalah ini


Ia tidak menyadari jika ibl*s itu bisa menggunakan tubuh Eva,maka ia bisa mengendalikan penduduk kampung siluman dan tentunya makhluk yang lain pun akan tunduk dibawah perintah Eva yang jiwanya sudah ditukar dan kampung ini pun bisa menghilang menjadi tidak terlihat mata seperti kampung siluman saat ini dan yang juga mengubah semua penduduk nya menjadi siluman.


Itulah mengapa banyak makhluk lain yang menghalangi niatnya dan melindungi Eva yang merupakan keturunan terakhir dan memiliki ilmu untuk mengendalikan mereka, namun gadis cantik itu tidak menyadarinya, ia hanya mengira jika selama ini ia hanya memiliki kelebihan bisa melihat makhluk tak kasat mata tanpa menyadari jika dia bisa mengendalikan mereka.


......................


Rasa marah mulai menguasai hati Eva, marah pada pria tua itu dan marah dengan keadaan yang membuatnya semakin sulit berfikir ditambah lagi hingga matahari terbenam Hanif dan ustadz Ghifari tak kunjung datang.


Eva mulai gelisah, begitupun Sari yang berkali kali mengintip keluar rumah namun hanya terlihat kampung yang sepi tidak ada tanda tanda akan kedatangan Hanif dan ustadz Ghifari


Malam belum begitu larut namun sepi sudah sangat terasa, suara suara hewan malam mulai terdengar semilir angin yang masuk melalui celah celah dinding rumah terasa dingin, sunyi nya kampung menambah suasana mencekam,keemapt orang dirumah kai Burhan terdiam tak bergeming saling pandang.


BBrruuakkk ...


...****************...

__ADS_1


Hai readers semua maafkan author yang lupa update,ternyata sudah 3 hari naskahnya disimpan dan tidak diupload maafkan ya,


selamat baca semuanya


__ADS_2