
Perjalanan selama 2 jam dari kota kekampung dilalui Eva dengan penuh bahagia, rasa penasaran dan rindu bercampur aduk dalam hatinya.
Ia semakin bersemangat saat mobil yang membawanya memasuki kawasan kampung halaman mendiang ibunya, dari ujung jembatan sudah nampak rumah kai Burhan yang masih sama seperti pertama kali ia datang.
"yang mana ding rumahnya? "
"itu mang, yang diujung jembatan" jawab Eva sambil menunjuk sebuah rumah yang sudah semakin dekat.
Mobil semakin dekat hingga akhirnya berhenti didepan rumah panggung tempatnya tinggal setahun yang lalu,rumah yang penuh dengan kenangan manis dan pahit.
Eva keluar matanya tak lepas memandang rumah tersebut, "Taruh disini aja mang" ucap Eva pada mang supir yang menurunkan koper raksasa miliknya
Ia pun mengeluarkan beberapa lembar uang untuk membayar biaya taksinya "Terimakasih mang " ucapnya sambil menyerahkan ongkos taksi
"Alhamdulillah, sama sama"
Taksi yang mengantar Eva pun putar balik kembali kekota, sementara Eva menggeret kopernya memasuki halaman rumah kai Burhan, namun dibalik rasa bahagia nya bisa kembali kekampung ini lagi, ada tatapan tak suka dari para tetangga kai Burhan yang melihat Eva datang, entah apa yang ada dibenak mereka dan apa yang tengah mereka bicarakan, yang lebih terlihat seperti mencibir kedatangan Eva.
Eva pov
__ADS_1
"Assalamualaikum " ucapku tanpa memikirkan pandangan orang padaku "Assalamualaikum " timpalku lagi karena tak kunjung ada jawaban,kuketuk pintu mungkin saja nini siti ada didapur jadi tidak mendengar salamku.
Berkali kali aku memanggil hingga akhirnya ada jawaban dari dalam rumah "Waalaikumsallam " jawabnya terdengar seperti suara nini siti
Tak lama pintu terbuka menampilkan sosok yang kuanggap seperti nenek kandungku dan sosok yang sangat kurindukan,aku langsung berhamburan memeluknya melepaskan rindu.
"Eva " ucapnya sambil memelukku erat
"iya Ni, ini Eva" jawabku
"Ya Allah cu, apa kabar " tanyanya padaku sambil melepaskan pelukkanku dan memandang wajahku penuh rindu
"Ayo masuk, " ucapnya lagi sambil menuntunku masuk menuju kamar ku dulu
"Kai Burhan mana Ni ?" tanyaku
"Lagi keluar, paling sebentar lagi pulang,Bagaimana kabar Ayahmu? "
Iya, aku lupa memberi kabar pada Nini siti dan Kai Burhan kalau Ayah sudah tiada,aku hanya dapat menunduk sedih dan menceritakan apa saja yang kualami setelah keluar dari desa ini setahun yang lalu ,serta aku pun menceritakan tetang kepergian Ayah yang menyusul mama dan meninggalkan aku sendiri sebagai anak yatim piatu.
__ADS_1
"Yang Sabar ya cu, " ucapnya menguatka ku
"Iya Ni" jawabku sekali lagi kami berpelukan melepas rindu dan saling menguatkan.
Baru kali ini aku merasa tak sendirian semejak ayah pergi, keputusanku tepat untuk kembali kekampung ini walau aku tak tau situasi apa yang akan aku hadapi nantinya, setidaknya untuk saat ini adalah pilihan yang tepat.
"Ni, apa kabar Sari? " tanyaku karena penasaran dengan kabar sepupuku itu
Nini tak menjawab ia terlihat bingung menjawab pertanyaanku,Lalu terdengar suara salam dari luar rumah "Assalamualaikum " ucap Kai yang baru datang
"Waalaikumsallam " ucap kami bersamaan sambil keluar dari dalam Kamar,
Kai Burhan terlihat kaget dengan kedatanganku ia terlihat mematung ditempatnya berdiri bahkan sepatah kata tak mampu keluar dari mulutnya.
Aku perlahan mendekat dan mengulurkan tangan untuk mencium punggung tangannya, "E-va" ucapnya terdengar berat kata itu keluar dari mulut Kai Burhan.
Apa sebenarnya yang terjadi hingga mereka terlihat gugup seperti menyembunyikan sesuatu dariku.
Terimakasih untuk semua pembaca jangan lupa dukung Author terus dengan like dan komen,
__ADS_1