PAMALI

PAMALI
Darah keturunan terakhir end


__ADS_3

Hiks hiks hiks


pundak Eva terguncang suara tangisnya sayup sayup terdengar wajahnya masih menghadap pintu kedua kakinya berlutut "Selamatkan kai, selamat kan kai Burhan" lirihnya


"Ka" panggil sari lembut


Eva tak menjawab dengan perlahan tubuhnya berputar menghadap sari tatapan tajamnya seakan menusuk dan mengoyak ngoyakkan tubuh sari, semakin erat ni siti dan sari berpelukkan tubuh mereka berdua gemetar ketakutan


"Karna kamu kai Burhan hilang, karna kamu juga aku melepaskan Hanif" kata kata pelan dengan penuh penekanan


Eva berdiri matanya tidak bisa dikenali lagi ini bukan seperti tatapan Eva gadis yang lembut dan lugu


Ia berdiri cukup dekat dengan sari yang gemetar ketakutan tangan kanannya menjulur meraih leher sari dan mencekiknya perlahan dan pasti tubuh sari terangkat, ia tidak mampu berkata kata lagi napasnya terasa sesak pendengarannya mulai hilang mata Eva yang ditatapnya tak bergeming


"Va, lepas ini sari va" jelas Nini siti memohon agar Eva melepaskan Sari "sari bisa mati va, tolong lepaskan sari" pinta Nini siti putus asa


Mata Eva beralih menatap Nini siti tatapan tajam itu membuat takut wanita lebih setengah abad itu dan membuatnya mundur perlahan, dengan santai Eva melepaskan cekikannya senyum menyeringai terukir dibibirnya


Sari tergeletak tak sadarkan diri dan Eva pergi meninggalkan rumah kai Burhan, sepeninggal Eva tiba tiba angin kencang menerpa rumah membuat semua pintu dan jendela terbuka lebar daun daun kering berhamburan masuk kedalam rumah


suara tawa menggelegar terdengar diluar rumah, Nini seorang diri ketakutan sambil memeluk sari yang pingsan.


...----------------...


Keempat pria yang tengah berada diluar kampung bisa melihat awan hitam semakin pekat menyelimuti sekitar kampung "apa yang terjadi ustadz? " tanya Hanif dengan wajah yang begitu khawatir


"terus bedo'a semoga semuanya baik baik saja" jawab ustadz Ghifari


keempatnya kembali khusyuk melantun kan ayat ayat suci al'quran memohon perlindungan pada sang maha kuasa.


Hanif dengan tiba tiba berdiri "kita tidak bisa diam disini, kita harus kembali kekampung" ucapnya dengan tegas


Ustadz ghifari ikut berdiri dan memegang bahu Hanif "Nif jangan melakukan hal yang sia sia, kalau kita bisa masuk kekampung sudah sedari sore tadi kita sampai kampung, tapi kita sengaja disesatkan agar tidak bisa kembali kekampung jadi lakukan sebisa kita mudah mudahan segel gaib itu segera terbuka" jelas ustadz Ghifari panjang lebar

__ADS_1


"Jangan buang buang waktu" akhirnya ustadz mizan bersuara juga, wajah serius nya terpampang penuh karisma


semua yang mendengarkan terpana dengan karismanya membuat semuanya diam dan mengikuti titah ustadz mizan


semuanya kembali duduk dan fokus tanpa ada gangguan lagi yang berarti.


...----------------...


Dipasantren para santri dan kia'i serta para ustadz tidak berhenti berdoa bersama untuk keselamatan semua agar masalah ini segera berakhir.


......................


Sebuah kampung yang begitu sepi, gelap hanya lampu lampu obor sebagai menerang jalannya dan lampu templok sebagai penerang rumahnya rumah rumah dikampung ini terbuat dari papan, berlantaikan papan berhatap daun dengan ukuran yang tidak terlalu besar, model rumah panggung khas rumah diarea kebun untuk menghindari penghuni rumah dari serangan hewan hewan buas.


Eva berdiri tegak rambutnya terurai menutup sebagian wajahnya kedua tangannya menggenggam erat ,lalu ia mengeluarkan benda pemberian penghuni kampung gaib dan menyayat telapak tangan kirinya hingga telapak tangan kiri nya berdarah, Eva mengangkat tangan kirinya kedepan lalu mengeluarkan suara teriakan. melengking sambil memeras tangan kirinya hingga mengeluarkan darah segar,


Dengan tanpa aba aba terpaan angin semakin kencang membuka tiap tiap pintu rumah dikampung itu dengan lebar,suara suara yang Eva keluarkan seakan memanggil semua penghuni kampung yang langsung keluar bak orang kerasukkan


Semua penghuni kampung gaib keluar dari rumahnya mulai dari yang muda hingga yang tua semua keluar mendengar panggilan Eva


Dengan ilmu hitam yang luar biasa mengalir ditubuhnya, Eva mampu memanggil semua penghuni kampung gaib


......................


Disebuah gubuk ditengah hutan seorang pria tua dengan mantra mantra nya tidak henti dibacakan dengan bakaran menyan didepannya


mulutnya komat kamit tidak jelas, keringat membasahi tubuhnya tangan tuanya semakin gemetar tak jauh dari pria tua itu kai Burhan terikat didalam sebuah kerangkeng dengan ukuran yang tidak begitu besar


Bbrrruuuaakkk


pintu rumah reot itu tiba tiba terbuka menampilkan siapa yang berada tepat didepan rumahnya, dengan segera pria tua itu terangkat dengan leher seakan ada yang mencekiknya


Pria tua itu terbang langsung tergantung didepan Eva, kakinya tak henti menggelepar lantara nafas yang semakin sesak

__ADS_1


Senyum menyeringai dari wajah Eva "kau bukan tandinganku" ucapnya


pria tua itu langsung terlempar kekerumunan penduduk kampung gaib yang ikut dengan Eva, dalam sekejap tubuh pria tua itu diserap jiwanya hingga meninggalkan tulang belulang


Sesosok makhluk tinggi besar rupanya seperti pria pada umunya hanya saja tinggi nya yang sangat tinggi menatap Eva dengan mata merahnya wajahnya hitam tak dapat dikenali"keluar" teriak Eva


Makhluk itu tidak menampakkan diri dengan penuh "KELUAR" teriak Eva lagi


sambil menunjukkan tangan kirinya dan memerasnya lagi hingga darahnya mengalir keluar ,makhluk itu seolah tersihir ia dengan sendirinya keluar dari tempat persembunyian dan mendekat pada Eva dengan suka rela


Baru saja mendekat makhluk itu langsung diserbu oleh penduduk kampung gaib tubuh yang besar tidak mampu menghalau serbuan penduduk kampung gaib dan akhirnya makhluk itu tumbang dan dengan sekejab menghilang bagai debu yang dihembus angin.


......................


Ustadz syarif langsung berdiri diikuti ketiga orang lainnya"Ayo "ucapnya tanpa aba aba ia langsung membawa sepeda motor dan mengendarainya yang langsung diikuti Hanif,ustadz mizan dan ustadz Ghifari


keempatnya melanju menuju kampung dan benar saja ilmu hitam yang menyelimuti kampung sudah menghilang hingga tidak lama mereka berkendara sudah bisa memasuki kampung.


"Alhamdulillah " ucap Hanif lega


kampung masih sangat sepi Hanif sudah tidak sabar untuk sampai kerumah dari kejauhan Hanif melihat rumah kai Burhan yang semua pintu dan jendelanya terbuka lebar, "Ya allah" lirih Hanif


kendaraan mereka berhenti tepat didepan rumah yang pintunya terbuka lebar "Assalamualaikum " pekik Hanif


suara tangis Nini siti menyambut mereka Hanif segera menghampiri Sari yang tak sadarkan diri "Kenapa Ni? " tanya Hanif


Nini siti tidak sanggup menjawab hanya suara tangisnya yang bisa keluar"Eva dan kai mana? " tanya Hanif lagi dengan perasaan khawatir


"Nif nif, sudah sudah bawa Nini mu kekamar dulu" ucap ustadz Ghifari


...----------------...


Hai para readers semoga semuanya dalam keadaan sehat ya,, dukung terus karya Author pamali jangan lupa like dan komennya.

__ADS_1


Selamat membaca semuanya!!!


__ADS_2