
masalah yang Eva hanif dan ustadz syarif belum juga menemukan titik temu, Eva dengan segenap keteguhannya masih mengabaikan kedua pria itu
Hanif yang merasa ini harus segera diluruskan mencoba berbicara pada Eva "Ada apa? " tanya Eva yang melihat Hanif mendekati pintu kamarnya
"Bisakah kita bicara sebentar? " Hanif kembali bertanya
"Kita bicara diluar" ucap Eva
Hanif berjalan lebih dulu menuju ruang tamu yang ternyata disana sudah ada ustadz Syarif
Hanif dan ustadz syarif duduk bersampingan Eva diseberang mereka "Bicara apa? " Eva memulai pembicaraan
"Apa saya boleh menengahi persoalan ini" tanya ustadz syarif hati hati
Hanif hanya mengangguk, Sementara Eva sejenak berfikir tentang permintaan ustadz syarif "Sebenarnya ada masalah apa ini? " tanya Eva nada suaranya sedikit lebih rendah sepertinya ia menyadari jika masalah ini ada kaitannya dengan dirinya.
"Begini Va, saya harap kamu jangan salah paham dan bisa menerima ini dengan fikiran yang terbuka, seperti yang kamu tau sudah beberapa hari ini Sari pingsan dan belum sadar, saya melihat ini ada hubungannya dengan kamu,,, kamu ditanamkan ilmu hitam kekebalan didirimu entah oleh siapa, orang tuamu atau kakek nenek mu, tapi bukan ilmu kekebalan secara fisik tetapi siapa saja yang menyakiti hati dan fisik mu maka dia juga akan merasakan sakit yang sama dan setelah kejadian dengan dukun itu ada beberapa makhluk yang mengikutimu berusaha selalu ada disampingmu dan mencoba menjadi penjaga kamu,salah satunya makhluk yang kamu liat kemarin, " jelas ustadz syarif perlahan agar Eva tidak salah paham
"Kamu memiliki dendam pada sari " tanay ustadz syarif langsung
"Dendammu itu membuat jin yang ikut denganmu menganggu sari membuatnya tidak sadar sadar"
Eva terdiam, matanya yang berkaca terlihat penuh penyesalan "lalu saya harus bagaimana? " tanya Eva
"Maafkan Sari, lupakan rasa sakit hatimu maka jin itu dengan sendirinya juga akan pergi" pinta ustadz syarif
"Iya Va, maafkan Sari jika dia berbuat salah dan membuatmu sakit, dan aku juga minta maaf mungkin saja aku melukai hatimu secara sengaja atau tidak" Hanif pun meminta maaf
Eva tiba tiba menangis perasaan bersalah muncul dihatinya "Sari maafkan aku,maafkan Ka Eva sar" lirih Eva mengunkapkan rasa bersalahnya
"Nif, maafkan aku, maafkan aku" Eva juga meminta maaf pada Hanif
__ADS_1
"Ustadz saya minta maaf, mungkin ada sedikit dihati saya merasa kesal dengan ustadz, maafkan saya"
"Iya, saya maafkan, saya juga minta maaf mungkin perkataan dan perbuatan saya ada menyinggung kamu" ucap ustadz syarif
Semuanya pun terselesaikan dengan baik, Eva sudah mengetahui akar permasalahannya dan ustadz syarif sudah bisa meluruskan kesalah pahaman yang terjadi.
Keadaan pun kembali normal suasana yang kaku kini sudah mencair, kai Dan Nini yang tengah istirahat dikamar keluar melihat Eva dan Hanif serta ustadz Syarif tengah mengobrol diruang tamu
"lagi meapa(lagi apa)?" tanya Nini siti
"ini lagi meluruskan permasalahan yang ada" jawab ustadz syarif
kedua suami istri paruh baya itu ikut duduk dan berbincang bincang santai,kini kampung sudah aman kesalahpahaman sudah diluruskan tidak ada hal lagi yang membuat ustadz Syarif tetap berada dikampung
Sore Harinya ustadz syarif berpamitan pulang, semua mengantar ustadz Syarif kedepan rumah sementara itu ustdaz Ghifari yang datang menjemput sudah menunggu diatas sepeda motor
...----------------...
adzan maghrib berkumandang lagi, kampung yang sempat terasa mati kini kembali hidup beberapa anak sudah berani keluar rumah untuk pergi kemasjid begitu pun orang orang Dewasa sudah banyak sholat berjamaah dimasjid, meramaikan masjid adalah salah satu cara agar gangguan semacam ini tidak terulang lagi
khuhk khuhk khuhk,,, suara orang terbatuk terdengar dari kamar sari Nini siti dan Eva bergegas mencari tau suara siapa itu
senyum mereka semeringah melihat sari yang sudah membuka matanya "Haus" ucap sari dengan suara yang serak dan lemas
Eva bergegas mengambil air memberikannya pada Nini siti lalu ia kembali lagi kedapur mengambilkan sepiring nasi dan lauk pauknya
Sari meminum air yang diberikan Eva dibantu oleh Nini siti "Sari lapar ?" tanya Eva sambil memegang piring berisi nasi
"Sedikit " jawab Sari
Eva menyerahkan lagi sepiring nasi yang dibawanya tadi, mungkin pengaruh lelah dan baru sadar sari hanya memakan sedikit sekali ia meminta untuk kembali berbaring
__ADS_1
senyum Eva dan Nini siti tidak hilang rasa bahagia mereka semakin bertambah dengan sadarnya sari.
...----------------...
"Assalamualaikum " ucap Hanif dan Kai Burhan yang baru pulang dari masjid
suara sahutan itu terdengar dari kamar sari "waalaikumsallam "Kai dan Hanif merasa heran keduanya munuju kamar sari bersama
Senyum kai Burhan terukir diwajahnya melihat sari yang sudah sadar "Allhamdullilah " ucap Kai "Eva sudah sadar" sambungnya lagi
Hanif terdiam sesaat tapi ia tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya melihat sari sudah sadar "Alhamdulillah " sujud syukur Hanif dengan sadarnya sari
Semuanya bahagia malam itu, semua masalah berhasil dilewati dan diselesaikan dengan baik sungguh hasil yang manis dari perjuangan yang berat ini.
...----------------...
Setelah berbahagia dengan yang didapat malam ini semua kembali mengistirahatkan tubuh setelah seharian ini, malam belum begitu larut namun suasana kampung sudah sangat sepi maklum perkampungan jauh dari tempat tempat hiburan jadi habis isya banyak yang sudah dirumah untuk beristirahat
Eva sudah hampir terlelap sebelum terdengar suara orang berjalan disamping kamarnya "Hantu bangkit" gumam Eva
hantu itu datang lagi ini malam keduanya ia datang mengabaikannya adalah pilihan yang benar, tidak lama suara itu menghilang namun ia kembali datang kali ini dinding kamar digaruk garuk hingga suaranya cukup menganggu
Hal itu tidak hanya dirasakan Eva tetapi oleh semua yang ada dirumah, ia juga mendatangi Hanif dan sari serta Nini siti dan Kai Burhan
semuanya juga mengabaikan hingga menjelang subuh suara suara itu menghilang dan tidak kembali lagi.
...----------------...
Hai para readers Author mau sedikit kasih penjelasan nih soal ilmu kekebalan yang ada dalan cerita novel PAMALI kembali lagi ini merupakan pengalaman pribadi Author sendiri ya, Ilmu ini dimiliki orang dulu dulu munurut cerita ilmu ini memang ada tapi pada penerapannya yang berbeda dari dalam bab ini, dari yang Author tau kalau kita diberi ilmu ini tidak kebal secara fisik seperti tahan sayat atau peluru tapi ini hanya berlaku seperti contoh jika ada yang memukul kita maka orang yang memukul itu akan merasakan sakit yang sama seperti yang kita rasakan, ilmu ini dulu diceritakan oleh almarhum abah dari Author beliau sempat ingin mencarikan orang tua yang bisa menurunkan ilmu ini pada saudara laki laki Author tapi itu tidak jadi karena takut sejata makan tuan.
Nah begitu penjelasan singkatnya ya para readers semoga cerita ini menghibur dan penjelasan ini bisa menambah pengalaman para Readers dalam mengenal pulau kalimantan,
__ADS_1
tapi ingat kalimantan bukan daerah primitif ya,, disini sudah sangat maju dan berwawasan cerita cerita tentang mitos mitos yang ada tidak perlu diyakini cukup menjadi cerita pengantar tidur saja karena mitos yang ada belum pernah dilihat secara nyata oleh mata dan kepala jadi tidak diketahui kebenarannya.
okey by by readers selamat membaca