
Eva pov
Hari sudah menjelang malam ayah juga kembali merebahkan tubuhnya disofa matanya hampir terpejam,
"Bagaimana kabar Hanif" batinku
Kupejamkan mata agar pagi cepat datang dan melepaskan sedikit beban dihati.
Aku seperti tengah menonton film diriku sendiri bertarung dengan makhluk menyeramkan tak dapat kumenjelaskan rupanya karena cahaya yang minim, lalu berubah keadegan selanjutnya seperti kami bertiga berjalan terus menerus hingga kami kelelahan.
"Va" panggil seseorang
Kubuka mata ternyata ayah sedang berdiri disampingku.
"Kamu mimpi apa? sampai berkeringat begini? "
Aku tak menjawab kutengok ayah disofa yang ternyata kosong kembali kumenatap ayah
"Eva cuma mimpi buruk saja yah" ucapku menenangkan
"Sudah tidur lagi"
Aku pun kembali tidur meski sulit tetap kupaksakan agar aku segera pulih.
>>>>
Ayah masih terlihat berat hati menceritakan apa yang terjadi namun aku terus bertanya membuat ayah mengalah dengan Egonya.
Berkali kali kulihat ayah mengehembuskan nafas kasar agar siap bercerita padaku.
__ADS_1
Hingga dia memulai ceritanya
"Ayah malam itu mendapat telpon dari kai Burhan katanya kamu hilang, ayah langsung mencari penerbangan paling awal agar bisa segera sampai kesana"
"Eva hilang? " tanyaku heran
"iya"
"lalu? "
"singkat cerita ayah sampai sore hari orang sudah banyak berkumpul dirumah kai Burhan, kata mereka kamu ditemukan dibawah pohon mangga pingsan tak jauh dari kamu ada Hanif dan dokter Iksan "
"seingat Eva terakhir itu ,eva dirumah kai Burhan tidak kemana mana,apa lagi bertemu Iksan dan Hanif"
"Benarkah, kenapa kalian bisa disana ?"tanya ayah entah penasaran atau mencurigaiku yang bukan bukan
"Anehnya dari kalian bertiga adalah kaki kalian penuh tanah merah menempel padahal dikebun itu tidak ada tanah berwarna merah, kami menunggu kalian sadar hingga dua hari lamanya namun tak satu pun dari kalian yang membuka mata "
"Berarti Eva sudah tidak sadar selama sebulan lebih"
"Iya, dan ayah terpaksa membawamu kesini agar dirawat "
"Lalu kapan Hanif dan Iksan sadar? "
" malam itu mungkin malam ketujuh setelah kalian ditemukan ,Iksan dan Hanif kembali sadar hanya kamu yang belum sadar, Hanif berlari dari rumahnya mencarimu meski dia masih terlihat lemah dan pucat ia memaksakan diri"
"Hanif bilang apa yah saat melihatku belum sadar"
"dia meceritakan semua pada kami apa yang terjadi dengan kalian dihutan hingga tentang desa leluhur itu"
__ADS_1
"Desa leluhur?, kenapa eva tidak dapat mengingat apapun ya yah ?
"Mungikin karena terlalu lama koma"
"Bisa jadi, Hanifkan cuma Tujuh hari wajar dia masing ingat" gumanku
dan dia bilang kamu tertinggal disana karena tak bisa keluar dari desa itu karena ragamu telah diisi "
"Telah diisi? "
"Iya,saat kalian bertiga diantar pulang oleh seorang penduduk desa hanya iksan dan Hanif yang bisa keluar diperbatasan itu kamu harus tertinggal disana tidak bisa kembali ketubuhmu" jelas ayah padaku.
Aku termenung memikirkan cerita ayah tadi mencoba mengingat apapun tenteng kejadian yang menimpaku hingga membuatku koma selama sebulan lebih.
Dan memikirkan siapa yang mengambil alih tubuhku hingga aku tak bisa sadar selama seminggu.
>>
Hanif terduduk diatas sajadahnya air matanya mengalir berjatuhan menetes ditasbih pemberian Eva
Mengingat betapa beratnya cobaan yang dihadapi Eva saat ini
Terbayang kembali pertualangan mereka didunia gaib sebulan yang lalu
Betapa tak kuasanya menahan perih dihati saat Eva tak bisa kembali bersama mereka.
>>>
Terimakasih untuk semua pembaca, dukung terus karya Author dengan like, komen dan voute.
__ADS_1