PAMALI

PAMALI
kakek


__ADS_3

Malam menyambut jam menunjukkan pukul Sembilan kampung terasa sunyi semilir angin membelai Kulit Eva yang berdiri diteras pintu rumah terbuka lebar pandangannya lurus kedepan.


Cukup lama ia berdiri tak ada yang melihat prilaku Eva hingga ia masuk kembali kerumah.


Pintu rumah tertutup dengan sendirinya saat tubuh Eva masuk kedalam Rumah.


>>>>


Eva pov


Aku dan sari tengah duduk diteras rumah kami asik membaca buku masing masing, aku fokus dengan novel ku sari membaca buku pelajaranya.


Aku merasa seolah ada yang mengawasi kami, mataku pun menyapu disekeliling rumah kai mencari siapa yang mengawasi kami.


mataku menangkap sesosok laki-laki tua berdiri cukup jauh dari kamu, ia terlihat lebih tua dari kai Burhan bajunya serba hitam, ia memakai ikat kepala khas daerah sini, ia memegang sebuah kayu seperti tongkat, saat pandanganku bertemu dengannya lelaki tua itu tersenyum ramah pada ku yang langsung kubalas dengan senyum.


"cucu ku " seolah olah ada yang berbisik ditelingaku suara itu lirih terdengar sangat dekat.


mataku tak henti menatap lelaki tua itu hingga sari menyadarkanku.


"ka Eva" panggil sari


"apa" jawabku cepat karena kaget


"Ayo masuk sebentar lagi senja" ucapnya


saat aku dan sari hendak masuk kai dan nini keluar.


"ayo masuk mau senja" ucap nini


"Burhan" seseorang memanggil kai


Aku langsung menoleh kebelakang mencari tau siapa orang itu.


Mata ku membulat melihat dia lelaki tua tadi yang dalam sekejab sudah berada didepan rumah kai Burhan.

__ADS_1


"Firman " gumam kai Burhan


"Ada cucuku disini " ucap lelaki tua bernama firman itu


"Masuk va" nini siti menarik tanganku membawaku masuk kedalam rumah yang langsung diiringi sari dibelakangku.


>>>>


Author pov


Eva masuk kedalam rumah,kai bernama firman itu menatap punggung Eva yang berjalan menjauh hingga tak terlihat lagi dari pandangannya.


"jangan kesini bang" ucap kai Burhan


"aku mau menjemput cucu ku " ucap kai Firman


"Eva akan segera pulang kejawa bang"


Mendengar kata kata kai Burhan, Firman terlihat marah lalu menghilang bagai asal.


>>>>


Eva pov


kami tengah makan malam didapur, kai terlihat begitu sedih dari raut wajahnya tak ada sepatah kata pun keluar dari mulutnya tak seperti biasanya bahkan ia menangis saat mengimami kami sholat tadi.


"Kai" panggil ku hati hati


"apa va " jawab kai Burhan tak semangat "Va kalau kai yang tadi datang lagi kamu langsung masuk rumah ya, jangan mau kalau kamu diajak ikut dengannya "timpal kai Burhan


"kenapa kai " tanya ku heran


"Dia makhluk yang sangat berbahaya "


"orang itu manusia kan kai " tanyaku lagi

__ADS_1


"tidak tau, bisa jadi jin kafir yang menyerupai" ucap kai Burhan geram


"maksudnya kai " tanya ku lagi


"Hubungi ayah mu cepat jemput kesini" Titah kai Burhan pada ku "sari jangan bawa Eva keluar dari rumah sedikit Pun" tambah kai Burhan


"Inggih kai" hanya itu jawaban dari sari


Aku bingung kenapa kai Burhan terkihat gusar tak seperti biasanya yang begitu tenang dan berwibawa.


>>>>


Malam semakin larut semua orang terlelap kealam mimpinya,Kai Burhan yang tadi terlihat susah tidur pun sudah tertidur nyenyak.


>>


kai Berdiri ditengah hutan lebat tanahnya begitu lembab kakinya yang tak beralas kotor terinjak lumpur dan lumut.


"Tempat apa ini ?" gumam kai Burhan


Kai Burhan perlahan melangkahkan kaki mencari jalan keluar tak sampai tiga langkah seorang pria duduk melayang diantar pepohonan.


"Siapa itu " teriak kai Burhan


pria itu membuka matanya mendengar teriakan kai Burhan.


"Itu cucuku Burhan" ucap pria itu yang melayang mendekat pada kai Burhan


Tanganya menggapai leher kai Burhan,


"Aku hendak membawa cucu ku Burhan" ucapnya


Kai Burhan melafalkan ayat ayat suci Alqur'an sambil memejamkan mata.


"Bah,, bah,, Abahnya " panggil nini siti melihat suaminya memegang lehernya sendiri mulutnya tak henti komat kamit tak jelas apa yang diucapkannya.

__ADS_1


__ADS_2