PAMALI

PAMALI
Iksan hilang


__ADS_3

sari pov


Hatiku terasa sakit melihat kedua pria yang kusukai menatap penuh cinta pada ka Eva, tapi tak menganggap ku ada.


"Bang Iksan" lirih sari mendekap dada nya yang terasa sesak.


>>>


Author pov


Iksan dan Hanif pamit pulang beriringan keduanya sama sama berjalan dalam diam hingga langkah kaki mereka sampai didepan rumah mang Ridwan.


"Nif, saya duluan " ucap Iksan


Dijawab Hanif datar "iya" lalu pergi meninggalkan Iksan.


Saat Hanif melewati kebun disamping rumah mang Ridwan ada suara yang memanggil nama nya.


"Hanif" suara itu lembut seperti suara perempuan namun tak dihiraukan oleh Hanif, ia tetap berjalan tanpa mencari sumber suara.


sesampainya dirumah Hanif mengganti baju mencuci tangan dan kakinya tak lupa juga berwudhu.


Ia membaringkan tubuhnya dikasur matanya menatap langit langit kamar fikirannya menerawang.


"Eva" Lirihnya


Perlahan mata Hanif terpejam sayup sayup terdengar suara Eva memanggilnya berulang ulang namun tak dihiraukannya hingga teriakan Eva meminta tolong membuat Hanif membuka matanya.


Saat mata Hanif terbuka ia berada hutan itu lagi tak ada penerangan hanya sinar bulan sebagai penerang dihutan perawan itu.


Hanif bingung bagai mana ia kembali tanah yang dipijaknya lembab dan licin kakinya yang tak beralas penuh tanah menempel.


"ya Allah tolong hambamu ini" ucap Hanif

__ADS_1


"Pulang" bentak seorang nenek yang tiba tiba datang entah dari mana


"Ni siti" ucap Hanif


"Pulang" bentaknya lagi


Hanif bingun kemana jalan pulang namun ia tak mampu bertanya ,nenek itu berjalan menjauhi Hanif,susah payah Hanif mengejar nya karena kondisi jalan yang sulit licin dan banyak kayu lapuk tumbang serta semak belukar yang tak pernah dijamah manusia.


"Hanif" panggil suara seperti Eva


"Eva" guman Hanif


Ia membalik badan ada Eva berdiri ditengah hutan itu sendirian melampaikan tangan padanya.


"Hanif kembali " teriak Eva


langkah Hanif terhenti berfikr siapa yang harus dia ikuti.


"makhluk itu akan datang lagi malam ini padamu aku yakin itu" terngiang peringatan Eva padan Hanif saat dirumah kai Burhan tadi.


Lalu ia kembali berlari mengejar nenek tadi menembus hutan dan semak dijalan yang licin hingga Hanif terbangun nafasnya tersengal keringat menbanjiri tubuhnya, ia turun dari kasur hendak kedapur langkah Hanif berhenti melihat kakinya penuh lumpur dan menempel dilantai yang telah diinjaknya.


>>>>>


Iksan pov


"ah panasnya malam ini " ucapku


Tak seperti malam biasanya yang sejuk khas udara pedesaan tapi malam ini terasa gerah membuatku tak bisa memejamkan mata karena kepanasan, aku memutuskan keluar kamar membawa ponsel, saat aku hendak duduk dikursi ruang tamu suara teriakan mengagetkan ku.


"seperti suara Eva" gumamku


kulihat jam diponsel ku sudah menunjukkan tengah malam "kenapa Eva keluar jam segini "

__ADS_1


Aku tak berfikir panjang lagi langsung kubuka pintu rumah lebar lebar keluar hendak mencari Eva namun bukan Eva yang kudapati tapi kakek itu lagi yang berdiri tepat tengah jalan depan rumah mang Ridwan.


Aku perlahan mundur kembali masuk kerumah.


Kkrrraakkk


suara ranting pohon terinjak oleh ku, aku menunduk mencari tau betulkah itu ranting pohon.


jawabannya adalah iya itu sebuah ranting pohon dan kini bukan lantai rumah mang Ridwan lagi tempatku berpijak tapi tanah merah yang lembab dan hampir seperti lumpur, licin itu yang kurasa saat aku mengangkat wajah ternyata aku berada ditengah hutan belantara gelap hanya sinar bulan sebagai penerang.


Disini terasa dingin sekali kulihat sekelilingku tak ada siapa siapa disini hanya aku seorang diri.


"Dimana ini? " lirihku


"TOLONG" teriakku yang menggema dihutan ini,


"dimana jalan pulangnya" ucapku lagi


Aku berjalan asal dihutan ini tak tau mana arah yang benar kakiku yang tak beralas terasa lelah dan penuh tanah merah menempel.


"Iksan" panggil seseorang padaku


Kucari seumber suara yang memanggil hingga mataku menangkap sosok wanita cantik berdiri tak terlalu jauh dariku rambut panjangnya tergerai memakai baju selutut tersenyum padaku, kuayunkan langkah hendak menghampirinya


Tap


sebuah tangan menggapai lenganku, seorang nenek menatapku tajam mengehentikan langkahku.


"Pulanglah" Bentaknya padaku


Aku kembali menatapnya tak paham, "aku memang ingin pulang tapi dimana jalan pulang ?" tanyaku


"Iksan" panggil Eva lagi padaku

__ADS_1


"Kau membahanyakan majikanku" ucap nenek itu.


__ADS_2