
Ku raih tubuh Eva kedekapanku menggendongnya keluar kebun yang diikuti warga Desa
Aku berlari sekuat tenaga membawa Eva hingga kejalan menunggu Iksan datang
Tidak lama akhirnya Iksan datang mengendarai mobil double cabin milik pak kades
Iksan mengemudi, aku memangku kepala Eva duduk dikursi penumpang bagian belakang, mang Ivan duduk disamping Iksan
Beberapa Warga ikut dibak belakang takut terjadi apa apa pada kami
Beberapa ada juga yang membawa sepeda motor mengiringi mobil kami
Angin berhembus kencang saat kami melewati jembatan kayu untuk menyeberang kesisi lain desa
kami hanya bisa berdoa agar jembatan kayu ini tidak roboh menjatuhkan kami semua.
Tubuh Eva semakin dingin tak ada lagi keringat yang keluar wajahnya sangat pucat
kutepis fikiran negatif yang menghinggapiku,teringat saat Eva sempat sadar apa jangan jangan dia sudah keluar dari desa gaib itu, ah tidak mungkin aku tak bisa memikirkan hal terburuk apa yang terjadi saat ini.
"ALLAHHUAKBAR " pekik semua yang dimobil saat Iksan menghentikan mobil tiba tiba
"Ada apa san " tanyaku
"liat" ucap Iksan tulunjukkan mengarah kedepan mobil
Kulihat seorang lelaki tua berbaju serba hitam menghadang mobil kami
"Abah firman " gumam pak Ivan yang sepertinya mengenali makhluk yang menyerupai mertuanya
__ADS_1
"Bukan mang itu makhluk halus" jelasku agar pak Ivan tak terkecoh
"Tapi itu kainya Eva" tanya pak Ivan tak yakin
"memang serupa tapi bukan kai Firman, dia ingin mengelabui Eva agar mau ikut dengannya dengan menyerupai majikannya"
"Astagfirullah "Ucap pak Ivan bergetar
"Jangan takut om " ucap Iksan meyakinkan
kami tak ada yang keluar dari mobil hanya melafalkan doa doa agar mengusir makhluk itu
Hingga kai Burhan datang dari belakang mobil melenggang menghapiri makhluk yang menyerupai kakek tua ditengah jalan menghadang kami
kai Burhan semakin dekat dengan makhluk itu, kupandang kai burhan lekat memang seperti kai Burhan tapi sepertinya bukan
"iya sepertinya tadi kai Burhan tidak ikut" timpal Iksan
tak tak tak
kaca mobil diketuk, kubuka jendelanya seorang warga menjulurkan kepalanya
"Kita jalan saja, sepertinya itu bukan kai Burhan"
"Maksudnya mang? " tanyaku
"Dia tiba tiba muncul dari belakang mobil" ucapnya ketakutan
"Ayo san kita jalan saja" titahku pada Iksan
__ADS_1
Iksan menjalankan kembali mobil yang membawa kami berlalu melewati kedua kakek tua itu yang hanya mentap kami tajam
Tak kuperhatikan lagi apa yang terjadi dengan kedua makhluk itu mobil kami melaju membelah gelapnya malam ditengah hutan kelapa sawit
"Sepertinya kita sudah mau sampai" ucap Iksan
Tubuh Eva terasa lebih dingin seperti es, matanya seketika terbuka lebar aku terkejut saat melihat Eva membuka mata
Eva bangun seketika menjulurkan tangannya mencekikku
"Aaakkkk" pekik ku
Iksan dan pak Ivan panik melihatku tak berdaya dicekik oleh Eva
"nak Hanif ada apa ini " ucap pak Ivan
Iksan seketika menghentikan mobil membalik badanya menarik Eva agar menjauh dariku begitupun pak Ivan yang juga membantu Iksan
Didalam mobil gaduh penumpang yang dibak belakangpun ikut panik namun tak berani turun menolong kami
Hanya kami bertiga yang menghadapi Eva
"Eva lepas nak ,lepas, istighfar Va "
"Iya va Istighfar ingat Tuhan va jangan biarkan kamu dikendalikan oleh makhluk itu" teriak Iksan menyadarkan Eva
mulutnya tak dapat berucap namun tangan Eva sudah melemah,cekikannya terasa longgar
Ku gapai lengan Eva kutatap mata sayunya ku ingatkan agar melafalkan kalimat taubat pada Allah.
__ADS_1