PAMALI

PAMALI
Keluar Desa


__ADS_3

Ku raih tubuh Eva kedekapanku menggendongnya keluar kebun yang diikuti warga Desa


Aku berlari sekuat tenaga membawa Eva hingga kejalan menunggu Iksan datang


Tidak lama akhirnya Iksan datang mengendarai mobil double cabin milik pak kades


Iksan mengemudi, aku memangku kepala Eva duduk dikursi penumpang bagian belakang, mang Ivan duduk disamping Iksan


Beberapa Warga ikut dibak belakang takut terjadi apa apa pada kami


Beberapa ada juga yang membawa sepeda motor mengiringi mobil kami


Angin berhembus kencang saat kami melewati jembatan kayu untuk menyeberang kesisi lain desa


kami hanya bisa berdoa agar jembatan kayu ini tidak roboh menjatuhkan kami semua.


Tubuh Eva semakin dingin tak ada lagi keringat yang keluar wajahnya sangat pucat


kutepis fikiran negatif yang menghinggapiku,teringat saat Eva sempat sadar apa jangan jangan dia sudah keluar dari desa gaib itu, ah tidak mungkin aku tak bisa memikirkan hal terburuk apa yang terjadi saat ini.


"ALLAHHUAKBAR " pekik semua yang dimobil saat Iksan menghentikan mobil tiba tiba


"Ada apa san " tanyaku


"liat" ucap Iksan tulunjukkan mengarah kedepan mobil


Kulihat seorang lelaki tua berbaju serba hitam menghadang mobil kami


"Abah firman " gumam pak Ivan yang sepertinya mengenali makhluk yang menyerupai mertuanya

__ADS_1


"Bukan mang itu makhluk halus" jelasku agar pak Ivan tak terkecoh


"Tapi itu kainya Eva" tanya pak Ivan tak yakin


"memang serupa tapi bukan kai Firman, dia ingin mengelabui Eva agar mau ikut dengannya dengan menyerupai majikannya"


"Astagfirullah "Ucap pak Ivan bergetar


"Jangan takut om " ucap Iksan meyakinkan


kami tak ada yang keluar dari mobil hanya melafalkan doa doa agar mengusir makhluk itu


Hingga kai Burhan datang dari belakang mobil melenggang menghapiri makhluk yang menyerupai kakek tua ditengah jalan menghadang kami


kai Burhan semakin dekat dengan makhluk itu, kupandang kai burhan lekat memang seperti kai Burhan tapi sepertinya bukan


"iya sepertinya tadi kai Burhan tidak ikut" timpal Iksan


tak tak tak


kaca mobil diketuk, kubuka jendelanya seorang warga menjulurkan kepalanya


"Kita jalan saja, sepertinya itu bukan kai Burhan"


"Maksudnya mang? " tanyaku


"Dia tiba tiba muncul dari belakang mobil" ucapnya ketakutan


"Ayo san kita jalan saja" titahku pada Iksan

__ADS_1


Iksan menjalankan kembali mobil yang membawa kami berlalu melewati kedua kakek tua itu yang hanya mentap kami tajam


Tak kuperhatikan lagi apa yang terjadi dengan kedua makhluk itu mobil kami melaju membelah gelapnya malam ditengah hutan kelapa sawit


"Sepertinya kita sudah mau sampai" ucap Iksan


Tubuh Eva terasa lebih dingin seperti es, matanya seketika terbuka lebar aku terkejut saat melihat Eva membuka mata


Eva bangun seketika menjulurkan tangannya mencekikku


"Aaakkkk" pekik ku


Iksan dan pak Ivan panik melihatku tak berdaya dicekik oleh Eva


"nak Hanif ada apa ini " ucap pak Ivan


Iksan seketika menghentikan mobil membalik badanya menarik Eva agar menjauh dariku begitupun pak Ivan yang juga membantu Iksan


Didalam mobil gaduh penumpang yang dibak belakangpun ikut panik namun tak berani turun menolong kami


Hanya kami bertiga yang menghadapi Eva


"Eva lepas nak ,lepas, istighfar Va "


"Iya va Istighfar ingat Tuhan va jangan biarkan kamu dikendalikan oleh makhluk itu" teriak Iksan menyadarkan Eva


mulutnya tak dapat berucap namun tangan Eva sudah melemah,cekikannya terasa longgar


Ku gapai lengan Eva kutatap mata sayunya ku ingatkan agar melafalkan kalimat taubat pada Allah.

__ADS_1


__ADS_2