PAMALI

PAMALI
Dokter dan ustadz pindah


__ADS_3

Lama aku terbenam dalam fikiran mataku tertutup dengan berdiri mematung


Aku membuka mata wajah Narti masih menatapku sementara di belakangku seseorang memanggil namaku,setelah Narti menghilang perlahan aku mengalihkan pandangan mencari tau siapa yang tadi memanggilku


'nisa 'ucapku saat melihat Nisa berdiri tepat di belakangku


'ka Eva kenapa ?'tanyannya padaku


Aku menggelengkan kepala dan segera kembali keruang guru meninggalkan Nisa yang kebingungan disana ,aku melihat sari yang duduk ia sempat melihatku sekilas namun cepat cepat ia mengalihkan pandangannya dariku,


Tubuhku perlahan duduk dikursi tapi fikiranku melayang pada sosok jin yang menyerupai Narti tadi ada hal yang membuatku penasaran 'sepertinya ada sesuatu yang sengaja disimpan dariku' aku hanya bisa membatin


Selesai mengajar kami pulang sama seperti hari hari sebelumnya Nisa dan Mia berboncengan begitupun Hanif dan sari sementara aku dan ustadz Ghifari jalan beriringan dengan berjalan kaki tanpa sepatah kata pun,sebenarnya ustadz Ghifari memiliki kendaraan namun ia tidak menggunakannya sebab tidak tega melihat aku yang berjalan kaki sendiri jadi ia sengaja juga ikut berjalan kaki meski disepanjang jalan aku selalu mengabaikannya,


Saat sudah mendekati rumah kai seperti biasa ustadz Ghifari yang berjalan di depanku berbelok kekiri memasuki gang sempit tepat disamping antara bangunan puskesmas dan masjid menuju rumah Amang anwar ,dari kejauhan aku melihat sosok itu lagi berdiri tidak jauh dari rumah kosong yang ada tidak jauh dari masjid


Sosok itu yang dulu dilihat ustadz Ghifari sebelum sholat subuh,sosok tanpa kepala itu seakan akan menunggu seseorang dan benar saja bersamaan dengan ustadz Ghifari pulang dari mengajar dokter ikhsan yang juga istirahat siang mengekor dibelakang ustadz Ghifari keduannya pulang bersama serta makhluk itu juga ikut menghilang.


Aku buru buru pulang sepertinya ada sesuatu yang mulai kupahami dari apa yang terjadi belakangan ini 'assalamualaikum' ucapku sambil memasuki rumah

__ADS_1


Syukurlah kai ternyata ada dirumah ia tengah duduk diruang tamu sibuk dengan ponsel jadul ditangannya 'waalaikumsallam' jawabnya saat mendengar salam dariku


Aku pun segera duduk untuk memulai pembicaraan dengan kai,membicarakan hal yang serius ' kai Eva mau bicara' ucapku lagi kai seketika meletakkan ponselnya dan siap dengan topik apa yang akan aku bawa dalam pembicaraan ini.


'silahkan 'jawab kai lalu


'narti ' ucapku ,kai sedikit terkejut tapi ia berusaha untuk tidak menampakkan nya


'ada apa dengan Narti ?' tanyanya


'bisa kai bicara jujur sama Eva ?' aku masih menganggap ini belum selesai sebab banyak hal yang janggal dari semua ini


Kai terlihat sejenak berfikir lalu dengan mantap ia menjawab 'asalkan kamu mau bersumpah ini tidak akan menjadi konsumsi orang banyak' kai terlihat serius dan tanpa toleransi lagi


'silahkan apa yang mau Eva tanyakan dengan kai ' aku perlahan menyusun kepingan kepingan kejadian yang kulihat sendiri untuk mendapat kesimpulan akhir yang sebenarnya dan berharap kai jujur kali ini


'Narti pertama terlihat disekolah dia menatap seseorang yaitu sari,hanya sari 'aku menekankan nama sari disini


' lalu ustadz Ghifari diganggu hantu yang penduduk sini sebut hantu bangkit sama seperti kita semua dirumah ini dan dia juga sempat melihat sosok tanpa kepala melewati nya sebelum waktu subuh tiba,sekarang sosok itu sepertinya menganggu dokter ikhsan lagi semuanya berasal dari rumah Amang Anwar seakan akan rumah Amang Anwar itu pusatnya apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga ini' aku puas dengan mengungkapkan semua pertanyaan pertanyaan yang ada dibenak ku selama ini

__ADS_1


'semua berasal dari kejadian yang menimpa Narti bertahun tahun silam,memang benar Narti jatuh kesumur itu saat membantu sari dan benar juga jasadnya terkubur didalam sumur itu sampai saat ini 'mendengar jawaban kai aku gemetar hebat mulutku tercekat tidak mampu berkata kata lagi


Kai melanjutkan ucapannya 'anwar adalah abahnya Narti rumah yang ditempati ustadz Ghifari dan dokter ikhsan itu rumah Anwar dan juga rumah Narti,yang kamu sebut hantu bangkit itu adalah Anwar yang sudah meninggal beberapa waktu lalu,dia kesini mungkin ingin berpamitan atau sekedar memberi tanda kalau dia sudah tidak ada' kai terlihat sedih saat menceritakan bagian ini


Aku hanya bisa diam mendengarkan 'kami bukan tidak ingin menemukan Narti tapi keluarga meminta agar masalah ini dibiarkan terkubur bersama dengan terkuburnya tubuh Narti disumur itu demi kebaikan keluarga mereka agar adik Narti mengenang abahnya adalah sosok kepala keluarga yang baik dan bertanggung jawab bukan sosok kriminal yang membiarkan anaknya m*t* tenggelam disumur hanya karena kecurigaan tidak berdasar'


Aku benar benar tidak menyangka jika selama ini aku memperjuangkan hal yang benar walaupun tidak ada yang bisa kulakukan juga 'dan sosok tanpa kepala itu penunggu pohon dibelakang rumah Anwar dia memang dari dulu sudah ada' kai kembali melanjutkan ceritanya ' pak ustadz cerita soal dia didatangi hantu sama kamu va ?' tiba tiba saja kai bertanya seperti itu padaku


Hanya gelengan yang bisa kuekpresikan sebagai jawaban dari pertanyaan kai 'lalu kamu tau dari mana dia juga didatangi malam itu ?'


'eva cuma menerka -nerka 'jawabku lagi


Untung aja waktu itu cuma aku sendiri yang melihat bagaimana dia yang ketakutan berlari masuk kedalam masjid dan bersembunyi disana,pemandangan langka itu bisa aku saksikan berkat aku tidak bisa tidur dan terpaksa Duduk diteras rumah mencari udara segar sambil menunggu waktu subuh tiba.


Jika mengingat kejadian itu aku pasti tidak bisa menahan tawa ,itulah sebabnya aku tidak bisa melihat wajahnya lebih dari sepuluh detik kalau saja itu kulakukan maka tawaku akan meledak karena teringat kejadian waktu itu,teringat bagaimana wajahnya yang ketakutan dan juga caranya berlari benar benar sangat lucu.


Kai menatapku dengan tatapan bingung penuh dengan tanya tapi wajahnya juga terukir senyum seolah tertular olehku.


Rasa penasaranku pada kasus Narti sudah terjawab jadi tinggal mengurus ketenangan untuk dokter ikhsan dan ustadz Ghifari selama tinggal dikampung ini 'Eva ada usul kai kenapa dokter ikhsan dan ustadz Ghifari tidak pindah saja dari rumah Amang Anwar,demi kebaikan mereka berdua' ucapku

__ADS_1


Kai tersenyum 'usulan bagus,Kai juga berfikir begitu' kali ini kai terlihat bersemangat 'sebentar lagi ruangan pengurus masjid sudah rampung sepenuhnya insyaallah dalam 1 2 hari ini mereka bisa pindah kesana' sambung kai lagi aku pun merasa lega setidaknya meski tidak bisa membantu Narti tapi aku masih bisa membantu orang lain dan tentunya orang yang masih hidup


kami mengakhiri pembicaraan siang ini dengan perasaan lega dan berharap semua akan baik baik saja kedepannya.


__ADS_2