PAMALI

PAMALI
kecelakaan


__ADS_3

Eva berjalan seorang diri dari kamarnya rambut panjang hitam legamnya tertutup oleh jilbab wajah cantiknya tak terkikis meski memakai baju sederhana.


"iya kai " jawabnya


"duduk cu " ucap kai Burhan ramah


Eva duduk dikursi samping kai Burhan tepat berhadapan dengan Iksan,tatapannya tak lepas dari Eva senyumnya pun tak pudar meski Eva tak menanggapinya.


"Silahkan cu cerita kan" ucap kai Burhan


Eva menatap Iksan wajahnya serius


"Tadi siang kamu ketemu kakek itu ? tanya Eva


"kakek ?kakek tua yang pakai tongkat


kayu? " tanya Iksan memastikan


"iya" dijawab juga dengan anggukan oleh Eva


"kenapa? " Iksan terlihat bingung


"Dia bilang apa ?"


Iksan terlihat berfikir mungkin mengingat ingat apa yang dikatakan kakek tadi.


"kalau tidak salah, wanita cantik itu sayang jika dimiliki oleh orang lain "


"jika dia datang lagi jangan hiraukan " ucap Eva tegas


"kenapa ?"


"dia jelmaan jin yang menyeripai kakek ku"


"dari mana kamu tau ?"


"pokoknya kalau dia datang lagi jangan didengar ucapannya" tegas Eva

__ADS_1


"Baiklah" jawab Iksan pasrah


"Hanif" kini Eva berpindah menatap Hanif yang sedari tadi mendengarkan


"iya "


"kamarin malam kamu liat kai Burhan kan? "


"i-iiya" jawab Hanif gugup


"jangan gugup betul apa yang kamu liat, lalu apa yang pria tua itu katakan ?"


"sama seperti Iksan" ucap Hanif pasti


"dia akan datang nanti malam kerumah mu lagi aku yakin itu"


"lalu apa yang harus kulakukan"


"abaikan apapun yang diucapkannya, ingat dia hanya jin bukan kakekku yang sesungguhnya"


"lalu dimana kakek mu " tanya Iksan penasaran


>>>>


Flash back


Eva pov


"Assalamualaikum " ucapku yang baru masuk kerumah


"waalaikumsallam " jawab mama yang keluar dari kamar


"mama mau kemana ?"tanyaku melihat mama menenteng tas berisi pakaian


"mama mau pulang kekalimantan,kai meninggal, kamu sama ayah dirumah ya "ucap soraya


"Eva ikut ma" rengekku

__ADS_1


"jangan nak, mama tidak tau pasti jasad kai dimana tadi malam kai datang kesini berpamitan "


"maksud mama? " tanya ku


mama menatapku lekat lengannya menggapai pipiku membelainya lembut.


"Tadi malam kamu lupa apa yang terjadi ?"


"Eva kenapa ma? " tanyaku heran


"sini nak, "mama mengajakku duduk diruang tamu."tadi malam mama liat kamu berdiri diteras rumah, mama hampiri ,Kamu terlihat bukan seperti kamu wajahmu pucat pasi bola matamu hanya hitam semua kamu tersenyum sama mama kamu


berbicara tapi tidak seperti suaramu"


"apa yang Eva bilang ma " tanya ku penasaran


mama melanjutkan ceritanya


"keturunan Dulah aku pengikut setia mu para buyutmu sudah berjasa padaku maka akan ku jaga keturunanmu,lalu tak lama mata mu berubah putih semua dan berucap sama mama, soraya maafkan abah doakan abah agar diringankan siksa, abah pergi, lalu matamu berubah seperti biasa tapi tatapannya kosong dan kamu berjalan kembali kekamar"


mama menceritakan tentang tingkah ku tadi malam menggebu gebu.


"lalu kenapa mama menyimpulkan kai meninggal bisa saja itu jin yang merasuki Eva ma" tanyaku


"menurut datu mu dulu, para leluhur kita memang memiliki penjaga dan peliharaan jin namun tak diteruskan oleh nini mu dan saudaranya karena ajaran islam sudah masuk kedesa dan semua saudara nini mu itu lulusan pasantren,hanya kai mu yang malah mempelajarinya dan mewarisi semua perliharaan dan penjaga dari datu datu mu"


"jadi maksud mama para jin dan penjaga itu sekarang mau ikut kita ?" tanyku tidak percaya


"bukam ikut mereka lepas karena kai kamu meninggal tidak ada yang mewarisi ilmunya, bagi yang setia dia akan ikut kita bagi yang tidak dia akan mencari majikan lain " jelas mama


"lalu sekarang mama jadi pulang ?"


"mama harus pulang nak, kalau kai memang sudah meninggal kita harus memakamkannya secara layak"


"Tapi Eva harus ikut ma"


"tapi nak kamukan sekolah"

__ADS_1


"gak ma, Eva harus ikut"


"Baiklah cepat ganti baju mu, sebentar lagi ayah sampai"


__ADS_2