PAMALI

PAMALI
jangan!!!! bakar terasi


__ADS_3

Aku menatap bingung mendengar perkataan Eva, ada rasa penasaran kenapa dia berkata seperti itu, apa itu peringatan atau hanya pemberitahuan.


Aku kembali kerumah dengan membawa bahan bahan makanan yang diberikan Eva, sesampainya dirumah satu persatu kukeluarkan dari kantong plastik ada telur, mie instan, sayur sayur, cabe, bawang, minyak goreng DLL, ada juga terasi didalamnya "Jangan bakar terasi "gumamku saat melihat terasi didalam kantong plastik yang diberikan Eva tadi


"Apa maksudnya jangan bakar terasi? "aku bertanya pada diri sendiri walau pun tak bisa menjawabnya


Semua kususun rapi didapur, sebenarnya dirumah ini masih ada bahan makanan hanya saja tidak enak jika memakai milik orang tanpa ijin, tinggal dirumah ini saja sudah syukur walau masih ada rasa yang mengganjal sebab belum meminta ijin langsung pada pemiliknya.


Hari menjelang sore aku menuju masjid melaksanakn Sholat ashar dan langsung mengajar anak anak mengaji hingga sore tiba ,sebelum melaksanakan sholat maghrib aku memasak untuk makan malam belum rampung masakkanku, hanya belum membuat sambal kutinggal untuk melaksanakan sholat maghrib lebih dulu saat pulang kulanjutkan kerja ku yang tertunda tadi, kuhaluskan cabe dan bawang diberi garam dan penyedap kubakar terasi dan kucampur dengan sambal yang kubuat tadi "Wah nikmatnya" ucapku bangga melihat hasil masakanku


Dengan lahap kusantap masakan hasil dari kreasiku walau tidak mewah namun nikmatnya subhanallah.


Selesai makan terdengar suara ketukan dipintu dapur"siapa yang bertamu lewat dapur" gumamku


Kufikir mungkin saking asiknya aku makan tadi, tidak terdengar olehku orang mengetuk pintu jadi dia pindah kepintu belakang supaya terdengar olehku.


Kubuka pintu tidak ada siapa pun tapi aku yakin jika ada yang mengetuk tadi.


Kulanjutkan membereskan bekas makanku, kembali suara orang mengetuk pintu namun saat kubuka tidak ada siapa pun disana.


Kuabaikan saja mungkin ada orang yang iseng mengerjaiku, "Hati hati kena tulah" ucap ku sambil berteriak agar orang iseng itu mendengar


Aku bersiap kemasjid untuk sholat isya berjamaah,


...----------------...


sepulang sholat kulihat seseorang berdiri tepat didepan pintu rumah ia terlihat tak sedang mengetuk, lampu yang tak begitu terang membuat orang itu tidak begitu jelas terlihat hanya sebatas bahu hingga kaki saja yang dapat dilihat


hingga aku tidak begitu mengenalinya sebab kepalanya tidak terlihat olehku ,mulutku terbuka hendak mengucap salam namun tak jadi saat kudengar seseorang mengucap salam dari arah belakangku


"Assalamualaikum"ucap seseorang itu

__ADS_1


"Waalaikumsallam " jawabku


kulihat kearah orang yang mengucap salam "mang" ucapku lagi,ternyata itu Amang iwan orang yang ada dirumah sebelah ada apa gerangan malam malam beliau datang kesini


"ustadz,, kata istri saya ada dengar orang menyanyi dari didalam rumah pas isya tadi, itu siapa ya ustadz? "tanya mang Iwan


Aku kebingungan masa keluarga mang Anwar sudah pulang, tapi bisa aja iya dan mungkin orang didepan rumah tadi itu mang Anwar.


kulihat kembali kerumah tapi sudah tidak ada orang lagi didepan pintu.


"Ustadz" panggil mang iwan yang melihat aku tak menjawab


"iya, mang nanti saya liat dulu mungkin itu keluarga Amang anwar yang datang"jawabku walau belum begitu yakin.


Amang iwan pun permisi untuk kembali kerumah begitupun aku juga kembali kerumah kuketuk pintu kalau saja benar keluarga Amang Anwar sudah pulang"Assalamualaikum " ucapku tak ada jawaban dan rumah masih terkunci rapat


"Assalamualaikum " ucapku lagi masih belum ada jawaban ,kuambil kunci kubuka menggunakan kunci yang kubawa rumah nampak kosong tidak ada satu orang pun yang ada didalam rumah.


"Lalu siapa yang didengar istri Amang iwan suara orang bernyanyi dirumah ini"gumamku heran


aku tidak ingin terlalu memikirkannya lagi ,hari sudah gelap ini waktunya istirahat sebelum tidur kusempatkan untuk sholat witir selesai sholat barulah kubaringkan tubuh dikasur.


...----------------...


Entah pukul berapa saat ini sayup sayup kudengar ada yang mengetuk pintu dapur, mata terasa berat untuk membuka "ya Allah jam berapa ini" ucapku


kupaksakan diri untuk bangun menuju suara ketukan pintu yang sedari tadi tak berhenti.


saat tangan hendak menggapai gagang pintu seolah ada yang menghentikanku, iya aku terhenti sebab ketukannya terdengar aneh bagiku


Tok,, Tok ,,,Tok

__ADS_1


suaranya lamban dan konsisten setiap tiga kali ketukan, suara itu terhenti sejenak


Aku menatap dalam pada pintu dapur keraguan semakin besar dihatiku, langkah demi langakah aku mundur kebelakang lalu pintu dapur diguncang hebat seakan ada yang mencoba memaksa masuk


Dalam hati kubaca semua surah surah yang kuhafal kucoba menahan kaki agar tidak pergi begitu saja cukup lama pintu berguncang hingga akhirnya berhenti setelah sebuah benturan keras menghantam pintu


Bbbbrrruuuuaakkkkk


mungkin dia marah sebab tidak dibukakan pintu, sejenak kutunggu kalau saja suara itu ada lagi tapi ternyata suara itu tak kembali.


Aku masuk kekamar membaringkan tubuh mencoba memejamkan mata semoga masih bisa kulanjutkan tidur yang terganggu tadi.


pukul tiga pagi aku bangun mandi sholat tahajud lalu kemasjid untuk adzan subuh, dini hari cuaca terasa sangat dingin tak ada satu orang pun keluar rumah kampung terasa sangat sepi.


Dari kejauhan kulihat seorang berjalan menuju kearahku, dari fostur tubuhnya ia seorang pria tapi semakin dekat semakin jelas terlihat jika orang itu tak memiliki kepala


mataku membulat, mulutku tak henti beristighfar dengan langkah cepat aku berjalan menuju masjid dan masuk menutup pintunya rapat rapat


kuiintip makhluk itu masih berjalan ternyata ia tak menuju kearah masjid melainkan menuju samping sebuah rumah kosong yang persis berdampingan dengan masjid lalu menghilang ditelan gelapnya malam


Aku terduduk, ini pengalaman yang luar biasa bagiku jika ini dialami oleh ustadz syarif mungkin ia tak begitu kaget seba inilah yang ia liat setiap hari tapi ini hal baru bagiku wajar jika aku masih tak begitu berani menghadapi mereka.


waktu adzan subuh tiba, aku pun menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim.


Ustadz Ghifari pov end


...----------------...


Eva pov


Aku menatap langit langit kamar saat kudengar adzan subuh berkumandang, masih teringat olehku seorang yang ada dirumah Amang Anwar disana seorang wanita berbaju merah menatapku tajam berdiri tepat dijendela kaca rumah itu

__ADS_1


entah apa maunya yang pasti ia terlihat marah padaku saat memberikan rantang makanan pada ustadz Ghifari, lalu fikiranku tertuju pada ustdaz ghifari apa dia baik baik saja sendiri dirumah itu apa tidak ada makhluk yang mengganggunya mengingat sudah ada satu yang kulihat berani menampakkan diri rasa rasanya tidak mungkin pria itu tidak diganggu.


__ADS_2