
Author pov
Eva duduk ditaman rumah sakit wajahnya masih terlihat pucat infus masih menempel ditangannya matanya menerawang langit yang sangat cerah dihari itu.
Rasa penasaran masih bergelayutan dibenaknya namun ia tak ada keberanian bertanya lebih banyak dari ayahnya .
Eva pov
"Apa yang terjadi? "gumamku
Sungguh tak dapat aku mengingat apa pun kenapa aku masuk rumah sakit terakhir yang kuingat hanya si mbak pohon mangga itu mampir lalu sesuatu menutup mata dan mulutku lalu tidak ada yang dapat ku ingat lagi.
"Eva " panggil ayah ditangannya menenteng plastik berisi buah "kok disini nak, ayo masuk istirahat"
"gak yah ,Eva capek tiduran terus"
"Tapi disini panas"
"gak apa apa biar sehat"
"udah jam segini bukannya sehat kalau jadi hitam sih iya"ucap ayah sambil tekekeh
Sebenarnya tubuhku masih sangat lemas tapi bosan rasanya jika terus berada dikamar dan lagi jika aku sendiri dikamar aku takut jika ada makhluk yang menyeramkan seperti si mbak pohon mangga didesa masuk kekamarku.
"va, kalau kamu sehat kita langsung pulang kerumah aja ya, gak usah mampir kedesa " ucap ayah wajahnya terlihat murung seperti memendam sesuatu
"kenapa yah, apa Eva gak bisa pamit dulu sama kai,nini dan sari? " tanya ku
__ADS_1
"Gak usah, ayah yakin mereka juga paham ,ayo kita kembali kekamar"
>>>>>
Siang sudah berganti malam rumah sakit terasa lebih sunyi dari biasanya ayah sudah terlelap disofa memakai selimut tipis membalut tubuhnya.
Aku masih tak bisa tertidur selain masih memikirkan apa yang terjadi sebulan lalu juga aku terus memikirkan Hanif bagai mana kabarnya saat ini.
Tok tok
suara pintu kamarku diketuk dua kali,aku bangkit duduk diatas kasurku memeluk lutut, aku berusaha berfikir positif mungkin ada perbaikan dikamar sebelah tidak mungkin orang mengetuk tengahmalam begini ,kucoba berbaring lagi agar bisa segera tidur
Tok tok
Kembali pintu diketuk aku kembali terduduk seperti semula memeluk lutut aku yakin itu kamar ku yang diketuk, tapi tak berani aku membukanya trauma rasanya saat mendengar ketukan ini terakhir akibat ketukan pintu membuatku koma selama sebulan.
Bruak bruak bruakkkk
"kenapa va? " tanya ayah padaku
Kutatap ayah dalam dalam meyakinkan diriku jika memang ini ayah.
"kenapa va? " tanya ayah lagi melihatku menatapnya tajam
"yah" panggil ku
"iya ada apa? sudah malam kenapa belum tidur? kenapa kok liat pintu sampai segitunya ? kamu mau kabur? "
__ADS_1
" iya betul 100% ini yah" ucapku tak sadar keluar dari mulutku
"Kamu fikir ayah siapa ? setan? "
"Ayah gak dengar ada yang ngetuk? "
"gak ada"
"lalu kenapa ayah bangun ?"
"Ayah mau ketoilet,sana cepat tidur sudah malam"
"iya yah"
Aku kembali berbaring memejamkan mata berharap bisa segera tertidur.
ceklek
pintu kamarku dibuka seseorang masuk kekamarku "perawakannya persis seperti ayah tapi bukan nya ayah ditoilet tadi kenapa dari luar" batin ku
perlahan aku membuka mata sebelah kirimu mengintip siapa yang baru masuk kekamar
"kamu belum tidur Va? " tanya Ayah
Perlahan aku mebuka mata lebar lebar benarkah ini ayahku lalu siapa tadi yang baru masuk ketoilet.
"kenapa Va " tanya ayah lagi
__ADS_1
"Aaaaaakkkkkkkkhhhhh" Teriak ku sekuat tenaga berharap ada yang mendengarnya lalu masuk kekamar menolongku.
Terimakasih para pembaca telah mendukung karya Author jangan lupa like, komen dan voutenya.