PAMALI

PAMALI
Aku rindu Hanif


__ADS_3

Aaaaaaakkkkkkhhhhh


Teriakkan ku memekakkan telinga saking takutnya, aku tak berfikir lagi tentang pasien yang lain.


"Va, Eva eva"panggil ayah menguncang tubuhku


"Lepass, lepaas, tolong tolong" teriakku tanganku berusaha menepis tangan ayah yang memegang pundakku.


"Eva ini ayah nak"


"Bukan, lepas, lepas " aku berteriak mataku terus tertutup tak berani membukanya


"Kenapa mang ?" tanya seseorang suara yang sangatku kenal dan kurindukan terdengar panik


"Va sadar Eva" panggilnya padaku


"Hanif" panggiku


"Iya ini aku Hanif" jawabnya


"Tolong, tolong aku nif" lirihku


Hanif mendekat padaku yang masih menutup mata perlahan tangan ayah terlepas dari pundakku,kuulurkan tangan yang bergetar mencari keberadaan Hanif.


Hanif menyambut uluran tanganku yang bergetar menggenggamnya


Aku terisak sambil memegang tangan Hanif bersyukur rasanya ia datang disaat yang tepat.


"Va, bawa Istighfar agar kamu tenang" ucap Hanif lembut


Aku beristighfar sebanyak banyaknya hingga hatiku tenang dan mampu membuka mata.


Orang yang pertama kulihat adalah ayah dia terlihat sedih melihat keadaanku.


"Itu ayah mu Va" jelas Hanif

__ADS_1


Aku menatap Hanif mulutku tak mampu bertanya


"Aku yakin Va, percaya denganku" katanya lagi meyakinkan


Kutatap ayah dia terlihat perlahan mendekat padaku lalu menyambut tanganku yang masih menggenggam tangan Hanif.


Hanif menarik pelan tangannya agar terlepas dari genggaman ku.


"Va bukan mahrom" ucap ayah


"yah, ayah Eva takut yah" isak ku


tangisku pecah sambil memelum tubuh ayah.


>>>>


Author pov


pak Ivan perlahan membaringkan tubuh Eva yang tertidur sambil duduk memeluk ayahnya.


"saya pamit dulu mang, maaf sudah menggangu waktu istirahat amang" ucap Hanif sopan


"iya hati hati dijalan, tidak mengganggu terimakasih sudah jauh jauh kesini dan maaf Eva masih belum bisa diajak bicara" sesal pak Ivan


"Tidak apa apa mang semoga Eva lekas sembuh "


"Amminnn"


>>>>


Hanif mengendarai mobil seorang diri yang dipinjam dari pak Kades fikirannya melayang mengingat kondisi Eva yang sangat memprihatinkan.


"Ya Allah lindungi Eva" lirih Hanif


Perjalanan selama dua jam membuat Hanif terasa lelah apalagi ia tak sempat beristirahat saat tiba tadi dan langsung pulang lagi meski baru beberapa saat datang.

__ADS_1


>>>>


Eva yang terlelap sangat nyenyak hingga matahari sudah hampir condong kebarat baru lah ia terbangun, matanya menyusuri ruangan mencari keberadaan Hanif.


Terlihat ayahnya tengah tertidur sambil duduk wajahnya terlihat sangat lelah beban penuh bertengger dipundak lelaki hampir setengah abad itu.


Eva menatapnya nanar orang tua satu satunya itu.


Pak Ivan membuka matanya menegakkan tubuh melihat Eva tengah terbangun sambil menatapnya.


"kenapa nak? "


"Lapar yah " ucap Eva lemas


"Sebentar ya" Pak Iwan membuka rantang makan yang ada dimeja kecil dekat tempat tidur Eva. "Ini nak ayah suap ya? "


"Biar Eva makan sendiri aja yah, ayah tidur aja lagi"


"Gak apa apa, biar ayah yang suapin" paksa pak Ivan sambil menyodorkan sendok berisi nasi lembek dan lauknya


"Hanif kemana yah " Tanya Eva sambil celingukan


"Sudah pulang"


"Kenapa ?"


"eemm ayah yang suruh"


"Tapi kenapa yah ?"


"kita tidak usah berhubungan dengan Desa itu lagi ayah masih trauma"


"Yah, Eva boleh tau apa yang terjadi kenap Eva bisa koma selama sebulan ?" Tanya Eva hati hati


Terima kasih untuk semua pembaca jangan lupa dukung terus karya Author dengan Like, komen dan voute.

__ADS_1


__ADS_2