PAMALI

PAMALI
Perjalanan


__ADS_3

Flashback


Wanita pohon mangga itu si mbak kun menatap Eva yang tersenyum menyeringai kepadanya.


"penghiyanat kamu melindungi keturunan Firman"


"Aku penjaganya dan kau membahayakannya maka aku akan turun tangan"


"nini nini sepertimu bisa apa? "


"Kemarilah jika kau berani padaku" ucap Eva sambil tersenyum


Si mbak kun pergi bagai asap tak mau menghadapi eva seorang diri


Eva berjalan keluar dari rumah


musolah sudah ramai warga yang hendak mencari Iksan tak dihiraukan oleh Eva berjalan kearah kebun disamping rumah mang Ridwan.


Sari menatap punggung Eva yang menjauh dari rumah.


"Kemana ka Eva " gumam sari


>>>


Hanif pov


kami sudah berkumpul didepan musolah membagi kelompok untuk menyusuri seluruh desa aku menyuruh sari menemui Eva dirumah untuk membawanya ikut serta.


kami masih sibuk tak ada yang memperhatikan sari tanpa sengaja aku melihat sari seperti fokus melihat sesuat ku ikuti arah tatapan matanya.


"Eva"ucap ku lirih melihat perempuan cantik itu berjalan seorang diri


Kulihat sari kembali kemusolah kupalingkan wajahku agar seolah tak mengetahui perbuatannya.


" Mana Eva ?" tanya ni siti


"Ka Eva sudah tidur ni katanya dia capek"


Deg


Hatiku terasa gelisah saat mendengar jawaban sari


"Kenapa dia berbohong" batinku


"Kamu yakin sar ?" tanya ku penuh selidik


"Bang Hanif gak percaya, liat saja sendiri" ucap Sari sedikit membentakku

__ADS_1


Aku diam tak mau mebahasnya lagi, ku ayunkan langkah memdekati kai Burhan


"Kai Hanif pulang dulu sebentar" pamitku tanpa menunggu jawaban kai Burhan


aku berlari menuju arah Eva berjalan berharap ia tak terlalu jauh memang tak terlihat seperti cara jalan Eva tapi hatiku yakin jika itu Eva.


Desa terasa sangat sepi karena banyak warga berkumpul dimusolah dan yang tidak ikut mencari lebih memilih tinggal dirumah dan mengunci pintu rapat rapat.


samar samar kulihat sekelebat orang berjalan dikebun samping rumah mang Ridwan, kutajamkan penglihatanku yang terhalang minimnya pencahayaan.


"Eva" Teriakku


Namun tak digubris olehnya yang masih tetap berjalan menuju pohon mangga tua ditengah kebun.


Aku berlari mengejar Eva menempuh semak dan tanaman singkong yang tak beraturan.


Eva berhenti matanya menatap keatas pohon mata Eva melotot dia seakan tak melihat denganku yang kini berjalan menghampirinya.


"Eva" panggilku


"Pulang lah jangan ikut campur, kau membahaykan majikanku" ucapnya


Aku tak paham apa yang dimaksudnya


"KEMBALIKAN EVA" teriakku.


Kugapai lengan Eva hendak menariknya keluar dari kebun itu.


Eva memutar tubuhnya menatapku tajam hawa terasa lebih dingin dan terasa lebih gelap kuamati sekelilingku yang penuh pohon pohon raksasa dan tanah merah licin tepat seperti di mimpiku waktu itu.


"Setelah temanmu ditemukan bawa keturunan firman keluar dari kampung ini" ucapnya


Kulepaskan tangan Eva mundur teratur menjauh darinya suara itu tak seperti suara wanita yang kukenal.


ssrrraaakk


aaakkkkhhh "pekikku sambil


memegang tangku yang terasa basah


Sssrrraaakkkk


kembali kakiku yang kembali basah sesuatu mengalir keluar tak dapat aku melihat namun kuyakini jika itu darah.


Eva masih menatap tanpa mau menolong ku yang sudah tersungkur didepannya.


Eva tiba tiba melayang kerah belakangku

__ADS_1


Bruuakk


suara benturan dipohon tak jauh dariku membuatku mencari sumber suara, terlihat seorang kakek yang menemuiku waktu itu jatuh terduduk dibawah pohon.


Eva hendak mencekiknya namun ia hilang dan muncul lagi tepat dibelkang Eva mencekik leher belakang Eva mendorongnya menempel dibatang pohon.


"Lepaskan Eva " Teriakku sambil berusahan berdiri


kakek itu mengarahkan jari jarinya padaku yang langsung membuatku terpental jauh kebelakang.


"Aakkkhhh " rintihku merasakan sakit disekujur tubuhku


samar samar masih terdengar apa yang dibicarakan Eva pada kakek itu.


"Aku ingin keturunan Firman"


"kau tidak akan mendapatkannya"


"maka akan kubunuh dia"


"maka lenyapkan aku dulu "


Lalu kudengar pertempuran yang sangat sengit cahaya bargantian terlihat berwarna putih dan berwarna merah seperti api kekuatan keduanya seimbang hingga terdengar dentuman keras yang memekakkan telinga.


Aku berusahan berdiri dan menghampiri Eva, aku berjalan tertatih tatih menelusuri semak ternyata cukup jauh aku terpental karena kakek itu.


Kulihat Eva duduk bersimpuh tangannya memegang lutut kepalanya menunduk rambutnya tergerai menutup wajahnya


Perlahan ku melangkah semakin dekat pada Eva kuulurkan tangan hendak menggapai Eva.


Tap


Tangan Eva memegang lenganku dia mengangkat wajahnya "Hanif" lirihnya


"Eva" gumamku


"Bawa keturnan firman keluar dari desa ini " ucapnya kembali suara Eva berubah


Bbbrrruuuaaakkk


sesuatu menabrak tubuhku membuat tubuhku tersungkur tepat didepan Eva,lalu terdengar suara tawa cekikikan


kubalikakan badan berjongkok disamping Eva


sesosok wanita berbaju putih itu perlahan turun dengan tubuh terbalik rambutnya menjuntai tepat didepan mata kami berdua tubuhku tak mampu bergerak matapun tak mampu terpejam hanya bisa terus menatap sosok itu.


"sekarang aku bisa membunuhmu" ucapnya pada Eva

__ADS_1


Lalu kembali terbang melayang layang tak tentu arah


__ADS_2