
Flashback
Wanita pohon mangga itu si mbak kun menatap Eva yang tersenyum menyeringai kepadanya.
"penghiyanat kamu melindungi keturunan Firman"
"Aku penjaganya dan kau membahayakannya maka aku akan turun tangan"
"nini nini sepertimu bisa apa? "
"Kemarilah jika kau berani padaku" ucap Eva sambil tersenyum
Si mbak kun pergi bagai asap tak mau menghadapi eva seorang diri
Eva berjalan keluar dari rumah
musolah sudah ramai warga yang hendak mencari Iksan tak dihiraukan oleh Eva berjalan kearah kebun disamping rumah mang Ridwan.
Sari menatap punggung Eva yang menjauh dari rumah.
"Kemana ka Eva " gumam sari
>>>
Hanif pov
kami sudah berkumpul didepan musolah membagi kelompok untuk menyusuri seluruh desa aku menyuruh sari menemui Eva dirumah untuk membawanya ikut serta.
kami masih sibuk tak ada yang memperhatikan sari tanpa sengaja aku melihat sari seperti fokus melihat sesuat ku ikuti arah tatapan matanya.
"Eva"ucap ku lirih melihat perempuan cantik itu berjalan seorang diri
Kulihat sari kembali kemusolah kupalingkan wajahku agar seolah tak mengetahui perbuatannya.
" Mana Eva ?" tanya ni siti
"Ka Eva sudah tidur ni katanya dia capek"
Deg
Hatiku terasa gelisah saat mendengar jawaban sari
"Kenapa dia berbohong" batinku
"Kamu yakin sar ?" tanya ku penuh selidik
"Bang Hanif gak percaya, liat saja sendiri" ucap Sari sedikit membentakku
__ADS_1
Aku diam tak mau mebahasnya lagi, ku ayunkan langkah memdekati kai Burhan
"Kai Hanif pulang dulu sebentar" pamitku tanpa menunggu jawaban kai Burhan
aku berlari menuju arah Eva berjalan berharap ia tak terlalu jauh memang tak terlihat seperti cara jalan Eva tapi hatiku yakin jika itu Eva.
Desa terasa sangat sepi karena banyak warga berkumpul dimusolah dan yang tidak ikut mencari lebih memilih tinggal dirumah dan mengunci pintu rapat rapat.
samar samar kulihat sekelebat orang berjalan dikebun samping rumah mang Ridwan, kutajamkan penglihatanku yang terhalang minimnya pencahayaan.
"Eva" Teriakku
Namun tak digubris olehnya yang masih tetap berjalan menuju pohon mangga tua ditengah kebun.
Aku berlari mengejar Eva menempuh semak dan tanaman singkong yang tak beraturan.
Eva berhenti matanya menatap keatas pohon mata Eva melotot dia seakan tak melihat denganku yang kini berjalan menghampirinya.
"Eva" panggilku
"Pulang lah jangan ikut campur, kau membahaykan majikanku" ucapnya
Aku tak paham apa yang dimaksudnya
"KEMBALIKAN EVA" teriakku.
Kugapai lengan Eva hendak menariknya keluar dari kebun itu.
Eva memutar tubuhnya menatapku tajam hawa terasa lebih dingin dan terasa lebih gelap kuamati sekelilingku yang penuh pohon pohon raksasa dan tanah merah licin tepat seperti di mimpiku waktu itu.
"Setelah temanmu ditemukan bawa keturunan firman keluar dari kampung ini" ucapnya
Kulepaskan tangan Eva mundur teratur menjauh darinya suara itu tak seperti suara wanita yang kukenal.
ssrrraaakk
aaakkkkhhh "pekikku sambil
memegang tangku yang terasa basah
Sssrrraaakkkk
kembali kakiku yang kembali basah sesuatu mengalir keluar tak dapat aku melihat namun kuyakini jika itu darah.
Eva masih menatap tanpa mau menolong ku yang sudah tersungkur didepannya.
Eva tiba tiba melayang kerah belakangku
__ADS_1
Bruuakk
suara benturan dipohon tak jauh dariku membuatku mencari sumber suara, terlihat seorang kakek yang menemuiku waktu itu jatuh terduduk dibawah pohon.
Eva hendak mencekiknya namun ia hilang dan muncul lagi tepat dibelkang Eva mencekik leher belakang Eva mendorongnya menempel dibatang pohon.
"Lepaskan Eva " Teriakku sambil berusahan berdiri
kakek itu mengarahkan jari jarinya padaku yang langsung membuatku terpental jauh kebelakang.
"Aakkkhhh " rintihku merasakan sakit disekujur tubuhku
samar samar masih terdengar apa yang dibicarakan Eva pada kakek itu.
"Aku ingin keturunan Firman"
"kau tidak akan mendapatkannya"
"maka akan kubunuh dia"
"maka lenyapkan aku dulu "
Lalu kudengar pertempuran yang sangat sengit cahaya bargantian terlihat berwarna putih dan berwarna merah seperti api kekuatan keduanya seimbang hingga terdengar dentuman keras yang memekakkan telinga.
Aku berusahan berdiri dan menghampiri Eva, aku berjalan tertatih tatih menelusuri semak ternyata cukup jauh aku terpental karena kakek itu.
Kulihat Eva duduk bersimpuh tangannya memegang lutut kepalanya menunduk rambutnya tergerai menutup wajahnya
Perlahan ku melangkah semakin dekat pada Eva kuulurkan tangan hendak menggapai Eva.
Tap
Tangan Eva memegang lenganku dia mengangkat wajahnya "Hanif" lirihnya
"Eva" gumamku
"Bawa keturnan firman keluar dari desa ini " ucapnya kembali suara Eva berubah
Bbbrrruuuaaakkk
sesuatu menabrak tubuhku membuat tubuhku tersungkur tepat didepan Eva,lalu terdengar suara tawa cekikikan
kubalikakan badan berjongkok disamping Eva
sesosok wanita berbaju putih itu perlahan turun dengan tubuh terbalik rambutnya menjuntai tepat didepan mata kami berdua tubuhku tak mampu bergerak matapun tak mampu terpejam hanya bisa terus menatap sosok itu.
"sekarang aku bisa membunuhmu" ucapnya pada Eva
__ADS_1
Lalu kembali terbang melayang layang tak tentu arah