PAMALI

PAMALI
Titisan dukun


__ADS_3

Assalamualaikum " ucap Hanif yang berdiri didepan teras rumah


"waalaikumsallam " jawab Eva yang tengah duduk sendiri diruang tamu


"Kai burhan ada? " tanya Hanif pada Eva


"gak ada, keluar tadi" jawab


"iya sudah nanti saya kesini lagi" Hanif mengayunkan langkahnya hendak meninggalkan Eva


"Hanif" panggil Eva


"iya? "


"mmmm,, aku minta maaf soal semalam" ucapnya ragu ragu menahan malu


"iya, saya juga minta maaf sudah kalau sudah lancang semalam" ucap Hanif


"iya" ucap Eva lirih


"saya permisi dulu, assalamualaikum "


"waalaikumsallam " balas Eva bibirnya mengulas senyum


"siapa ka ?" tanya sari muncul tiba tiba


"astagfirullah sari" pekik Eva


Plakk tangan Eva melayang kepundak sari, membuat sari meringis kesakitan.


"sakit ka" rengek sari


"maaf, kamu sih bikin kaget"


"lagian berdiri sambil senyum senyum lagi kirain,,, " tak mau sari melanjutkan kata katanya

__ADS_1


"kirain apa ? kerasukan? " ucap Eva ketus "udah ayo masuk"


"siapa tadi ka? "


"Hanif, nyari kai Burhan"


keduanya kembali masuk kedalam rumah menutup pintu rapat rapat.


>>>


Hanif Pov.


"Alhamdulillah, Eva sudah sehat" gumamku


Sungguh hancur hatiku melihat Eva kamarin,dan menyesal rasanya tidak bisa banyak membantunya.


"ah gimana kalau Eva benar pulang kejawa" sesalku


saking kasiannya melihat Eva seperti itu membuatku tak bisa berfikir jernih, kalau dia pulang bagaimana aku bisa melihatnya lagi, alamatnya saja aku tidak tau.


"Kenapa acil iis ?" gumamku melihat bi iis berjalan tergesa gesa,sekujur tangannya merah melepuh seperti terbakar


"Assalamualaikum " aku berlari kecil menghampiri bi iis


"waalaikumsallam " jawabnya


"mau kemana cil? ?" tanya ku penasaran


"ketempat kai Burhan "jawabnya tanpa menatapku.


"ada perlu apa ?" tanya ku lagi tak biasanya aci iis ingin bertemu kai Burhan


Bi iis tak menjawab pertanyaanku, ia berlalu pergi dari hadapanku tanpa permisi.


"Ada apa"gumamku dalam hati

__ADS_1


>>>


Author pov


"Assalamualaikum "


"waalaikumsallam " jawab Eva yang hendak duduk dikursi diteras


Bi iis diam menunggu Eva duduk, ia juga duduk dilantai teras hanya berjarak beberapa senti dari Eva yang duduk santai dikursi kayu.


"Nah" ucap Eva menyodorkan sebotol air putih pada Bi iis "siram lukanya setiap habis ashar dan maghrib sampai airnya habis"


Bi iis menerima air itu lalu beranjak dari duduknya pergi meninggalkan Eva tanpa berucap ucap lagi.


"kenapa ka, acil iis kesini ?" tanya sari yang juga ikut keluar


"jangan umpat campur (jangan ikut campur) " bentak Eva


Sari menatap punggung Eva yang berjalan kembali kekamar.


>>>>>>


Bi iis jalan tergesa tegas kembali kerumahnya yang jaraknya lumayan jauh dari rumah kai Burhan, tangannya menggenggam botol air pemberian Eva.


sore harinya matahari sudah sedikt condong kebarat sayup sayup terdengar suara adzan dimasjid hilir desa, masjid satu satunya didesa itu.


Bi iis terlihat meringis menahan sakit, setiap adzan berkumandang luka ditangannya pasti bereaksi seperti terbakar dan bertambah beberapa senti menjalar ketubuhnya.


Saat adzan tak terdengar lagi bi iis beranjak mencari air yang diberikan Eva tadi dituangnya air kewadah magkok plastik lalu menutup botol itu kembali.


Sedikit demi sedikit bi iis memercikkan air keseluruh lukanya hingga airnya habis.


Bagai bara api yang disiram air begitulah kondisi tangan bu iis,saat dipercikkan air asap keluar dari tangannya dan terasa dingin dikulit, rasa panas tadi perlahan menghilang.


"Dasar keturunan dukun " gumam bi iis setelah tangannya terasa tak sakit lagi.

__ADS_1


__ADS_2