
Hanif berlari sekuat tenaga menuju rumai Kai Burhan, ia dikabari oleh Sari jika Eva pingsan dan tak Sadar sedari pagi tadi.
"Assalamualaikum "pekik Hanif yang berdiri didepan pintu
"waalaikumsallam " ucap penghuni rumah
Sari keluar menghampiri hanif didepan pintu mempersilahkannya masuk,
didalam kamar Eva, kai dan nini tengah mengaji menunggu Eva yang tak kunjung sadar sedari tadi pagi.
"bang, ka Eva" Sari menangis tersedu melihat sepupunya seakan mayat hidup wajahnya pucat tubuhnya dingin namun berkeringat .
Hanif masuk kekamar mencium punggung tangan kai dan Nini lalu duduk disamping Eva,
"ayo kai, sebelum Eva semakin lemah"
"ayo"
Hanif memakai sarung tangan yang dibawanya dari rumah .tangan kanannya menggapai pucuk kepala Eva yang dibalut kerudung tangan kirinya menekan jari jempol Eva seraya memulai membaca ayat ayat suci Alqur'an.
__ADS_1
Tak berapa lama Eva membuka matanya namun itu bukan mata Eva.
mata itu berwarna putih tak ada bagian hitamnya ia menarik bibir mengulas senyum pada hanif yang memejamkan mata disampingnya khusyu melafalkan ayat demi ayat.
"bang hanif" panggilnya kini suara seperti anak kecil "bang hanif, bang, bang" panggilnya dengan suara bergetar menahan sakit
Tidak ada yang memperdulikan suara Eva semuanya fokus melafalkan ayat suci Alqur'an.
"Burhan, siti" panggil Eva lagi kini suaranya kembali berubah suaranya seperti kakek kakek
Tak ada yang menjawab lagi Eva meronta kesakitan kini ia mangis tersedu sedu menyayat hati bagi siapa saja yang mendengarnya.
Ni siti tak tahan ia tau betul ini suara siapa, Ni siti berhenti membaca alqur'an, ia ingin melihat betulkan itu soraya keponakannya yang malang ia tak menyangka alih alih soraya yang dilihatnya tapi malah Eva dengan senyum menyeringainya yang tampak menakukkan.
"hahaha sitiiiiii" Eva terkekeh merasa berhasil telah membuat was was.
Ni siti segera berdiri lalu keluar dari kamar Eva bersamaan dengan keluarnya nini siti ,Eva dapat menguasai dirinya matanya kembali normal.
"mama" ucap Eva lirih sambil terisak
__ADS_1
Hanif yang mendengar suara Eva membuka mata begitupun dengan kai Burhan mereka tak henti berdoa.
Tak disangka oleh kai Burhan dan Hanif saat kesadaran Eva kembali namun ia belum bisa mengendalikan tubuhnya tiba tiba tubuh Eva seakan tertarik kedinding rumah terbuat dari kayu itu membuatnya membentur dengan kerasnya didinding ,seakan ada magnet yang mengendalikannya tubuh Eva hendak tertarik ketas lagi Hanif sigap menggapai tangan Eva .
Hanif tak hentinya melafalkan ayat demi ayat sambil memegang erat tangan Eva yang kini menggantung diudara dengan posisi tubuh menghadap kebawah rambutnya tergerai menutupi wajahnya.
sekian detik Eva masih tergantung yang awalnya Eva berteriak histeris tiba tiba suasana menjadi hening tatapan Eva kembali kosong.
Eva berteriak suaranya memekakkan telinga "jangan ganggu bayut ku" bersamaan dengan jatuhnya tubuh Eva dengan keras menimpa Hanif yang sedari tadi memegang tangannya, beruntung keduanya diatas kasur setidaknya punggung Hanif tidak terlalu sakit.
Nini siti kembali masuk kekamar membantu Hanif ,dan sari membaring tubuh Eva.
sari masih tak hentinya terisak sungguh mengerikan pemandangan sore itu baginya.
"Istigfar sar, " ucap Hanif menenangkan.
(Catatan : menurut kelurga ku buyut adalah sebutan untuk keturunan keempat atau lebih)
(anak, cucu, cicit, buyut)
__ADS_1
Terima kasih untuk semua pembaca jangan lupa like dan komennya. Terimakasih!!