
Malam semakin larut rasa lelahku sudah berkurang hampir setengah hari aku habiskan dengan istirahat dikamar, aku sudah merengkai kegiatanku besok tapi fikiranku terganggu saat mengingat sikap Kai Burhan tak seperti biasanya.
Ah mungkin itu hanya perasaanku saja atau memang ada sesuatu yang mereka sembunyikan,
Sudahlah jangan berburuk sangka itu tidak baik,dari pada aku memikirkan itu alangkah baiknya aku tidur malam sudah semakin larut tidak baik bagi orang indigo sepertiku tidur terlalu larut malam takutnya ada mbak kun yang malah datang buat curhat.
Kutarik selimut menutup sekujur tubuhku dan kupaksa memejam kan mata.
*****
Matahari pagi menyambut aku sudah bangun sejak subuh tadi bahkan tidur larut malam tak membuatku bangun kesiangan karena sakit semangatnya ingin berkeliling kampung seperti dulu bersama sari,
Andaikan ada sari, setidaknya aku tak sendirian berjalan jalan keliling kampung pagi ini.
"mau kemana Va? " tanya Nini siti padaku
Aku tersenyum lalu menghampiri Nini siti "Eva mau jalan jalan ni" jawabku
"Va, Bisa kita duduk dulu ada yang mau Nini ceritakan"
Aku penasaran dengan apa yang ingin Nini siti ceritakan tapi aku juga tidak sabar ingin bertemu Hanif, aku penasaran dengan reaksinya saat melihatku.
"Apa tidak bisa nanti aja Ni,? Eva mau jalan jalan dulu sebentar" pintaku
"Sebentar saja Va" sela kai Burhan "Kami tunggu didapur"ucap Kai lembut
__ADS_1
Aku pun mengalah tidak baik membantah orang yang lebih tua, dan terburu buru juga bukan hal baik karena siapa yang suka melakukan sesuatu hal dengan terburu buru itu adalah pengaruh setan.
"Iya" jawabku tanpa mau membantah lagi
Author pov
Eva berjalan gontai mengikuti Kai dan Nini yang sudah masuk kedapur lebih dulu, Nini dan kai Duduk dimeja makan yang sudah tersedia singkong rebus dan kopi diatasnya.
"Kita tunggu sebentar lah" ucap Nini siti
Eva hanya bisa mengangguk dia seperti tak penasaran dengan hal apa yang ingin diceritakan Kai Burhan dan Nini siti.
Kai dan nini terlihat saling kode menyuruh siapa yang lebih dulu bicara hingga akhirnya kai Burhan mengalah "Va " ucap kai pelan
"iya kai" jawab Eva
"iya, kenapa dengan sari? " tanya Eva tak sabar
"3 Bulan setelah Eva pulang kejawa, orang Tua sari meninggal, sari dan Eva sama sama yatim piatu sekarang"
"Innalillahiwainnalillahirojiun" ucap Eva
"Orang tuanya berpesan pada kai dan Nini untuk menikahkan Sari dengan seseorang dan tepat sebulan yang lalu saat Sari lulus sekolah kai dan Nini menunaikan Amanah orang Tua sari" jelas kai hati hati
"Alhamdulillah, jadi Sari sudah menikah ?"
__ADS_1
"Iih (iya) " jawab kai dan nini bersamaan
"Sekarang Sari dimana Ni?, sama siapa Sari menikah? " tanya Eva lagi
Kai dan Nini saling pandang lalu "Sari tinggal dikampung sini dan menikah dengan orang kampung sini jua (juga) " jelas Nini siti
"Sama si...?" belum selesai Eva bertanya suara salam dari luar rumah menyela ucapannya
"Assalamualaikum "
"Waalaikumsallam " jawab kai dan Nini
Mereka makin terlihat gugup "Biar Eva yang lihat Ni" pinta Eva
"Jangan, tunggu aja disini kada (tidak) usah keluar" ucap Nini siti
Terdengar suara langkah orang masuk kedalam rumah,maklum rumah berlantaikan papan diinjak meninggalkan jejak,ketiganya menunggu sang tamu masuk dalam diam .
"Ni, kai" ucap Sari
Eva yang hafal suara itu langsung bangkit dari duduknya dan memutar tubuh hendak menghampiri Sari namun langkahnya terhenti saat melihat ada sosok yang ia kenal berdiri disamping Sari.
***
Terimakasih untuk semua pembaca jangan lupa dukung terus karya Author dengan like dan komen semoga karya Author cepat dikontrak Aamiin,
__ADS_1
Dukungan kalian penyemangatku.