PAMALI

PAMALI
Darah keturunan terakhir bagian 4


__ADS_3

Bbbrruuuakkk


semua melihat kearah cendela kaca depan rumah yang bergoyang seakan ada sesuatu yang membenturnya beruntung kaca itu tidak pecah, semua membeku saling pandang namun tidak berani mencari tau apa yang ada diluar sana


sssrrrraaaakkkkk ssrraakkkk ssrrraakkk


suara benda yang beradu dengan dinding rumah, seperti ada yang mencakar cakar dinding, kai Burhan berdiri hendak mengambil al'quran langkahnya terhenti semua ruangan terkunci rapat "terkunci" ucapnya saat mencoba membuka pintu kamar kamar


Sari dan Ni siti langsung berpelukan " Bang Hanif, kamu dimana bang,?" rintih sari


Eva menatap sari dengan tatapan tajam "kita baca apa yang kita hapal saja" titah Eva


semuanya kembali duduk lalu mulai membaca surah surah yang dihapal, semua fokus pada ayat ayat yang dihapal, lalu suara diluar rumah perlahan mulai riuh,suara suara yang tidak jelas dari mana asalnya namun semakin dekat kearah rumah kai Burhan


semakin lama semakin dekat dan mulai terdengar sangat dekat, saking riuhnya sampai bacaan yang dilafazkan empat orang dirumah tidak terdengar sama sekali, "jangan berhenti" titah kai Burhan yang melihat sari dan nini siti ketakutan


Dibalik suara riuh riuh itu juga terdengar suara yang memanggil manggil dan ada sebagian yang mengedor gedor rumah agar pemilik rumah terganggu, suara pekikan, cekikikan hingga suara orang seperti mengobrol menjadi satu tidak dapat terdengar jelas, hanya suara bising dan berisik


...****************...


Hanif pov


Kami sampai disebuah pasantren tempatku menjemput ustadz ghifari kemarin, semua guru guru dan kia'i berkumpul dimusolah menunggu kedatangan kami "Assalamualaikum " ucap ustadz Ghifari lalu mengulurkan tangan mencium satu persatu tangan orang orang mulia ini


akupun begitu tidak ketinggalan ingin menyentuh tangan tangan yang memiliki berkah ini "Ini hanif kemarin ya" ucap salah seorang


"inggih" jawab ku lembut


"seperti yang kita bicarakan tadi siang, dengan ijin allah ta'ala semoga kami dapat membantu,jadi 2 orang ustadz akan ikut kalian dan kami disini bantu dengan do'a bersama anak anak santri, mudah mudahan ini cepat selesai" jelasnya


Aku hanya mangguk mangguk tanda mengiyakan, setelah sholat ashar kami semua berangkat dengan dua buah sepeda motor"saya Hanif" ucapku pada ustadz yang kubonceng


"iya, saya Syarif dan itu ustadz mizan" jawabnya sambil menunjuk seorang pria yanh dibonceng ustadz Ghifari


"Maaf tadi kita tidak sempat kenalan" sesal ku karena harus berkenalan diatas sepeda motor rasanya tidak sopan

__ADS_1


"iya tidak apa apa, sepertinya orang ini spesial buat kamu Nif, sampai sampai kamu lupa berkenalan dengan kami" ucap nya seraya mengejekku


Aku hanya tersenyum, takut jika masalah ini terseret terlalu jauh dan bisa melukai hati seseorang, kami pun diam tidak berbicara lagi namun aku merasakan ada yang aneh saat diperjalanan kami


sudah cukup lama kami berkendara namun kami merasa masih berada disekitar pasantren,hingga matahari semakin condong "Berhenti disini saja" ucap ustadz syarif


kami berhenti disebuah jalan, disepanjang jalannya hanya ada semak dan jalan yang sedikit berbatu serta pohon pohon berjejer disampingnya


kami berkumpul"waktu sudah mau maghrib, sepertinya kita dipermainkan lebih baik kita sholat dulu minta tolong pada pemilik hidup" pinta ustadz syarif lembut namun tegas


Aku sudah yakin pasti semua orang juga menyadari jika kami hanya dibuat berputar putar diarea sini saja, "ingat Nif, Allah sebaik baiknya penolong" ucap ustadz mizan pada ku sambil menepuk pelan pundakku


Kami hanya bertayamum karena tidak menemukan sumber air untuk berwudhu,kami mulai sholat ustadz Syarif menjadi imamnya, aku syap yang paling ujung dikiri ustadz syarif"Allahhuakbar" intruksi ustadz syarif yang langsung kami ikuti namun ada suara lain yang mengikuti kami seakan kami sholat ditanah lapang dengan ribuan jama'ah.


setiap kami bertakbir ribuan suara bersahutan dengan suara kami sampai sholat kami selesai barulah suara suara itu hilang.


jalan sudah gelap saat kami selesai sholat "Mari kita lanjutkan"ustadz ghifari seakan paham dengan apa yang mengusikku


"inilah cobaannya, jangan takut Bismillah "ucapnya sambil meninggalkanku dan menaiki sepeda motornya


lampu lampu dikampung itu sudah semakin dekat dengan kami tapi kenapa ustadz syarif meminta kami berhenti "Ada apa " tanya ku


kami semua turun dari kendaraan mengikuti arah pandangan ustadz syarif "kita tidak akan bisa masuk kekampung itu" ucapnya sambil menunjuk kearah kampung


"kenapa?" 'tanya ku heran


Ustadz Syarif menatapku "kamu pasti tau" jawabnya


kuperhatikan sekali lagi dengan seksama apa yang dimaksud ustadz syarif malam yang gelap ternyata menyamarkan penglihatan kami jika diperhatikan dengan teliti bisa dilihat seluruh kampung seperti diselimuti asap hitam itulah alasan mengapa sejak sore tadi kami tidak sampai kekampung padahal sudah berjam jam diperjalanan.


penglihatan ustadz Syarif sangat terang untuk melihat hal itu "sihir" gumamnya "beruntung kita bisa sampai disini, biasanya kita dibuat tidak akan bisa mendekat kekampung ini"sambungnya lagi


"Lalu apa yang harus kita lakukan ?" tanya ku dengan fikiran yang kalut dan hati yang gelisah tetapi ku tutupi itu agar tidak diketahui para ustadz ini


"cari sumber air, perbaiki wudhu kita laksanakan sholat lalu kita lakukan sebisa dan sampu kita" Titah ustadz syarif

__ADS_1


kami bergegas mencari sumber air, tak jauh dari tempat kami singgah ada aliran sungai,kami langsung turun dan berwudhu dengan khusyuk, tidak ada satu orang pun diantara kami berbicara sampai naik dan bersiap sholat.


"luruskan shap" ucap ustadz syarif


kami meluruskan shap dan sholat dengan khusyuk, lagi lagi saat kami sholat hanya kami berempat namun seakan banyak makmum yang mengaminkan sholat kami,Merinding itu kata yang cocok untuk situasi ini.


Selesai sholat kami duduk melingkar ustadz syarif memimpin kami membaca Do'a Do'a.


Hanif pov end


...****************...


...****************...


Author pov


Malam yang mencekam itu ternyata belum usai setelah suara riuh itu perlahan menghilang "mau kemana? " tanya Ni siti pada sari yang beranjak dari duduknya "kekamar ambil al'quran "jawab sari


semua orang diam tanda mengiyakan jawaban sari


Aaakkkkhhh


suara teriakan sari yang tiba tiba terjatuh, Eva dengan cepat menarik tangan sari namun ada sesuatu juga yang menarik ujung kakinya dengan sangat kuat "Ka Eva tolong" teriak sari


Kai Burhan pun ikut membantu, belum sempat menarik sari, kai Burhan pun ikut tertarik kearah pintu depan rumah yang tiba tiba terbuka lebar dan menutup kembali setelah Kai Burhan hilang dari pandangan.


Sari terselamatkan namun kai Burhan menghilang"Tolong,tolong,tolong" teriak Eva yang berlari kearah pintu depan yang sudah tertutup rapat dan terkunci


Sari dan Nini siti tidak bisa berbuat apa apa, keduanya berpelukan saling menguatkan.


...****************...


Hai readers, Terimakasih untuk semuanya sudah setia jadi pembaca PAMALI dan terima kasih juga atas semua dukungannya,maafkan Author yang tidak teratur update semoga kedepannya lebih baik.


Jangan lupa!! juga baca dan dukung novel Author yang lain ya.

__ADS_1


salam sayang Dari Author untuk semua pembaca!!!


__ADS_2