PAMALI

PAMALI
Kuyang lagi


__ADS_3

Eva POV


bug


bug


bug


suara atap rumah yang seperti ditabrak sesuatu cukup lama suara itu.


"sar, sari,, sari"


"ada apa ka? "


"itu kamu dengar? "


"dengar apa? "


"di atap? "


dug


dug


dug


"apa itu ka? " sari merapatkan badannya ke Eva


"ayo kita liat"


"jangan gak usah diliat"


"kenapa? "


"kita telpon bang hanif"


"udah tengah malam sar"


"gimana kalo itu kuyang"


"kata kamu cuma ganggu orang hamil dan melahirkan aja"


"gak tau juga ka"


tak berapa lama terdengar suara orang mengaji dikamar kai dan nini, semakin lama semakin hilang suara dari atas atap.

__ADS_1


"itu kai sama nini? "tanya Sari


"iya kayanya, ayo kita kesana"


kami pun berjalan perlahan lampu diruangan semua dimatikan hanya lampu teras depan dan belakang saja yang nyala serta lampu kamar, perlahan kami melangkah menuju kamar kai dan nini diseblah saat kami hendak membuka pintu kamar


kreeettt


pintu kamar terbuka pelan sesosok berdiri dibalik pintu kami amati dari ujung kaki hingga kepala sosok memakai kain putih seperti mukena itu, belum sampai bagian atas kami mundur teratur hingga suara yang kami kenal menyadarkan kami.


"kenapa sar, va? " tanya kai Burhan yang baru datang dari depan.


kami pun sigap menoleh kesumber suara, mata kami melotot melihat kai Burhan dan Nini siti baru dari depan memakai pakaian sholat,kalau nini siti didepan terus siapa yang dikamar ini.


"ni-ni sa-sama kai dari mana " tanya sari tergagap memberanikan diri.


" Dari rumah putri tadi ada yang melihat kuyang jadi kai sama nini kesana menemani sambil mengaji dengan lakinya( suaminya) putri"


"dari jam berapa? "tanyaku lagi penasaran


"Dari jam 9,ini baru pulang kenapa ?"


akupun melihat jam dinding menunjuk kan pukul 01:20 lalu suara siapa yang mengaji tadi sampai suara diatas rumah hilang.


_____


"siapa itu ka "tanya sari masih meringkuk memeluk lenganku


"gak tau, udah kita tidur aja"


kami mencoba tenang agar bisa segera tidur meski nalarku tak bisa menjelaskan apa yang terjadi, andaikan itu jin berarti dia jin baik yang membantu kami dari gangguan kuyang?.


______


pagi harinya kami duduk dimeja bundar didapur untuk sarapan, sari masih terlihat gemetar sisa sisa ketakutannya tadi malam masih terasa ia tak berani menatap nini siti terlalu lama ia sepertinya masih tak yakin nini siti yang sisampingnya itu adalah nini siti yang asli.


"kenapa sar? " tanya kai Burhan heran dengan kelakuan sari


"hehehe" dengan ketawa yang dipaksa kan sari mencoba mencairkan suasan yang menegang olehnya.


"sabar sar bawa istighfar" ucap ku menenangkan sari


Aku juga tak mau menceritakan soal kenapa sari terlihat lebih kaku dari biasanya aku tak ingin nini dan kai kefikiran.


"Va, sar,nanti kita kerumah arif ya"

__ADS_1


"ada apa ni kesana? "


"nanti habis maghrib ada syukuran buat arif, kita bantu bantu disana"


"insyaallah" ucap kami berbarengan


>>>>


aku tengah duduk dikasur membaca buku novel yang kubawa dari rumah.


"ka Eva" panggil sari kepalanya menjulur dipintu yang setengah tertutup


"eemm ada apa? "


"kita kepasar yuk"


"dimana? "


"itu dilapangan ada pasar mingguan "


"wah yang betul kamu ?" tanya ku girang maklum biasa tinggal dikota membuatku rindu tempat yang ramai.


" iya, ayo"


Aku pun mengikuti sari menyusuri jalan desa kami melalui jembatan kayu yang membentang menyatukan daratan yang terpisah oleh sungai untuk sampai kelapangan tempat pasar mingguan digelar, ditengah jembatan terlihat bi iis berjalan seorang diri menenteng barang belanjaanya,saat itu jembatan lumayan sepi hanya kami bertiga ada dijembatan yang panjang itu.


"itu dia" gumamku "ayo sar cepat" ucapku pada sari


kulangkahkan kaki cepat menghampiri bi iis, entah apa yang ada dalam fikiranku mengapa aku menghampirinya sepertinya tubuhku bukan aku yang mengendalikan.


Tap ku gapai lengan bi iis, ia menatapku tajam.


" kalau masih mau hidup jangan ganggu keturunanku " kata kata itu terlontar begitu saja dari mulutku tanpa konfirmasi keotak ku lebih dulu.


"ka Eva " bisik sari


"Maaf" lirih bi iis


Aku terperanjat melihat lenganku menggenggam erat bi iis sigap ku lepas pegangan tangan ku


"maaf" ucap ku netraku menatap lengan bi iis terlihat memerah seperti luka bakar bekas genggamanku tadi.


Tanpa berbicara lagi bi iis langsung melangkah cepat meninggalkan kami berdua yang masih menatapnya kasihan.


Terimakasih telah mendukung karya Author dengan like dan komen. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2