
PAMALI>>>>RUMOR
ustdaz Ghifari pov
Aku pulang dari rumah kai Burhan setibanya kulihat jendela yang kami hancurkan tadi "hhhaahhh"aku menghembuskan nafas kasar alamat harus ganti rugi ini
Aku ragu ragu masuk kedalam tapi mau bagaimana lagi rencana harus berjalan lancar "Assalamualaikum "suara dari luar rumah ternyata yang datang Kai Burhan, nini siti dan Eva
"Waalaikumsallam "jawabku "silakan masuk kai"ucapku lagi
sejujurnya aku malu pada kai Burhan sebab rumah yang kupinjam ini sekarang keadaannya sungguh memprihatinkan tapi semoga saja Kai dan keluarga nya tidak menganggapku lalai dan salah paham dengan apa yang terjadi.
"Maaf kai rumahnya tidak bisa saya jaga dengan baik"ucapku
Kai Burhan menepuk pundakku "Cu, jangan terlalu difikirkan"ucapannya membuatku merasa lebih baik
Nini dan Eva langsung kedapur membersihkan barang barang yang pecah saat rak piring tiba tiba jatuh tadi, aku membantu keduanya takut sebab banyak beling yang tajam bisa membuat mereka terluka
Dirasa cukup aku kedepan membantu Kai Burhan untuk memperbaiki jendela yang kami, aku dan Hanif hancurkan tadi,tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk sentara hanya membersihkan pecahan kacanya dan menutup lubang iti dengan papan seadanya.
Amang iwan sekilas terlihat oleh ku menatap dari jendela rumahnya saat kami sibuk bersih bersih, namun sebisa mungkin aku mengabaikannya dan seolah tidak tau bahwa dia sedang mengintip kami.
Selesai sudah sebeluk waktu dzuhur tiba kami duduk diteras untuk beristirahat sejenak, Nini membuatkab kami teh hangat yang langsung kami seruput "Assalamualaikum kai"ucap Amang iwan yang baru keluar dari rumahnya dan menghampiri kami
"Waalaikumsallam "jawab kami bersamaan "kukira ikam (kamu) kedida (tidak ada) dirumah Wan "ucap Kai Burhan berbasa basi
"Ada kai esok baru kekebun"jawabnya
"andai tadi saya tau, bisa saya minta tolong Mang iwan"ucapku menyela pembicaraan mereka
"Tolong apa ustadz? "tanyannya dengan wajah yang tidak begitu senang
"iih lah (iya ya) pak ustadz, jadi kita terlalu capek"sambung kai Burhan
"Tolong apa memangnya kai "tanya mang Iwan lagi
__ADS_1
"Ini, ustadz Ghifari diteror penunggu rumah mungkin sebab lama tidak ditempati jadi banyak yang mengambil alih rumah anwar jadi rumah mereka"jelas Kai Burhan "Ini sampai jendelanya hancur"Kai Burhan menunjuk jendela yang tadi kami perbaiki seadanya
"Andai tau ikam (kamu) dirumah bisa menolong kami memperbaiki jendela ini"sambung kai Burhan
Amang iwan terdiam ia berkali kali menoleh kerumahnya entah apa yang membuatnya gelisah "saya lagi sibuk juga kai dirumah"jawabnya lalu ia berpamitan pada kami
"Ya sudah kai, ulun (saya) masuk dulu "ucapnya tidak sempat kai menjawab ia langsung pergi begitu saja masuk kedalan rumah menutupnya rapat dan menguncinya
Kami bedua terdiam melihat tingkahnya, kuperhatikan tidak ada yang mencurigakan dirumah itu tapi kenapa Amang iwan terlihat khawatir tadi.
ustadz Ghifari pov end
>>>>>>>>
Amang iwan masuk kedalam rumahnya lalu menutup pintu rapat rapat dan menguncinya,sekali lagi ai mengintip keluar rumah melalui celah horden sebelum akhirnya masuk menuju sebuah kamar.
>>>>
Eva dan nini siti selesai membersihkan dapur keduanya ikut bergabung dengan kai dan ustadz yang duduk diluar "sudah tuntung (selesai) ?"tanya kai Burhan pada istrinya
"ya sudah ustadz, kami pulang dulu"ucap Kai Burhan
"inggih(iya) kai terima kasih banyak atas bantuannya"jawab ustadz Ghifari
ketiganya pun pulang dari rumah Mang Anwar semetara dirumah Amang iwan sepasang bola mata mengintip dari balik horden disebuah kamar, mata itu memandang ustadz Ghifari yang masih diluar hingga Kai, nini dan Eva tak terlihat lagi.
>>>>
Malam tiba ustadz Ghifari baru saja pulang dari masjid setelah sholat isya seseorang terlihat melintas dari belakang rumah Amang iwan menuju belakang rumah Amang Anwar
Ustadz Ghifari melihat bayangan orang itu namun sengaja ia abaikan berpura pura tidak terjadi apa apa.
"Assalamualaikum "ucap ustadz Ghifari saat masuk rumah lalu ia menutupnya rapat dan menguncinya.
ia duduk diatas tempat tidur memikirkan apa lagi rencana orang itu yang diam diam menyelinap dibelakang rumah, ustadz Ghifari mendengar samar samar ada suara dari arah dapur "pasti orang itu mencoba masuk rumah"batin ustadz Ghifari
__ADS_1
Ia kemudian menutup guling dengan selimut menggantikan dirinya ditempat tidur, sementara ustadz ghifari bersembunyi dibawah katil (ranjang kayu).
Cukup lama ia menunggu namun tak kunjung ada yang masuk hingga hampir saja tertidur hingga seseorang membuka pintu kamar yang sengaja tidak dikunci
Sepasang kaki melangkah masuk dengan pakaian serba hitam dan sepatu hitam, orang itu lalu perlahan membuka pintu lemari lalu tidak lama menutupnya kembali,
kemudian orang itu keluar dari kamar, ustadz ghifari tidak keluar dari persembunyiannya hingga ia merasa jika orang itu sudah pergi cukup jauh.
Perlahan ustadz Ghifari keluar dengan mengendap endap lalu membuka lemari mencari cari apa ada barang yang hilang, ternyata semua masih utuh tidak ada yang hilang hanya ada sebuah kertas yang diletakkan diantara bajunya yang berlipat rapi, ustadz Ghifari membuka kertas itu ternyata sebuah mantra yang ditulis dengan huruf arab gundul.
Ia tidak bisa tidur hingga waktu subuh tiba, semalaman ustadz Ghifari terduduk sambil menatap tulisan itu.
...****************...
Waktu sebuh hampir tiba ustadz Ghifari segera kemasjid, sebelumnya ia mandi untuk menyegarkan diri yang semalaman tidak bisa tidur.
"Assalamualaikum "ucapnya saat masuk masjid disana sudah ada Hanif yang datang lebih dulu
"Waalaikumsallam "jawab Hanif
Tidak ada pembicaraan antara ustadz Ghifari dan Hanif perihal surat itu tapi Hanif sudah paham dari pandangan ustadz Ghifari jika malam tadi ustadz muda itu mengalami sesuatu yang menganggu fikirannya.
Selesai Sholat Hanif membawa ustadz Ghifari kerumah kai Burhan "Kai, Hanif dan pak ustadz mau kerumah "ucap Hanif "Apa boleh? "tanyanya lagi
Kai mengerti pasti ada sesuatu yang mendesak"ayo,kita pulang sama sama"ajak Kai Burhan
Ustadz Ghifari hanya terdiam dan ikut saja ajakan dari Hanif, sesampainya dirumah Kai langsung menutup pintu kembali"ada apa ini, apa ada kabar terbaru? "tanya kai Burhan penasaran
Hanif menatap ustadz Ghifari "silahkan ustadz "ucap Hanif
Ustadz Ghifari terlihat ragu ragu namun ia beranikan diri untuk bertanya "kai, Apa amang iwan itu punya anak perempuan? "tanyanya pada Kai Burhan
"Setau kai rasanya ada, tapi sudah lama tidak pernah kelihatan"jawab kai Burhan
"memangnya Ada apa ustadz? " tanya Hanif
__ADS_1
Ustadz Ghifari mengeluarkan kertas yang ia dapat tadi didalam lemarinya dan ia buka lebar lebar memperlihatkan pada kai dan Hanif "Seperti nya Amang iwan yang memasang ini dikamar saya kai "ucapnya