PAMALI

PAMALI
SIAPA ANAK ITU?


__ADS_3

PAMALI>>SIAPA ANAK ITU?


Hari sudah beranjak siang anak kelas dua sudah pulang aku memilih untuk tetap diruang kantor bersama Nisa yang juga sudah selesai mengajar "Ka Eva lagi apa? "tanya Nisa pada ku


"ini lagi mempelajari materi pelajaran untuk besok"jawabku


maklum saja aku bukan seorang guru jadi untuk bisa mengajar dengan baik aku juga harus belajar lagi lagi dan lagi.


"Kamu belum pulang Nis? "tanyaku balik pada Nisa


"Belum ka, nungguin Mia"jawabnya"oiya ka Eva"Nisa seakan teringat sesuatu


"Eemm,ada apa? "tanyaku


Nisa terlihat sedikit sungkan untuk mengutarakan apa yang ada difikirannya"maaf ya ka sebelumnya Nisa cuma penasaran,apa benar ka Eva bisa melihat,, "Nisa menghentikan kata katanya lalu ia melihat sekitar dan perlahan mendekat kepada ku kemudian mengangkat kedua tangannya melipat jari jari hingga menyisakan jari tengah dan telunjuk lalu menggerakkan keduanya bersamaan ia seolah takut jika berkata yang menyinggung makhluk halus.


aku hanya bisa keheranan dan menjawab pertanyaan nya dengan mengangguk"Eeemmm berarti apa kata orang orang memang benar "ucap Nisa


"gimana sudah hilang rasa penasarannya? "tanyaku melihat Nisa yang masih terlihat memikirkan sesuatu


Nisa tersenyum manis "hehe alhamdulillah sudah ka"jawabnya cepat"tapi,,ka Eva tidak liat apa apa kan disekolah ini? "tanyannya lagi


"Liat apa? "tanyaku penasaran


"Seperti,,, "Belum sempat Nisa menjawab suara salam membuat obrolan kami terhenti


"Assalamualaikum "ucap Hanif dan Sari bersamaan


"Waalaikumsallam "jawab kami


aku kembali mengalihkan perhatian ku pada Nisa "seperti apa? "tanya ku lagi pada Nisa

__ADS_1


Hanif dan Sari yang mendengar merasa penasaran dengan apa yang kami bicarakan dan Sari pun bertanya "lagi bahas apa? "tanya sari pada kami


Nisa tidak menjawab ia hanya bisa tersenyum seraya membereskan barang barangnya ,Sari terlihat kebingungan sebab tak menerima jawaban dari pertanyaannya"Bukan apa apa"jawab ku yang tidak enak melihat pertanyaan sari tidak dijawab oleh Nisa


Tak berselang lama Mia datang keruang kantor dan keduanya segera pulang terlebih dahulu, begitupun dengan Eva juga membersekan barang bawaannya untuk segera pulang sebab waktu mengajar telah usai.


"Saya duluan "ucap Eva berpamitan pada sari, Hanif dan ustadz Ghifari "Assalamualaikum "sambungnya lagi


Eva berjalan keluar kantor baru beberapa langkah sosok anak kecil perempuan menghentikan langkahnya dan tersenyum pada Eva "Kamu belum pulang? "tanya Eva namun anak itu tidak menjawab hanya tersenyum dan berlari pergi dari hadapan Eva


Anak itu berlari kearah samping ruangan kantor dan tubuh kecilnya menghilang dibalik dinding kayu yang sederhana itu.


"Kok belum pulang "tanya ustadz Ghifari pada Eva yang masih tak bergerak ditempatnya berdiri "Liat apa? "tanyanya lagi


"gak apa apa, cuma ada anak yang belum pulang tadi"jawab Eva


"siapa? "tanya ustadz Ghifari


Ustdaz Ghifari berjalan mendahului Eva dan kembali berhenti melihat Eva yang masih belum beranjak dari tempatnya berdiri "ayo gak mau pulang? "tanya ustadz Ghifari pada Eva dan ia pun kembali berjalan memdahului Eva


Eva mengikuti langkah demi langkah dari kaki ustadz Ghifari menyusuri jalanan yang dihiasi berbagai kebun warga keduanya berjalan sesekali berpapasan dengan warga yang berlalu lalang dari ataupun ke kebun mereka.


Keduanya berpisah didepan masjid menuju tempat hunian masing masing disepanjang jalan keduanya tak berbicara sepatah kata pun.


>>>


Malam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, kampung sudah terasa sunyi Eva duduk diatas kasur kapuk dengan buku pelajaran ditangannya semilir angin malam masuk melalui celah celah rumah yang terbuat dari kayu itu.


"EVA"panggil seseorang dari luar jendela kamar Eva membuat Eva terperanjat kaget, dengan seksama Eva mencoba mendengar kan kembali apa betul jika ada orang yang memanggilnya "Siapa? "tanya Eva setengah berteriak


Kakinya perlahan melangkah mendekati jendela "siapa? "tanya Eva lagi kali ini lebih sedikit pelan

__ADS_1


" ini Nini va "jawab seorang dari balik pintu kamar membuat Eva kaget hingga tersandar didinding kamar "Ni "Panggil Eva


"iya,, ini Nini va "jawab Nini yang berdiri dibalik pintu kamar


Eva bergegas membuka pintu kamar dan benar saja Nini siti berdiri dibalik pintu membuat hati Eva lega sebab ia sempat berfikir jika ada sesuatu hal yang tak terlihat lah yang mengganggunya"ada apa Ni? "tanya Eva


"ada yang mau Nini bicara kan "jawab ni siti


"Didalam aja Ni"ajak Eva pada Ni siti untuk masuk kekamarnya


keduanya masuk dan duduk diatas tempat tidur "Va,, nini mau minta maaf "ucap ni siti


"minta maaf untuk apa Ni? "tanya Eva


"untuk,,,Sari dan Hanif"Nini siti diam sejenak sebelum kembali melanjutkan perkataannya"Nini tau kamu memiliki perasaan lebih pada Hanif selama ini dan kamu merasa tidak nyaman harus berada didekat Hanif karena status Hanif yang sudah menjadi suami sari, maaf kan Nini dan kai yang sudah mengabaikan perasaan kamu pada Hanif dan membiar perjodohan ini terjadi"ucap Nini siti penuh sesal


Eva terdiam sejenak jujur saja sebenarnya ia sudah tak ingin membahas masalah ini,ia berusaha untuk tidak lagi merasa canggung jika harus berada diantara Sari dan Hanif tapi kenapa Nini siti kembali mengungkit masalah ini


Eva meraih tangan Nini siti tangan renta yang keriput itu terasa sedikit dingin mungkin pengaruh malam ini yang cukup sejuk dari malam biasanya "Ni,,Eva sudah tidak lagi memikirkan itu, Sari dan Hanif menikah karena mereka sudah berjodoh perasaan Eva tidak perlu lagi dipermasalahkan itu akan Eva atasi sendiri"jelas Eva menenangkan Nini siti meski mengatasinya bukanlah masalah yang mudah


Tiba tiba Nini siti tersenyum aneh pada Eva "Kamu mencintai Hanif aku akan membantumu"ucap Nini siti namun dengan suara yang berbeda persis seperti suara anak kecil


Eva kaget sontak ia menarik tangannya yang menggenggam tangan Nini siti namun ia terlambat tangannya berbalik digenggam erat oleh nini siti "Aku akan membantumu "ucapnya lagi


"TIDAK,,, SIAPA KAMU?,,LEPASKAN AKU" teriak Eva seketika dengan sekuat tenaga ia menarik tangannya yang sedari tadi digenggam oleh nini siti


"Aku akan membantumu"ucapan itu kembali terdengar dari arah jendela terlihat sosok anak kecil berdiri disana sambil tersenyum lebar


Sosok itu begitu Eva ingat sebab baru siang tadi mereka bertemu tapi kini sosok itu berpenampilan berbeda bukan sosok anak SD yang cantik dan imut melainkan berwajah pucat dan basah kuyup dengan bola mata hitam pekat


AKU AKAN MEMBANTUMU

__ADS_1


berkali kali perkataan itu bergema ditelinga Eva dan berkali kali juga Eva menolak dengan berkata tidak pada gadis kecil itu.


__ADS_2