
Aku mengerjapkan mata saat terdengar suara tangisan didekatku, itu seperti suara mama
Kulihat disekitarku beberapa tetangga duduk mengelilingiku sambil membaca alqur'an
"Hanif " pekik mama saat melihatku membuka mata
"Haus" ucapku hanya itu keinginanku saat membuka mata tengorokanku terasa segersang padang pasir
"ini" mama menyerahkan gelas berisi air putih yang langsung kutenggak habis
"lagi" ucapku tak berdaya
mama kembali menyerahkan gelas penuh dengan air yang langsung kutenggak habis hingga gelas yang keempat akhirnya aku merasa lega
"Alhamdulillah " ucap syukurku masih diberi umur panjang
"Astagfirullah " ucapku baru teringat tentang Eva
Aku langsung berdiri namun langsung jatuh tersungkur karena tubuhku masih lemah
"Nak, mau kemana kamu? " tanya mama
"Hanif mau liat Eva ma"
"jangan dulu nif, abahnya Eva datang nanti bisa salah paham"
"Hanif harus bicara dengan kai burhan ma"
"untuk apa ?"
"ada pesan dari Eva ma untuk kai Burhan" alasanku agar bisa melihat keadaan Eva dan membantunya keluar dari desa gaib itu
__ADS_1
Aku dibantu abah berjalan kerumah kai Burhan menemui tubuh Eva
"Assalamualaikum " ucapku dan abah saat masuk kerumah kai Burhan yang masih banyak tetangga yang berkumpul
"waalaikumsallam " jawab penghuni rumah
"Kai Burhan ada ?" tanyaku
"Hanif" pekik kai Burhan baru keluar dari kamar Eva yang juga diiringi Sari dan pak Ivan abah Eva serta nini siti
Dadaku meradang melihat sari andai tak berdosa ingin rasanya aku mencekiknya
Andai ia tak membiarkan Eva berjalan sendiri saat itu mungkin kejadian ini bisa dihindari
"Eva mana kai? " tanyaku
"ini kan laki laki yang ditemukan bersama Eva kan Kai ?" tanya pak Ivan
Aku mengulurkan tangan hendak menyalami pak Ivan namun langsung ditepis olehnya
Abah terlihat marah melihatku tak dianggap pak Ivan namun aku berusaha menenangkannya agar tak ada keributan dirumah ini
"Begini mang, Eva tidak bisa sadar karena tubuhnya ada yang bersemaya" jelasku to the point agar tidak salah paham
"Maksdunya apa ini ?" tanya pak Ivan bingung
"Lalu bagaimana agar Eva bisa sadar" tanya kai Burhan tak menghuraukan kebingungan pak Ivan
"kita harus mengusir yang mengisi tubuh Eva" selesai kata kataku berbarengan dengan Eva keluar kamar sambil terbahak
semua yang berada dirumah kai burhan berhamburan keluar melihat Eva yang berbeda matanya putih semua
__ADS_1
"S*alan kamu anak muda, dari mana kamu tau aku disini " ucapnya sambil terkekeh
"Keluar dari tubuh Eva " teriakku sambil melangkah mendekatinya
"Aku harus membunuh keturan terakhir Firman ,agar aku terbebas " ucapnya sambil tertawa melengking memekakkan telinga
"Silahkan pergi kamu sudah bebas kami tidak butuh kalian untuk menjaga kami" jawab kai Burhan
"iya, kembalikan anakku jangan sakiti dia" timpal pak Ivan
"Tidak, dia harus mati"
Ditengah perdebatan kami
Iksan datang diantar oleh mang Ridwan kerumah kai Burhan wajahnya terlihat masih pucat, mungkin dia teringat akan Eva membuatnya susah payah datang kesini sama sepertiku.
"Ada apa ini " tanya mang Ridwan bingung melihat kami
"PERGI" teriak Eva yang langsung membuat mang Ridwan puntal pantil lari
"Ada pa ini nif ?" tanya Iksan berjalan mendekatiku
"Dia tau kita ingin mengeluarkannya dari tubuh Eva" ucapku
"Lalu bagaimana ini jangan terlalu lama kasian Eva"
"Bismillah " ucapku membulatkan hati agar tak mudah digoyahkan makhluk didepanku ini
Kuingat wajah Eva saat kami meninggalkannya seorang diri didesa gaib itu
"Ayo kai " ucapku pada kai Burhan.
__ADS_1