
Eva melepaskan cekikannya pada ku, tubuhnya basah oleh keringat matanya kembali tertutup Iksa lalu kembali melajukan kendaraan kami hingga sampai perbatasan desa beberapa warga turun dari mobil
Mereka berfikir jika sudah melewati batas kampung kami sudah aman hanya beberapa saja yang ikut kami hingga puskesmas desa
Sesampainya dipuskesmas aku ,Iksan, pak Ivan membawa Eva masuk agar segera ditangani
Aku duduk diruang tunggu hanya Iksan dan pak Ivan yang masuk mengurus keperluan untuk Eva
Kami sangat lelah menghadapi malam yang panjang ini hingga tak kusadari lagi aku tertidur sambil duduk dikursi hingga adzan subuh membangunkanku
Tak berapa lama Iksan keluar bersama pak Ivan, ku sambut mereka ingin mencari tau kaadaan Eva
"Terimakasih nak Iksan,nak Hanif" ucap pak Ivan
"iya mang sama sama" ucapku
"iya pak sama sama" ucap Iksan juga "nanti pagi kita pakai ambulance puskesmas saja kekotanya pak"timpal Iksan
"Iya, terimakasih sekali lagi"ucap pak ivan pada iksan
"ya sudah mang,Hanif akan pulang bersama warga yang lain"
"iya Terimakasih nak Hanif maaf sudah merepotkan"
"Tidak repot mang,maaf Hanif tidak banyak membantu"
"tidak apa apa, sampaikan terimakasih saya juga dengan warga yang lain ya nif" pinta pak ivan
"iya mang, insyallah"
"iya, saya tinggal dulu kasian Eva sendirian"
__ADS_1
"iya mang, saya juga pamit assalamualaikum " ucapku
"Waalaikumsallam " jawab pak ivan dan iksan kompak
Aku keluar dari puskesmas, pak ivan kembali masuk keruangan Eva dirawat kulihat Iksan masih sibuk berbincang dengan pegawai puskesmas,entah apa yang tengah mereka diskusikan.
"Ayo mang kita pulang" ucapku pada warga yang masih ramai dihalaman puskesmas
"iya nif, gimana kabar anaknya mang Ivan ?" mang junai padaku
"astagfirullah " pekikku
"kenapa " tanya mang junai
"Hanif lupa mang bertanya keadaan Eva"
"ooh amang kira apa, biarlah besok kan kita masih bisa kesini, kita pulang saja dulu sudah adzan subuh tadi"
semua warga yang ikut mobil kami tadi pun naik kembali dan kami kembali pulang kedesa setelah menghadapi malam yang panjang.
>>>>
Author pov
Eva terbaring tak sadarkan diri ditamani ayah nya, Iksan masih sibuk mengurus keberangkatan Eva kerumah sakit kota
"ya Allah kenapa Eva masih belum sadar " gumam pak Ivan
Iksan masuk kekamar perawatan Eva "Assalamualaikum " ucapnya
"waalaikumsallam nak Iksan masih disini? " tanya pak Ivan
__ADS_1
"iya,saya akan ikut mengantar Eva dan pak ivan kekota "
"Apa tidak merepotkan nak Iksan? "
"Tidak kok pak, apa bapak keberatan saya ikut kekota mengantar Eva? "
"Tidak,tidak nak alhamdulillah bapak bersyukur ada yang mau membantu karena saat ini bapak bingung harus apa "
"bapak harus sabar dan ikhlas saya akan selalu ada bantu bapak dan Eva jadi jangan sungkan sama saya"
"Iya bapak akan berusaha ikhlas dan sabar untuk Eva, terimaksih nak Iksan"
"iya, ya sudah pak kalau begitu sebentar lagi kita akan berangkat kerumah sakit kota"
Pak Ivan dan Iksan ikut dalam ambulance yang membawa Eva kerumah sakit kota, butuh waktu dua jam lamanya untuk sampai dirumah sakit,
Iksan selalu ada bersama pak Ivan merawat Eva hingga minggu kedua Eva tak sadarkan diri dan belum ada tanda tanda Eva bangun, akhirnya Iksan memilih kembali kedesa melanjutkan pekerjaanya yang terabaikan saat mengurus Eva.
"Maaf kan Iksan pak, iksan harus kembali kedesa sekarang" ucap Iksan
"iya tidak apa apa, maafkan bapak sudah banyak merepotkan nak Iksan"
"Saya tidak kerepotan kok pak, kalau butuh bantuan telpon saja iksan ya pak" Iksan menyerahkan secarik kertas yang bertuliskan nomor ponselnya
"Iya terimakasih"
"sama sama pak, saya pamit dulu" iksan mencium punggung tangan pak Ivan lalu mengayunkan langkah keluar ruang perawatan Eva.
>>>
Terimakasih pada semua pembaca dukung Author selalu dengan like, komen dan voute
__ADS_1