PAMALI

PAMALI
Aku sendiri


__ADS_3

Semua mata tertuju padaku yang menangis sejadi jadinya beberapa pegawai rumah sakit berusaha menenangkanku namun tak kuhiraukan.


sepasang tangan hangat menyentuh pundakku perlahan meraba memeluk tubuhku yang tak berdaya jatuh diatas lantai dingin rumah sakit


ku rasakan kehangatan hingga kejantungku membuatku merasa lebih tenang hanya sisa sisa tangis yang masih terdengar


"Ayo kita duduk dulu" ucap orang yang sudah membantu mengantarku kerumah sakit


Kuayunkan langkah gontai meninggalkan ayah yang masih terbaring tak sadarkan diri


Aku dibawa keluar dari ruang,keduanya setia menuntunku hingga sampai dikursi setenlis yang menyatu yang disediakan oleh rumah sakit.


...****************...


Lama kami bertiga duduk berjajar tanpa sepatah katapun, kulihat hari semakin sore kedua suami istri ini pun sudah berkali kali meninggalkan ku untuk beribadah dan mungkin untuk keperluan yang lainnya.


Aku yang masih duduk termenung dikursi tak sedikitpun niatku untuk beranjak menemui ayah.


Berkali kali kutatap sosok yang sedari tadi berdiri didepanku wajah pucatnya mata sayunya masih setia menatapku sedari tadi.


"Maaf kalau Eva lancang" ucapku


"Ada apa Va? "


"Eva mau sendiri dulu apa boleh ?" tanyaku hati hati agar tak menyinggung kedua suami istri ini


Keduanya pun seakan paham apa yang kumaksud "Kami pulang dulu ya, nanti kalau ada apa apa telpon saja kami" sambil menyerahkan secarik kertas padaku "saya pak Harun dan ini istri saya bu Mutia " ucap Pak Harun padaku


"panggil saja senyaman Eva ,mau paman dan bibi juga boleh" timpan Bu mutia

__ADS_1


Aku hanya mengangguk lalu meraih tangan mereka dan mencium punggung tangan keduanya.


Pak Harun dan bu mutia pun meninggalkanku sendirian, kuangkat wajahku menatap wajah yang sedari tadi menatapku,


Buliran air mata jatuh membasahi wajahku,tangan dingin itu terulur meraih pucuk kepalaku


Aku hanya mampu menangis tersedu sedu tanpa bisa berucap "Ternyata benar kata mamamu" ucap ayah


"Ayah sebenar nya tak terlalu percaya tapi kini ayah mengalaminya,,,,Berbuat baiklah nak dengan berkah Tuhan ini jangan pernah takut lagi kita manusia derajatnya lebih tinggi dari mereka"Sambung ayah sebelum ia perlahan menghilang bagai cahaya yang menyilaukan.


...****************...


Author pov


Eva duduk berimpuh diatas tanah disamping pembaringan terakhir ayahnya yang telah bersama sang mama dikeabadian


Pak Harun dan istrinya setia menemani Eva yang masih berduka.


"Assalamualaikum " ucap pak Harun saat masuk kedalam rumah yang hanya tersisa keluarga pak Ivan


"waalaikumsallam " ucap salah seorang paman Eva "Silahkan masuk pak " timpalnya lagi


"Terimaksih, kami hanya mengantar Eva saja"


"Tidak mampir dulu pak? "


"Tidak usah, biar nanti malam saja sekalian tahlilan "


"oiya, terimaksih ya pak sudah menolong saudara dan ponakan saya"

__ADS_1


"iya sama sama, itulah gunanya tetangga"


"sekali lagi terimakasih pak bu, "


Kedua suami istri itupun kembali kekediamannya,Eva masuk kekamarnya hanya saudara saudara ayah Eva yang masih berkumpul


Eva tak menutup rapat kamarnya masih menyisakan beberpa senti dibiarkannya terbuka,


Samar samar terdengar pembicaraan dari ruang tengah yang memang sengaja volumenya dikeras kan agar tanpa sengaja terdengar oleh Eva"Maaf Mas kami gak bisa kalau Eva ikut kami" ucap seseorang yang ikut musyawarah keluarga


"iya mas, kan kalian semua tau bagaimana si Eva itu"


"Lalu kita harus gimana kalau gak ada yang mau"


"Diakan sudah besar mas, masa gak bisa mengurus diri sendiri"


"Dia memang sudah besar, tapi bagaimana dia bisa mengurus dirinya kalau kondisinya seperti yang kalian bilang"


"Kenapa dia gak ikut mas aja sih,kan dia juga keponakan mas"


"Akukan sudah ada ibu masa harus ngurus Eva juga"


"Gini aja mas gimana kalau Eva kita nikahkan saja"


"Dengan siapa "


"sama Siapa aja yang mau mas, biar ada yang ngurus dia"


Suasana dirumah kembali hening suara perdebatan itu sudah mereda,Eva tertunduk air matanya jatuh hatinya terasa perih.

__ADS_1


Sesosok anak kecil berdiri dipojok kamar Eva menatapnya tajam "Aku akan membantu kamu" ucap Eva pada anak kecil itu.


__ADS_2