PAMALI

PAMALI
Tumbal


__ADS_3

Aaaaaaaaaa,,,,,, ....


pekik Eva yang langsung terduduk keringat mengucur deras diwajahnya tangannya mendekap dada menahan agar jantungnya tidak melompat keluar.


"Alhamdulillah, alhamdulillah cuma mimpi " gumam Eva


Ia menatap jam dinding " astagfirullah aku belum sholat isya" gumam Eva


Ia pun segera melepas mukenanya dan bergegas kekamar mandi untuk mengambil air wudhu,selesai berwudhu ia segera sholat isya dan juga sholat tahajud karena sudah memasuki sepertiga malam.


Author pov off


*****


Aku duduk dilobi hotel menunggu kedatangan mobil trevel yang membawaku kedesa kai Burhan, semoga mobilnya cepat datang,itulah yang kuharapkan mengingat malam tadi terasa nyata bagiku.


saat aku sibuk dengan ponselnya dua orang pegawai terdengar bergunjing tak jauh dariku," iih aku mau berhenti aja kerja disini " kata salah seorang karyawan terlihat dinametagnya bernama Herlina


"Kenapa? " tanya seorang lagi


"Tau gak Vira itu meninggalnya gak wajar,kata orang orang dia itu dijadikan tumbal "terangnya


"masa sih, kan dia meninggalnya karena kecelakaan,tumbal dari mana"

__ADS_1


"iya memang kecelakaan,tapi sebelum dia kecelakaan ada yang liat dia dikasih sesuatu sama bu yuli"


"Bu yuli bos kita? yang punya hotel ini? "


"Iya, katanya Bu yuli nyari tumbalnya dari karyawan yang kerja sama dia, dan dia menandai sebagai tumbal dengan ngasih sesuatu sama orang itu"


"Ngasih apa memangnya? "


"Apa aja, bisa uang, bisa barang dan bisa juga makanan.Makanya aku mau berhenti aja dari sini takut dijadikan tumbal juga" ucap Herlina mengusaikan pembicaraan dan berlalu pergi


Terdengar beberapa dari yang berkumpul juga ingin keluar namun sebagian lainnya juga tak memepercayai cerita si Herlina itu.


Aku hanya diam pura pura sibuk dengan ponselku. Ttiitttt Tttiitt


"Assalamualaikum mang "sapa ku


"Waalaikumsallam, maaf ding sudah lama ya menunggunya? "


"Gak mang baru aja ,ya udah ayo kita berangkat aja"


"iya"


Kami pun berlalu meninggalkan penginapan yang penuh dengan misteri siapa wanita yang ada dalam mimpiku tadi malam, apa benar yang dikatakan para karyawan itu dia adalah tumbal pemilik penginapan, ah sudah lah untuk apa aku memikirkan itu ,toh aku tidak ada hubungannya dengan mereka apapun kebenarannya aku tidak mau ikut campur, lebih baik aku memikirkan apa yang harus kulakukan dikampung nanti.

__ADS_1


***


Author pov


Mobil yang ditumpangi Eva berlalu meninggalkan penginapan dari jendela kamar yang ditempati seorang wanita berseragam hotel berdiri pandangannya terhalang tirai transfaran air mata darah mengalir diwajahnya.


Tolong,, tolong,,, tolong


Suara gumaman minta tolong terdengar didalam kamar bekas Eva menginap.


sebuah mobil tipe sedan berwarna putih memasuki halaman penginapan seorang wanita usia pertengahan 40 tahun keluar dari dalamnya penampilannya yang sederhan namun masih terlihat berkelas dan berwibawa.


Ia berjalan santai sepasang matanya tak henti mengawasi setiap sudut penginapan,


"Pagi bu" sapa sang reseptionis ramah


"Pagi, " jawab ibu yuli anggun


Ia berlalu masuk menuju ruangannya,tanpa disadari oleh Ibu yuli sesosok wanita berlumuran darah setia menempel disampingnya mengikuti kemana pun ia melangkah.


*****


Eva terlihat bersemangat wajahnya terlihat lebih cerah, senyum terukir diwajahnya sudah sangat lama senyum itu tak nampak setelah keadaan berat yang dialamainya.

__ADS_1


Author pov off


__ADS_2