
Banyak warga berbondong bondong mengikuti langkah Iksan, beberapa dari warga ada yang mengikuti Iksan sambil menbawa parang, kapak dan gergaji
Kampung riuh malam itu banyak yang memanggil nama Eva saat kami sampai dikebun
semakin kami mendekat kepohon mangga itu semakin kencang angin berhembus menerpa kami
beberapa warga terlihat goyah melihat kejadian alam yang mengerikan
Iksan dengan mang junai terlebih dulu sampai dipohon mangga tua itu, keduanya tak henti memanggil nama Eva bersahutan dengan warga lainnya
"Bismillah " teriak Iksan mengayunkan kapak yang dipegangnya
sssrrkkkk bbbruuakkk
Tubuh Iksan melayang kapaknya terpental bersamaan dengan tubuhnya,beruntung benda tajam itu tak mengenai warga yang berhamburan dikebun
"Allahhuakbar "pekik semua orang yang melihat
"Saya sudah bilang pohon ini tidak boleh ditebang" ucap salah satu warga
Iksan kembali berdiri menyaut parang warga yang tergeletak ditanah berjalan menghampiri pohon itu lagi
"Kembalikan Eva atau kutebang pohon ini " Teriak Iksan pada pohon besar itu
"Asslamualaikum" ucap kai Burhan yang baru sampai kekebun berjalan ditengah kebun membawa tubuh nya yang tak lagi muda
"Waalaikumsallam " jawab semua yang berada dikebun
"Mari bapak bapak kita berdoa memohon pertolongan Tuhan yang maha kuasa agar cucuku Eva kembali dengan selamat" ucap Kai Burhan sambil memposisikan tubuh nya duduk bersila didepan pohon
__ADS_1
semua warga mengikuti kai Burhan duduk bersila bergandengan merapatkan duduk mereka
Kai Burhan mulai melafalkan surah surah tanpa henti
Warga pun khusyu dengan bacaan masing masing yang mereka bisa
Suasana kebun menjadi semakin dingin angin kencang tak hentinya kilat menyambar nyambar seolah mengingatkan kami
suara erangan menggema diatas pohon mangga
Iksan masih setia berdiri disamping pohon bersiap menebang nya
Saat suara erangan melemah Iksan mengayunkan parangnya berkali kali hingga melukai batang pohon
Tak puas dengan parangnya Iksan menggantinya dengan kapak
mengenai semua warga termaksud Hanif dan kai Burhan begitu pun Iksan yang lebih basah
"Darah" gumam Iksan
Meraba tubuhnya yang basah samar samar terlihat berwarna gelap tercium bau amis yang menyeruak
Warga tak henti memohon pertolongan Tuhan yang maha pemberi hidup
menambah keberanian pada Iksan.
Iksan kembali mengayunkan kapaknya yang kini ditemani Hanif yang juga memegang kapak agar pohon itu segera tumbang
sekitar setengah jam keduanya bergantian mengayunkan kapak pada pohon itu akhirnya pohon terlihat bergoyang hendak roboh
__ADS_1
Angin kencang serta kilat yang menyambar berhenti seketika
Sebelum pohon tua itu ambruk Eva jatuh ketanah dengan tubuh yang dililit rambut panjang hitam membalut sekujur tubuhnya
"Eva " pekik pak Ivan
Iksan dan Hanif langsung memotong rambut dengan parang perlahan agar tak mengenai Eva
Tak berapa lama bungkusan Eva terbuka wajah gadis itu pucat pasi tubuhnya terasa dingin
BAWA KETURUNAN FIRMAN KELUAR DARI DESA
suara seseorang menggema dikebun semua warga merinsek ketakutan mendengar nya
>>>
Hanif pov
Melihat Eva terbujur kaku membuat jantungku serasa ditikam
Tak kuperdulikan lagi pandangan orang terhadapku
kuraih tubuh Eva kuangkat membawanya kedekapan ku, menggendongnya keluar dari kebun
Kulihat Iksan berlari kerumah kades mungkin mencari mobil agar Eva segera dibawa keluar dari desa ini
Tidak dirasa lagi olehku saat air mata membasahi wajahku, takut! itulah yang kurasakan saat ini
Takut jika terjadi apa apa pada Eva maka selamanya aku akan merasa bersalah karena meninggalkannya sendirian didesa gaib.
__ADS_1