PAMALI

PAMALI
menebang pohon


__ADS_3

Banyak warga berbondong bondong mengikuti langkah Iksan, beberapa dari warga ada yang mengikuti Iksan sambil menbawa parang, kapak dan gergaji


Kampung riuh malam itu banyak yang memanggil nama Eva saat kami sampai dikebun


semakin kami mendekat kepohon mangga itu semakin kencang angin berhembus menerpa kami


beberapa warga terlihat goyah melihat kejadian alam yang mengerikan


Iksan dengan mang junai terlebih dulu sampai dipohon mangga tua itu, keduanya tak henti memanggil nama Eva bersahutan dengan warga lainnya


"Bismillah " teriak Iksan mengayunkan kapak yang dipegangnya


sssrrkkkk bbbruuakkk


Tubuh Iksan melayang kapaknya terpental bersamaan dengan tubuhnya,beruntung benda tajam itu tak mengenai warga yang berhamburan dikebun


"Allahhuakbar "pekik semua orang yang melihat


"Saya sudah bilang pohon ini tidak boleh ditebang" ucap salah satu warga


Iksan kembali berdiri menyaut parang warga yang tergeletak ditanah berjalan menghampiri pohon itu lagi


"Kembalikan Eva atau kutebang pohon ini " Teriak Iksan pada pohon besar itu


"Asslamualaikum" ucap kai Burhan yang baru sampai kekebun berjalan ditengah kebun membawa tubuh nya yang tak lagi muda


"Waalaikumsallam " jawab semua yang berada dikebun


"Mari bapak bapak kita berdoa memohon pertolongan Tuhan yang maha kuasa agar cucuku Eva kembali dengan selamat" ucap Kai Burhan sambil memposisikan tubuh nya duduk bersila didepan pohon

__ADS_1


semua warga mengikuti kai Burhan duduk bersila bergandengan merapatkan duduk mereka


Kai Burhan mulai melafalkan surah surah tanpa henti


Warga pun khusyu dengan bacaan masing masing yang mereka bisa


Suasana kebun menjadi semakin dingin angin kencang tak hentinya kilat menyambar nyambar seolah mengingatkan kami


suara erangan menggema diatas pohon mangga


Iksan masih setia berdiri disamping pohon bersiap menebang nya


Saat suara erangan melemah Iksan mengayunkan parangnya berkali kali hingga melukai batang pohon


Tak puas dengan parangnya Iksan menggantinya dengan kapak


mengenai semua warga termaksud Hanif dan kai Burhan begitu pun Iksan yang lebih basah


"Darah" gumam Iksan


Meraba tubuhnya yang basah samar samar terlihat berwarna gelap tercium bau amis yang menyeruak


Warga tak henti memohon pertolongan Tuhan yang maha pemberi hidup


menambah keberanian pada Iksan.


Iksan kembali mengayunkan kapaknya yang kini ditemani Hanif yang juga memegang kapak agar pohon itu segera tumbang


sekitar setengah jam keduanya bergantian mengayunkan kapak pada pohon itu akhirnya pohon terlihat bergoyang hendak roboh

__ADS_1


Angin kencang serta kilat yang menyambar berhenti seketika


Sebelum pohon tua itu ambruk Eva jatuh ketanah dengan tubuh yang dililit rambut panjang hitam membalut sekujur tubuhnya


"Eva " pekik pak Ivan


Iksan dan Hanif langsung memotong rambut dengan parang perlahan agar tak mengenai Eva


Tak berapa lama bungkusan Eva terbuka wajah gadis itu pucat pasi tubuhnya terasa dingin


BAWA KETURUNAN FIRMAN KELUAR DARI DESA


suara seseorang menggema dikebun semua warga merinsek ketakutan mendengar nya


>>>


Hanif pov


Melihat Eva terbujur kaku membuat jantungku serasa ditikam


Tak kuperdulikan lagi pandangan orang terhadapku


kuraih tubuh Eva kuangkat membawanya kedekapan ku, menggendongnya keluar dari kebun


Kulihat Iksan berlari kerumah kades mungkin mencari mobil agar Eva segera dibawa keluar dari desa ini


Tidak dirasa lagi olehku saat air mata membasahi wajahku, takut! itulah yang kurasakan saat ini


Takut jika terjadi apa apa pada Eva maka selamanya aku akan merasa bersalah karena meninggalkannya sendirian didesa gaib.

__ADS_1


__ADS_2