
Ketukan pintu itu menyadarkan kami bertiga yang saling pandang seakan bertanya tanya siapa yang mengetuk pintu tanpa mengucapkan salam diluar sana..
...****************...
****pagi**** menjelang matahari dengan semangat menyinari bumi ini namun desa ini masih terasa sepi hanya satu dua orang tua yang terlihat keluar,sepertinya mereka ingin pergi kekebun
aku duduk diteras rumah tak jauh dari rumah nini dan kai terlihat satu keluarga mengemas barang barang mereka, satu truk penuh.
ada raut kekhawatiran diwajah mereka namun juga terlihat kesedihan seakan tidak tega meninggalkan kampung halaman tempat kelahiran,mereka dengan segera melajukan truknya meninggalkan kampung ini tanpa satu orang pun yang mengantarkan mereka.
kampung ini terasa sepi tidak ada lagi suara riuh anak anak yang bermain dan lalu lalang orang orang dewasa pergi bekerja, kampung ini terasa mati dan hampa.
anak anak kecil sudah hampir tak terlihat lagi, banyak dari mereka yang memiliki anak kecil memilih meninggalkan kampung ini meskipun ada yang masih bertahan mereka memilih untuk tidak keluar rumah agar tetap aman.
__ADS_1
"Va" panggil ni siti padaku memecah lamunanku sedari tadi "iya " sahut ku lirih
"jangan duduk diluar" titah ni siti dengan raut khawatir
Aku bangkit dari dudukku dan malangkah masuk kedalam rumah "Ni" panggilku pada ni siti
Nini tak menjawab ia hanya menatapku sendu seakan menunggu aku melanjutkan kata kata ku
"apa yang ingin kamu bicarakan tentang kampung ini,tidak ada solusi yang bisa dilakukan untuk desa ini lagi" ucap ni siti
Aku terdiam tanpa dapat membalas perkataan ni siti, tapi didalam hatiku seakan berkata apakah aku harus diam saja dengan keadaan ini melihat kampung ini perlahan ditinggalkan, tidak aku tidak bisa diam saja hanya kampung inilah tempat tujuanku tidak akan kubiarkan ini terus berlanjut, bahkan jika nyawa sekalipun aku tidak akan menyerah membiarkan kampung ini dikuasai oleh makhluk sialan itu!
kubulatkan tekat, kutatap punggu ni siti yang berjalan menjauh kuputar arah tubuhku keluar dari rumah ni siti berjalan cepat tak tentu arah didalam hati aku berharap laki laki tua itu muncul dihadapanku.
__ADS_1
...****************...
(back)
matahari semakin tenggelam waktunya maghrib telah tiba kami duduk ditangah rumah suara ketukan itu membuat kami terdiam,siapa gerangan yang mengetuk pintu diwaktu maghrib begini tanpa mengucapkan salam, aku berdiri melangkah pelan kearah pintu baru beberapa langkah qku dikejutkan dengan suara teriakan yang begitu kencang,suara teriakan wanita dari luar rumah dengan sigap kubuka pintu rumah ni siti betapa tak bisa kuungkapkan dengan kata kata
sosok itu berdiri dengan nyata didepanku wajah hitam seakan terbakar dengan mata merahnya dengan mulut yang terbuka "makhluk inilah yang berteriak tadi" batinku
tubuhku lemas dan terduduk, nini dan kai berpelukan tanpa bisa melakukan apapun samar sama kulihat lelaki tua itu tersenyum dari kejauhan melihatku yang terduduk lemas, dengan sisa sisa tenaga kuulurkan tanganku hendak meraih makhluk itu namun ia lebih dulu menghilang.
Angin tiba tiba datang bertiup dengan kencangnya menghempas diwajahku bersamaan lelaki tua itu menghilang.
dan tidak jauh dari rumah ni siti juga terlihat satu rumah yang terbuka, aku berlari sambil tertatih menghampiri rumah itu tidak ada yang bisa kujelaskan aku tidak mendapati hal apa yg menimpa mereka tapi dari tatapan mata anggota keluarga itu bisa kupahami jika ini adalah ulah lelaki tua itu.
__ADS_1