
Ustadz Ghifari pagi pagi sekali setelah sholat subuh sudah sibuk didapur menyiapkan sarapan untuk mereka tanpa menyadari jika dokter ikhsan tadi malam baru saja tertimpa musibah ,sedangkan dokter ikhsan yang ada dikamar baru saja terbangun ia meraba raba lantai dan berusaha untuk bangkit 'aduh aduh 'keluhnya pada tubuhnya yang sakit semua akibat terjatuh tadi malam ditambah lagi ia harus tidur dilantai tanpa alas selama berjam jam
Langkahnya nya gontai menuju dapur 'sudah bangun dok ?' tanya ustadz Ghifari
Dokter ikhsan tidak menjawab ia hanya bisa mengangguk anggukkan kepala sebagai gantinya 'dokter kenapa ?' tanya ustadz Ghifari lagi
'tadi malam saya mimpi'ucapnnya 'mimpi buruk 'sambungnya lagi lalu pergi menuju kamar mandi
Ustadz Ghifari tersenyum dia sudah tau pasti dokter ikhsan juga mendapat sambutan dari makhluk itu seperti dirinya dulu dulu.
✓✓✓
Hari berlalu begitu cepat dan tak terasa matahari sudah mulai lengser malam mulai menyambut warga berhamburan keluar dari masjid setelah sholat isya dokter ikhsan dan ustadz Ghifari beriringan menuju rumah Amang Anwar yang kini sementara mereka tempati 'dokter ' panggil Eva
Kedua lelaki itu bersamaan menatap dimana suara berasal 'iya' sahut dokter ikhsan
' eemm,,, jangan keluar kamar dulu malam ini dan kalau bisa jangan tidur malam ini' dokter ikhsan terlihat kebingungan dengan ucapan Eva lalu gadis itu segera pergi sedikit berlari matanya sempat menatap kerumah Amang Anwar sebentar sebelum ia beranjak pergi.
Sesampainya dirumah keduannya masuk kekamar masing masing sebelum ustadz Ghifari merebahkan tubuhnya suara ketukan dipintu kamar membuat ia mengurungkan niatnya untuk berbaring 'sebentar' ucapnya lalu segera membukakan pintu
Dokter ikhsan berdiri sambil memeluk guling dan sebuah selimut kecil dipundak nya 'ustadz' ucapannya sambil dengan tatapan memohon
Ustadz Ghifari mempersilahkan dokter muda itu untuk masuk kekamarnya dengan segera dokter ikhsan masuk dan segera duduk dikatil memeluk guling dan membalut tubuhnya dengan selimut
Ustadz Ghifari lalu duduk dikursi yang tidak jauh dari tempat tidur 'ustadz paham apa yang Eva maksud tadi ?' tanya dokter ikhsan
Ustadz Ghifari mengangguk 'iya paham' dokter ikhsan terlihat cemberut
__ADS_1
'lalu kenapa ustadz tidak cerita sebelumnya sama saya ?' tangannya lalu
'saya bukan gak mau cerita tapi dokter sudah tidur duluan 'sanggah ustadz Ghifari 'memang gimana sosoknya tadi malam dok ' tanya ustadz Ghifari sambil bercanda
Dokter ikhsan tiba tiba bergidik ngeri 'iiihhhh udah ah jangan diingatkan lagi ,jadi merinding saya'ucapnya
Keduannya berbaring dikatil yang kecil dengan posisi berdempetan memeluk guling masing masing,tidak ada yang tidur tapi juga tidak ada yang berbicara keduannya hanyut dalam diam hingga lewat tengah malam terdengar suara pintu depan terbuka ,keduannya seakan satu frekuensi mendengar suara itu tubuh mereka dengan sendirinya bergerak saling merapat satu dan yang lainnya
Mata mereka bertemu seakan saling menguatkan,tangan keduannya semakin kencang memeluk guling
Lalu suara derap langkah kaki mulai terdengar diruang tamu, lantai papan kayu meninggalkan kesan suara yang khas saat diinjak membuat kedua lelaki itu semakin tak bersuara
Gagang pintu kamar bergerak seakan ada yang mencoba membuka nya namun tidak bisa ,dua pasang mata menatap pada pintu dengan napas yang tertahan
Langkah kaki itu mulai bergerak kembali menuju tempat lainnya hingga tidak terdengar lagi,namun itu hanya sebentar kemudian suara langkah itu terdengar lagi hingga berkali kali sampai waktu subuh tiba.
✓✓
dokter ikhsan mendeketi ustadz Ghifari lalu kemudian ia bertanya 'ustadz seperti apa wujudnya yang dulu menyambut ustadz waktu pindah kerumah ini' sambil menatap pada ustadz Ghifari menunggu jawaban
Ustadz Ghifari lalu menghentikan kegiatannya yang tengah mengolah bahan makanan untuk sarapan mereka sambil menatap kelangit langit rumah 'sangat mengerikan,,, matanya merah tubuhnya hitam seperti terbakar baunya busuk'dengan wajah yang serius menatap dokter ikhsan
'kalau yang tadi malam seperti apa rupanya ?'tanya ustadz Ghifari
Seketika dokter ikhsan meraba tengkuknya yang bergidik ngeri 'tanpa kepala' ucapnya sambil berlari kembali kekamar
'heh penakut' gumam ustadz Ghifari
__ADS_1
✓✓✓
keesokan harinya,,,
Hari sudah mulai beranjak siang anak anak tengah beristirahat dengan bermain dihalaman sekolah atau hanya duduk duduk di teras dan ruang kelas, Eva menuju toilet yang berada terpisah dibelakang bangunan sekolah langkahnya terhenti saat berpapasan dengan sari yang rupannya baru selesai dari toilet
Eva hanya diam menatap sari yang tersenyum kepadanya ,melihat Eva yang tidak membalas senyumnya sari hanya bisa tertunduk malu seraya berjalan melewati Eva Yang diam mematung tanpa sari tau apa yang membuat Eva tidak membalas senyumnya.
✓✓✓
Eva POV
Aku baru selesai mengajar saat bel istirahat berbunyi dengan langkah cepat aku kembali keruang guru meletakkan buku dan segera kebelakang memenuhi panggilan alam langkahku terhenti saat melihat sari yang baru kembali dari toilet saat hendak menyapanya mataku tertuju pada sosok yang ada dibelakangnya ,sosok yang kutunggu selama ini,sosok yang tiba tiba menghilang entah kemana.
'Narti' ,dalam hati aku bergumam
Sari berjalan melewati ku wajahnya terlihat masam meski ia sembunyikan dengan menunduk
Narti yang awalnya berwujud gadis kecil polos tiba tiba berubah menyeramkan matanya hitam sekujur tubuh basah dengan air yang tidak berhenti menetes bergerak maju dan cepat tepat didepan wajahku membuatku seketika menutup mata bersamaan dengan seseorang memegang pundak ku namun aku hanya bisa diam membeku 'ka Eva 'suara dari belakang menyadarkan ku perlahan aku membuka mata wajah Narti masih menatap sangat dekat
'pergi kau jin sialan aku tidak mau melihatmu lagi'
Batinku sambil berusaha menguatkan hati menatap makhluk itu yang seakan mendengar apa yang kuucapkan dalam hati .Ia perlahan memudar bagai debu yang tertiup angin,benar apa yang dikatakan Nini Siti itu hanya jin yang menyerupai sosok Narti tidak ada gunanya mengikuti apa keinginan jin itu.
aku harus bisa membedakan mana yang benar benar butuh bantuanku dan mana yang hanya berusaha mempermainkan ku,,
tapi jika kufikir lagi memang ada sesuatu yang mengangguku kenapa pandangan sosok itu seperti tertuju pada sari tadi apa hubungannya dengan sari ? jika ini berkaitan dengan Narti yang mengenal sari tentu saja sebab mereka berasal dari kampung yang sama tapi ini sepertinya dari sorot mata itu ia seolah olah ingin memberi tau sesuatu atau ia ingin aku mencari tau lagi apa yang terjadi ,entahlah aku kesulitan membedakan apakah ini rasa penasaran diriku pribadi atau memang benar adanya hal yang mencurigakan.
__ADS_1