PAMALI

PAMALI
Kebenaran


__ADS_3

Kami duduk dimeja makan semua diam sibuk dalam benak masing masing, aku berhadapan dengan Sari yang sejak tadi tak mau menatapku.


Kuremas kuat kuat tangan yang kusembunyikan dipangkuanku sejak tadi, ingin kubertanya namun rasa takut ku akan kebenaran yang kudengar menghapuskan keberanianku.


Kutatap dua orang tua sember panutanku ini namun mereka pun memberiku jawaban yang ingin sekali kudengar "Nini dan kai keluar dulu, silahkan kalau mau bicara bertiga " ucap Ni siti


Keduanya meninggalkan kami bertiga yang sejak tadi tidak dapat memulai pembicaraan, tak hanya aku Hanif dan Sari pun terlihat canggung pada situasi ini.


Kuberanikan diri untuk memecah keheningan antara kami bertiga "Selamat ya sar" ucapku sedikir canggung


Entahlah apakah itu kata yang pas kuucapkan pada situasi ini aku dan Hanif memang tak memiliki hubungan apa pun jadi tak ada salahnya jika sari berjodoh dengannya,


Ah tetapi aku mencintai Hanif dan hati ini terasa sakit jika harus melihat ia dimiliki orang lain.


"Iya ka Va terima kasih " jawab sari cukup lama ia baru tersadar atas ucapan selamatku padanya.

__ADS_1


"Buat kamu juga nif, selamat,, untuk kalian berdua" sambungku lagi


"Terimakasih" jawab Hanif tanpa menatap mataku ,ah mungkin di menjaga pandangannya dari wanita lain yang bukan mahromnya kurasa.


Kami kembali tak dapat berkata kata dan kusadari jika sepertinya aku tak akan bisa bertahan lebih lama lagi duduk bersama mereka, aku tak akan bisa lagi membendung air mata yang sudah akan tumpah ruah dari pelupuk mata.


"ya sudah, aku mau jalan jalan dulu ya,kangen suasana kampung" ucapku mengakhiri pertemuan yang mati gaya ini


Kutinggalkan Sari dan Hanif yang belum sempat membalas ucapanku dengan langkah cepat aku keluar rumah dan berjalan menyusuri jalanan kampung.


Aku terus berjalan hingga tak kusadari jika aku memasuki perkebunan warga tak ada satu rumah pun hanya satu atau dua pondok / gubuk untuk istirahat pemilik lahan yang terlihat ditengah tengah kebun.


"Hah aku belum pernah kesini " gumamku saat memperhatikan sekelilingku yang banyak pohon pohon besar dan juga kebun karet.


Aku duduk ditepi jalan tak ada satu orang pun selain aku disana suasananya sangat sunyi namun itu terasa nyaman bagiku, memang menyendiri adalah hal terbaik bagi orang yang tengah patah hati.

__ADS_1


Bagaimana aku harus bersikap ini yang namanya takdir kalau saja aku sebulan lebih cepat datang kesini mungkin ini tak akan terjadi, biarlah jika harus aku yang mengatakan lebih dulu pada Hanif jika aku mencintainya.


Tak masalah jaman sekarang perempuan yang lebih dulu mengatakan cinta karena jika sudah seperti ini apa mau dikata tidak mungkin bagiku lagi untuk mengutarakan perasaanku saat inia,Dia telah menjadi milik orang lain.


Seorang pria tua menghampiriku otomatis aku berdiri dan mundur menjauh darinya entah datang dari mana orang asing ini "jangan takut" ucapnya


Ia tersenyum genit padaku,tanpa menjawab pertanyaannya aku pergi meninggalkannya dengan langkah seribu.


Orang aneh siapa dia aku belum pernah melihatnya saat dulu aku disini dan ada hawa panas saat ada didekatnya ditambah lagi banyak aura hitam disekeklilingnya namun tak bisa kulihat wujudnya.


****


Terimakasih untuk semua pembaca telah mendukung karya karya Author dengan like dan komen yang positif.


Dukungan kalian adalah semangat ku.

__ADS_1


__ADS_2