
Eva berjalan gontai kembali kerumah kai Burhan, ia harap harap cemas takut jika Sari dan Hanif masih dirumah.
"Assalamualaikum " pekik Eva dari luar rumah namun tak ada jawaban.
**
Eva pov
Aku masuk kedalam rumah yang tertutup rapat namun tak terkunci sepertinya kai dan Nini tidak ada dirumah.
"Eva"seseorang memanggil namaku
Kucari arah suara ternyata kai dan Nini yang berjalan tergopoh gopoh menuju rumah "Nini dan kai dari mana? " tanya ku
keduanya buru buru masuk dan menutup pintu rapat rapat, " kamu dari mana? " tanya Ni siti
"Eva jalan jalan ni" jawabku
__ADS_1
"kenapa sore sekali pulangnya? " tanyannya lagi
"maafkan Eva ni" lirihku merasa bersalah sepertinya mereka tidak ada dirumah tadi karena mencariku.
"Kamu lain kali jangan jalan jauh jauh dari rumah " pinta kai padaku
"memang kenapa kai? "tanyaku heran
keduanya saling pandang lalu akhirnya Nini yang menjelaskan padaku "Sekarang kampung kita tidak seaman dulu lagi " jelas nini siti
"Maksudnya " aku masih tak paham kemana arah pembicaraan kai dan Nini kenapa melarangku untuk tidak keluar jauh dari rumah, aku merasa ada sesuatu yang tidak kuketahui dikampung ini.
Aku tak ingin lagi menunda nunda lagi rasa penasaran bergelayutan difikiranku sepanjang jalan saat kembali kerumah dan tatapan orang orang kampung padaku sangat mengganggu fikiranku
Nini dan kai terdiam sejenak keduanya terlihat bingung bagaimana cara menjelaskan kepada ku apa yang terjadi pada desa ini semenjak kepergianku setahun yang lalu,, "eeemmm" Nini siti memulai pembicaraan meski terlihat ragu-ragu diwajahnya.
"Setahun yang lalu, setelah Eva bisa keluar dari kampung ini semuanya bermula,keamanan desa mulai terusik" jelas nini siti "warga Desa banyak diganggu peliharaan kai kamu va, dia terus mencari orang yang mau memeliharanya hingga dia menemukan orang itu" tambahnya lagi
__ADS_1
"Karena itulah warga Desa menjadi ketakutan karena orang itu menggunakan kekuatannya untuk mengganggu orang-orang desa dan membuat warga resah" sambung kai Burhan
Aku terhenyak mendengar penjelasan nini dan kai,, dan hatiku mulai berandai andai untuk mengurangi rasa bersalah yang perlahan bergelayutan dihati.
Nini melanjutkan bicaranya "kedatangan kamu kekampung ini menjadi kesalahan terbesar mu va" ucapnya lagi dengan wajah yang serius
Aku paham apa yang ditakutkan NiNi mengingat batapa sulitnya proses aku untuk keluar dari kampung ini setahun silam, namun tidak ada lagi tempat tujuan ku hanya kampung ini lah dimana aku merasa dihargai dan dibutuhkan hingga aku sadar ternyata kampung ini pun sudah tidak lagi menghargai dan membutuhkanku.
Kami duduk diruang tengah dalam diam masing masing dari kami hanyut dalam fikiran sendiri sendiri hingga ketukan pintu menyadarkan kami.
Toktoktok,,,
Tidak ada suara yang menanda kan siapa yang mengetuk tidak ada salam yang terucap, kami terdiam dan saling pandang "siapa yang datang maghrib begini" batin ku
Atau kah????
...****************...
__ADS_1
Hai para reader maafkan author yang lambat dalam hal update karena masih penyesuaian dengan aktifitas baru semoga kedepannya lebih baik dalam update ya,,, terima kasih sudah membaca