
Athour POV
Nini, sari dan Eva sibuk membantu didapur rumah mang junai yang mengadakan syukuran karena anaknya arif ditemukan selamat beberapa hari yang lalu.
Warga kampung ramai datang kerumah mang junai kampung yang biasanya terasa sepi jika malam kini terasa lebih ramai.
selesai acara nini, sari dan Eva pulang menyusuri jalan kampung menenteng makan pemberian tuan rumah untuk dibawa pulang berupa nasi pulut kuning lauk ayam kari ,ketiganya beriringan dengan ibu ibu menggendong anaknya yang jalan didepan mereka yang rumahnya tak jauh dari rumah kai Burhan hanya disekat dua buah rumah,saat melewati pohon mangga yang menjulang tinggi dikebun samping rumah warga si anak berbicara pada ibunya sambil menunjuk keatas pohon.
"ma itu Acil (bibi) siapa yang diatas pohon " tangan kecil polos itu menunjuk keatas pohon yang cukup tua terlihat dari dahannya yang sudah banyak lapuk.
"mana ?, bengkeng (cantik) lah nak? " tanya sang ibu iseng
"kada tau kadada muhanya (gak tau, gak ada mukanya) "
Sari yang juga ikut mendengar perkataan anak kecil itu langsung bergidik ngeri, ia memeluk erat lengan Eva mulutnya komat kamit tak berhenti hingga langkah kaki mereka sampai didepan rumah kai Burhan baru lah ia merasa lega.
Eva terkekeh melihat wajah sari yang pucat pasi saat masuk kedalam kamar.
"kenapa? " tanya sari penasaran
"gak, yang kuat ya "
"ka Eva pasti liat kan? ,sejak kapan dia ada disitu ka? " tanya sari
"kita berangkat tadi juga ada"
"Pantas nini melempar sedikit nasi pulut sisa makan orang dari tempat cuci piring "
__ADS_1
"memangnya kenapa sar? buat apa itu? "
"biar dia gak ikut kita pulang"
sari yang takut langsung masuk kekamar dan menutup sekujur tubuhnya dengan selimut.
_>>>>>
Paginya nini, kai sari dan Eva sarapan bersama, selesai sarapan Eva membuka pembicaraan pagi itu, ia merasa tak bisa lagi membiarkan kebiasaan ini terus dilakukan.
"nini, kai"
"kenapa Va? "
"kenapa nini tadi malam memberi makhluk itu makan"
"oo itu kebiasaan disini jika kita diperjalanan membawa makanan kita juga harus memberi mereka agar tidak mengganggu kita"
Tatapan Mata Eva tiba tiba menjadi kosong hawa didapur menjadi semakin dingin.
"itu kada (tidak) boleh siti, mubazir " bentak Eva
Seakan bukan Eva yang bicara suaranya pun terdengar berat dan serak berbeda dari suara Eva.
Eva langsung berdiri matanya kini menatap kai Burhan yang mematung dikursinya.
"Burhan didik bini ikam (istri kamu) "
__ADS_1
Eva langsung berlalu meninggalkan ketiganya yang masih belum tersadar dari kaget.
sampai diruang santai ditengah rumah.
Bruakkk
Eva terjatuh ditengah rumah
Kai, nini dan sari langsung berhamburan menghampiri Eva.
"Eva" pekik kai burhan
Eva yang ternyata sudah duduk memutar kepalanya menoleh kearah kai Burhan senyumnya menyeringai.
Tiba tiba Eva tertawa dengan kerasnya menggema satu rumah.
" hahahaha sudah belubang "
Ucap Eva dengan suara menggema seperti banyak orang berbicara secara bersamaan.
Bruakk
Eva kembali terbaring ditengah rumah namun kali ini ia tak sadarkan diri.
Kai dan nini mengangkat tubuh Eva kekamarnya, terasa tubuh Eva dingin namun keringat membasahi tubuhnya seperti orang kepanasan.
"Ni, kai ka Eva kenapa " tanya sari khawatir
__ADS_1
"Telpon Hanif sar" Titah kaih Burhan.
Terima kasih pada semua pembaca ,jangan lupa like dan komennya untuk mendukung karya Author, Terima kasih!!