PAMALI

PAMALI
Pembebasan


__ADS_3

Setelah berwudhu aku dan aki Burhan memdekati Eva yang dipegangi oleh pak Ivan, Iksan serta sari dan nini siti.


Aku meminta semua orang mengelilingi Eva kecuali sari dan nini agar sedikit menjauh.


Kami mulai melapalkan surah surah dalam alqur'an yang kami hafal


Eva beraksi dengan meraung raung meronta hendak melepaskan diri namun ia tak bisa,suaranya berubah ubah mencoba mengecoh kami


"bang hanif bang tolong bang" suara Eva seperti anak kecil


"sar.,,ini aku tolong aku sar sakit"


"cil siti tolong soraya aaa tolong"


Berbagai cara Eva ingin mengelabui namun usahanya sia sia tak ada yang mendengarkannya semuanya fokus melafalkan ayat demi ayat memohon pertolongan dari pemberi hidup agar Eva segera kembali ketubuhnya.


aaaaaaa panas panas panas " teriak


Eva badanya terbanting kesana sini.


" hanif" ucap Eva lemah persis seperti suara Eva yang asli


membuat Iksan membuka matanya mulutnya berhenti melafalkan doa doa,Eva yang tengah dikuasai jin menyeringai melihat Iksan secepat kilat Iksan seperti ada yang menarik hingga terlempar kedinding begitupun dengan Eva yang tertarik keatas langit langit rumah Hanif berhasil menggapai kedua lengan Eva lamun terlepas.


Eva tergantung posisi berdiri diatas rumah yang tak memakai plafon itu.


"aakkk Hanif" Eva yang hampir kembali sadar tak mampu mengambil alih tubuhnya jin jahat itu kembali menguasai iya terbang berpindah kesana kesini.


"lepaskan Eva" teriak Iksan


"Diam kau pendatang " balasnya teriak


"Allah" ucap Eva tercekat rupanya ia kembali sadar bersamaan dengan itu ada rambut menjalar dari tengkuk belakang menutup mulut Eva.


"eeeeemmmm" Eva mencoba berteriak

__ADS_1


Hanif, pak Ivan, kai ,nini dan sari tak henti hentinya berdoa, Iksan terus memanggil manggil Eva


"Eva,, Eva,, ini aku Iksan Va, Eva"


Bruakkk


pintu depan terbuka lebar angin berhembus kuat.


Bruakkk


kini Eva yang jatuh dengan posisi telungkup kakinya menghap keluar rumah.


semua penghuni rumah berhamburan hendak menggapai Eva namun secepat kilat Eva tertarik keluar rumah dan pintu rumah seketika terkunci.


"Allahhuakbar,, tolong Eva ya Allah"


pekik Nini dan sari


Kai,pak Ivan, hanif dan Iksan mencoba membuka pintu jendela dan pintu dapur agar bisa keluar dari rumah.


duk duk duk


pintu depan digedor


"kai? "


"Tolong,, "


"Kai kenapa ini ulun(saya) junai"


"mang junai ini Hanif tolong mang pintunya tekunci"


"iya mundur nif dari pintu "


Hanif dan Iksan mundur menjauh dari pintu

__ADS_1


Bruakk bruuakk Bruuakk


pintu berhasil terbuka mang junai bernyata bersama dengan bebrapa warga mendatangi rumah kai Burhan.


"kenapa nif kenapa pintunya bisa tekunci? " tanya mang junai panik.


"mang tolong kumpulkan warga kita kepohon mangga kebun mang Ridwan"


"kenapa nif? "


"Eva mang dibawa penunggu pohon mangga itu"


Mendengar pernyataan Hanif, Iksan tanpa intruksi kedapur rumah kai Burhan cukup lama ia kedalam lalu ia kembali meneteng kapak dan gergaji.


"Buat apa ini" tanya Hanif


"maaf bapak bapak, jika yang dirumanya ada gergaji, kapak dan gergaji mesin tolong dibawa" perintah Iksan


"Nak Iksan pohon itu tidak boleh ditebang" ucap salah satu warga


"terserah kalau kalian takut biar saya sendiri yang tebang "


Iksan berlalu meninggalkan orang orang yang berkumpul dirumah kai Burhan,


"Bagaimana ini kai? " tanya mang junai


"Kita susul nak Iksan dulu jangan sampai dia kenapa kenapa juga"


Warga pun berbondong bondong mengikuti Iksan yang sudah jalan didepan meneteng kapak.


"Ni, sari tunggu dirumah putri jangan keluar sampai kai datang,dan juga jangan berhenti membaca Alqur'an "


"inggih (iya) " ucap sari dan nini kompak


keduanya pun berangkat kerumah ka putri diantar kai Burhan.

__ADS_1


__ADS_2