Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Pengantin Lapuk II


__ADS_3

Alexa dan Alexi memutar bola mata malas melihat duo Pasangan bucin di depan mereka


kedua pasangan pengantin itu seolah tak jengah mengumbar kemesraan di depan dua anak kecil di depan mereka, seolah dunia hanya milik mereka.


"Apa kalian akan terus bersikap memalukan seperti itu???


apa kalian tak malu pada anak kecil ini" ucap Alexi ketus membuat Rey, kezya , Charlie dan Camilla mengalihkan pandangan ke arah ke dua anak kembar di depan mereka yang kini wajahnya di tekuk.


tak berbeda jauh dengan alexi Carter dan Hanna Li


kedua nya terlihat menatap tajam seperti ingin membunuh ke arah kedua pengantin baru itu


pasalnya cucunya melihat kelakuan menjengkelkan mereka


"Kalau mau umbar kemesraan sana masuk kamar, kita sedang sarapan" ucap Hanna melotot marah


"Mama...


ini...


mas Charlie yang mulai"ucap Camilla terdengar manja membuat buku kuduk Alexa dan Alexi meremang, tak terkecuali Hanna Li.


sementara Alexi Carter menyembur keluar makanannya. Ia terkejut mendengar putrinya yang biasa tegas kenapa berubah manja, kuping Alexi merasa tergelitik.


"kau juga, kalau Rey dan kezya wajar mereka memang pengantin baru, tapi kalian penganten alit, malu sama anak!!!" ucap Hanna kembali membentak membuat Alexi DNA alexa tertawa terkekeh


"Haha papa payah kau penganten alit kata Oma" ucap Alexa terkekeh senang


"Anak nakal, panggil papamu dengan baik, apa.hrus masih pakai payah??" protes Camilla tak suka panggilan putrinya pada papa mereka


"Kenyataanya ya Memnag suamimu payah" cibir Hanna masih tak bisa menerima Charlie


"Ma....


dia suamiku dan papanya anak-anak" ucap Camilla membela Charlie yang terlihat malu


"Sayang, sudah jangan marah.


makan makananmu, jangan hiraukan kedua anak durhaka itu okey.


setelah mereka rukun kita akan bulan madu kan" ucap Alexi Carter membuat Alexi DNA alexa menahan tawa.


kelakuan kakek mereka tak bedanya dengan kedua pasang penganten di depan mereka


"Kakek tua.


ingat umur, memalukan" ucap Hanna dengan wajah merona merah karena malu


"Malu nih yeee


tapi mau hahaha" tawa Alexa pecah sementara Alexi hanya menggeleng.


ia pusing di kelilingi orang-orang aneh.


Alexi segera menghabiskan sarapan paginya


"Cepat habiskan, atau kau akan dewasa sebelum waktunya" ucap Alexi yang membuat Alexa langsung memasukkan satu potong besar roti ke dalam mulutnya dan segera bangkit


"Ayo kak, aku tak mau dewasa cepat


aku mau menjadi gadis imut selamanya" ucap Alexa menarik Tangan Alexi.


Alexi hanya memutar bola mata malas mengikuti adiknya

__ADS_1


"Syang kalian mau kemana???" tanya Camilla yang masih merindukan dua anak kembarnya setelah hampir dua Minggu tak ketemu


"Mau menyingkir dari para bucin.


mataku sakit melihatnya" ucap Alexi yang membuat Camilla dan Charlie melongo


"Ah aku hilang selera makan, ayo kakek tua" ucap Hanna mengikuti ke dua cucunya


"Kalian berdua.


memalukan!!


cepat beri cucu lgi untukku, kalau perlu kembar lagi.


ingat kembar baru ku akui mantu.


sayang tunggu" teriak Alexi Carter mengejar Hanna Li


"papa pikir aku bisa menentukan berapa anakku apa??" Dengus Camilla kesal


"Kalau begitu ayo sayang kita kejar setoran" ucap Charlie yang langsung mendapat sikutan keras Camilla.


wanita itu langsung menyusul keluar


Charlie tak mau jauh dari Camilla ia mengejar istrinya itu.


kini tinggal Rey dan kezya


"Sayang, aku berubah pikiran, satu anak aja cukup.


aku tak ingin anak kita konspirasi menggulingkan aku sepeti Alexa dan Alexi ucap Reymond serius


"Haha sayang aku malah mau kembar tiga, bukankah mereka akan sangat lucu dan menggemaskan seperti kamu??" ucap kezya menangkup wajah tampan Reymond dan menempelkan hidungnya di hidung Rey


Reymond menelan salivanya sulit, ia menatap wajah cantik kezya dan ******* bibir kezya lembut


" Aku tak bisa berkata apa-apa jika princes kesayangan aku yang berkata" ucap Reymond langsung membopong tubuh kezya


"Sayang turunkan, malu" ucap kezya dengan wajah merona malu


"Mereka memaklumi kita pengantin Barus ayang, tidak seperti pengantin alot itu" ucap Rey menyindir Charlie yang terlihat senang membujuk cami


"Kak Rey, kau memalukan.


aku akan mengungsikan kedua anakku agar tak melihat kelakuan memalukan kalian ah tidak....


pergi ke mansion mu sendiri kak.


kau memalukan" teriak Camilla berjalan kearah kamarnya


"Huh kami juga akan membuat anak, kita lihat bibit siapa yang unggul" ucap Charlie tanpa di duga membuat kezya tertawa kencang


Charlie yang terlihat selalu serius, ternyata bisa berkata konyol juga


"Boleh, siapa tahun.


aku pasti bisa melakukan yang lama, tapi entah kau yang sudah manula"cibir Rey tak mau kalah


sontak kezya sangat malu akan perkataan suaminya, i mencubit pinggang Reymond sampai pria itu teriak pelan


"iya sayang sabar ya, ini pengantin alot ganggu.


ayo kita buat anak" ucap Reymond terkekeh

__ADS_1


baginya cubitan kezya Tan terasa malah justru ia senang dan mulai mencium kezya tanpa malu


"Reymond sialan, mesum perjaka tua" maki Charlie lalu membanting pintu kamar


namun begitu masuk, sebuah guling langsung mengenai wajah tampannya


"Kau kekanak-kanakan mas, memalukan"


"Aku hanya tak suka kalah dari bujang lapuk itu, ayo sayang kita buat anak"


"Dasar gila" ucap Camilla kembali melempar guling hingga kini Tak ada lagi yang bisa ia lempar, Charlie langsung menyergap istrinya dan menggelitik


Camila hingga Kamila menjerit meronta minta ampun.


"Ampun mas , geli" ucap Camilla dengan nafas memburu


"Siapa suruh menyerang duluan??"


" iya mas, aku gak tahan, ampun aku mengaku kalah"


ucap Camilla menyerah


sementara di depan pintu kamar Camilla Hanna dan Alexi Carter melintas, keduanya sampai berhenti.


saat melintas kamar Rey, terdengar suara mendesah keras kezya kini melewati kamar putrinya mendengar Camilla kegelian.


wajah Hanna Li merona merah,ia malu sendiri


"Sayang ayo kita seperti mereka"


"Dasar kakek tua tak tahu malu.


sepertinya memang kita harus pindah duluan sementara waktu, aku tak mau cucuku rusak karena ulah mereka dan...


aku ingin mereka memasang peredam suar,a sial memalukan" ucap Hanna langsung berjalan menjauh dari kamar tersebut


"Sayang, tunggu...


ah Hanna baby, ayo buat anak"


"Dasar kakek tua stress" ucap Hanna yang di bls tawa Alexi, ia semangat sekali menikmati wajah malu Hanna. Jujur di usia senjanya sat ini, ia hanya ingin berdua menghabiskan waktu sambil menikmati suasana romantis dan melihat anak serta cucu mereka sehat, itu sudah cukup.


"Baby, baby


oh Hanna sayangku" ucap Alexi Carter menyusul alangkah cepat Hanna Li.


Sementara Alexa DNA alexi sudah berada di markas mereka.


wajah mereka terlihat buruk.


"Bos kenapa tuh muka???


kaya dompet akhir bulan" ledek Kezia pada Alexa dan Alexi


"Diam!!!!!" bentak kedua nya serempak


"Ah menyebalkan.


mengapa kakakmu dan papaku sama menyebalkannya" keluh Alexa membanting bokongnya di sofa kesayangannya yang berbentuk kelinci


"Kakakku???? bukankah mereka akan bulan madu dua hari lagi???" tanya kezia tidak mengerti


"aku berharap mereka segera pergi secepatnya, merusak pemandangan" ucap Alexi sebal.

__ADS_1


tawa Kezia pecah.


ia bisa menduga kedua pasutri baru itu membuat Alexa dan alexi jengah


__ADS_2