Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Bantuan II


__ADS_3

"Maafkan papaku ya pak Kirman, dia sedikit..."


"Setiap ornagtua akan begitu, sebab kamu menyayangi anak-anak kami, bahkan rela berkorban demi nyawa kami" ucap Kirman terlihat lebih tenang.


"Nama saya Alexa dan yang tadi keluar papa saya Charlie dan saudara kembar' saya Alexi.


ini Meisya, dan pria yang berdiri di sampingnya om Ryan" Kirman mengangguk, kini ia yakin orang yang membawanya bukan orang jahat.


tak mungkin gadis kecil itu memperkenalkan dirinya serta orang-orang yang berada di tempat ini jika mereka jahat.


"Apa yang kamu mau nak?"


"Pak Kirman kamu ingin meminta bantuan anda"


"Pak tolong saya pak, saya akan bayar berapapun yang anda minta.


tolong bantu saya menyelamatkan putri saya"


"Putri mas???.


tunggu sepertinya kau yang aku lihat di warung makan dan wanita ini"


"I..iiiya"


"Mas, saya bukan dokter, apalagi aparat.


saya hanya butuh panggil barang.


saya tak punya uang banyak, dengan apa saya membantu mas???" tanya


"Bapak bisa membantu saya" ucap Ryan dengan wajah sendu


Alexa memberi tanda pada Ryan untuk mundur, ia tak mau Ryan malah menakutinya.


Ryan mendesah pelan, ia tak sabar untuk membawa putrinya keluar dari markas itu


"Pak Kirman, saya minta tolong dengan sangat bapak bisa membantu kali, tapi jika tidak kamu minta bapak tidak mengatakan apapun atau memberi tahu siapapun jika kita bertemu" Alexa memberi jeda kalimatnya, ia menimbang kalimat yang tepat dan tidak bertele-tele


"Nak om Ryan di tahan di markas mu, dia gadis yang kalian bicarakan di warung makan" ucap Alexa langsung membuat Kirman terkejut, ia melirik sekilas ke arah Ryan dan Meisya


"Pak Kirman seorang bapak juga kan, pak Kirman pasti juga akan merasa sedih jika putri bapak di sekap"


"Tapi... dia..."


"Hanya robot....????


Saya sulit menjelaskan pak, mungkin bapak bingung juga bagaimana anak sekecil saya berkata hal yang tak masuk akal.


tapi Belle benar anak om Ryan, Aku sendiri yang menyelamatkan gadis malang itu, dan menjelang akhir hayatnya, aku mewujudkan impian terakhir belle.


aku menciptakan sebuah robot dan mentransfer memorinya ke dalam sebuah robot pintar itu.


impian terakhirnya hanya ingin bertemu papanya dan meminta maaf" ucap Alexa menitikkan air mata


Kirman ternganga, ia merasa ini lelucon terbesar dalam hidupnya.


Kirman tertawa keras, ia tertawa sampai perutnya sakit


Ryan terlihat emosi, ia ingin sekali menonjok pria di depannya itu, namun Meisya menghalangi.


Meisya siap dengan jarum biusnya jika Ryan mulai tak terkendali.


setelah setengah jam Kirman tertawa sampai mengeluarkan air mata, akhirnya ia terdiam.


melihat wajah serius orang-orang di sekelilingnya.

__ADS_1


saat memandang wajah Ryan, hatinya bergetar


itu pandangan seorang ayah yang putus asa, sedih dan marah.


"Maaf" ucap Kirman


"Tak apa, aku tahu bapak sulit percaya.


terlebih anak kecil tujuh tahun yang berbicara.


sebentar," Alexa mengeluarkan robot mini berbentuk kumbang, ia ingin Kirman sedikit percaya padanya, namun ia meletakkan di lantai, itu terlalu berbahaya, robot itu di lengkapi bisa di sengatnya, akan sangat berbahaya jika terkena.


Alexa kembali mencari di sakunya dan tersenyum.


"Terbang" ucap Alexa pada sebuah robot berbentuk capung


"Lucu sekali mainan mu gadis kecil" ucap Kirman


"Itu salah atu robotku" ucap Alexa memberi kode robot itu menempel di jari Kirman.


Kirman memperhatikan, ia terkejut masih tak percaya.


"Apa yang kalian inginkan???"


"Bantu kami untuk memasuki markas tersebut" ucap Ryan


"Aku akan menyelamatkan anakmu sendirian"


"Tidak.... mereka berbahaya.


kami hanya minta bantuan memandu kami"ucap Meisya


"Nona... kalian tak akan bisa masuk.


semua pekerja memiliki barcode seperti ku.


ada cctv di setiap sudut, kalian akan mati sebelum sampai di tempat tujuan"ucap Kirman dengan wajah serius.


"Kamu ambil resiko itu, jika terlambat Belle dalam bahaya besar" ucap Alexa membuat Kirman terkejut


"Aku akan gambar denah nya.


aku hanya bisa bantu sampai sana"


"Itu sudah sangat membantu, terima kasih pa Kirman" ucap semua orang mengucapkan terima kasih


Alexi tak percaya pria itu mau membantunya dengan mudah.


namun Charlie percaya pria itu jujur.


"Pak Kirman, bisa bantu kamu satu lagi, kantongi robotku" ucap Alexa menyodorkan cicak dan juga kumbang yang sudah ia modif agar tak berbahaya untuk Kirman


"Tapi aku takut ketahuan"


"Cukup bawa sampai pintu masuk, mereka akan memiliki cara untuk masuk.


owh ya pak satu lagi, setengah jam kemudian, aku harap bapak harus keluar dari sana karena kamu akan menyerbu masuk.


Saya percaya bapak orang baik, setelah ini semua selesai, datang ke perusahaan ku, aku akan mempekerjakan bapak. jangan bekerja di Kubang dosa lagi, seberapapun penghasilan bapak, harus halal untuk anak istri bapak, agar rezeki bapak berkah dunia akhirat"


"Benarkah??? Alhamdulillah, Alhamdulillah.


tapi bener ini??"


"Iya Pak Kirman, saya sendiri owner nya. tinggal beri kartu nama saya pada resepsionis mereka akan mengantar bapak menemui saya"ucap Alexa tersenyum.

__ADS_1


"Jika anakku ini tak menerimamu, kau bisa datang ke perusahaan ku" ucap Charlie menyodorkan kartu namanya


"Papa....." teriak Alexi cemberut membuat semua orang tersenyum.


Kirman di kembalikan ke tempat kerjanya, ia membawa dua robot mini Alexa ke tempat kerjanya.


Rupanya sampai ia masuk ke dalam, semua aman.


Kirman beralasan sakit perut juga, sehingga taja da yang curiga, lagi pula mereka cuma butuh angkat barang di dalam markas tersebut


Kirman sedikit gugup, namun ia berusaha tetap tenang.


si gendut sahabatnya yang makan malam dengannya menghampiri.


firman langsung balasan jika ia juga merasakan sakit perut namun ia menghabiskan waktu buang hajat di WC umum.


20 menit sudah Kirman di dalam gedung tua itu, ia semakin gelisah


keringat dingin membasahi pelipis dan juga tubuhnya.


iya sangat ketakutan dan bingung harus bagaimana.


si gendut yang melihat itu langsung menghampiri sahabatnya


"Kirman, loe beneran sakit perut ya???


liat loe berkeringat dingin" ucap pria bertubuh gendut itu


"I..iiiya" ucap Kirman gagap,"


"Loe pulang aja sana, anter sono Sen" ucap seorang pria tua yang merupakan kuli panggul juga di markas tersebut


Kirman merasa bingung, sedih.


tempat ini sebentar lagi akan jadi lautan darah.


Kirman bingung harus bagaimana hingga ia punya ide


"Kirman, gue mules lagi, jangan-jangan tuh warung gak bersih kita jadi diare" maki Seno memegangi perutnya


"Kalian berdua pulang aja sana, biar nanti bapak yang kasih kabar mandor"


"Pak Somad, tolong kamu pulang ya???, kalau dua orang sakit enggak ada yang nganter, kamu pingsan di jalan gimana???"


"Gue enggak mau balik Man, gue lagi butuh uang. anak gue sakit"tolak Seno sahabat Kirman


"Gue akan ganti uang itu, please pulang.


kalau gak pulang loe malah gak bisa ketemu anak istri loe lagi""


"maksud loe apa ngomong begitu???"


"Ya kalau loe sakit, istri loe marah karena loe gak kerja, terus loe diusir dari rumah, terus ..."


"Cukup-cukup, benci bener punya temen bawel banget kaya wadon, ayo pulang, kita berdua aja" ucap Seno kesal


"Pak Somad ayo ikut, biar aku akan ganti rugi karena pak Somad gak kerja gara-gara kami"


"Hahaha, nak Kirman, nak Kirman.


hidup bukan hany Tetang uang, sekalipun pekerjaan kita seperti ini dan kita orang tak mampu.


tap hati nurani jangan mati" ayo anak muda kakek tua ini antar" ucap somad menggandeng dua orang yang suaminya sepantaran anak Somad yang entah kemana, meninggalkan orangtuanya sendirian di masa tuanya, sehingga Somad dengan tubuh rentan nya harus masih mencari uang untuk berjuang hidup.


Kirman menatap semua rekannya, hatinya sakit.

__ADS_1


Ia berdoa semoga mereka selamat.


Kini sudah menunjukkan jam dua pagi, artinya sudah setengah jam ia di dalam sana.


__ADS_2