Papa Ku CEO Yang Payah

Papa Ku CEO Yang Payah
Tersengat Tawon Jomblo


__ADS_3

semua orang bergembira menyambut lahirnya Belle kembali, kini mereka kembali ke kesibukan masing-masing,


namun masih ada yang belum selesai, yaitu nasib Chandra wong dan juga menjebloskan Sena ke penjara.


Alexa meminta seseorang untuk hadir dalam sidang putusan kasus Chandra wong yang kesekian, karena sebelumnya dia di dakwa dua puluh tahun dan sepuluh tahun penjara.


untuk kasus pencucian uang, mungkin saja ia di dakwa lebih berat, ya sama saja dengan penjara seumur hidup


Alexa sangat yakin jika Chandra tidak mau jatuh sendiri. Ia akan menyeret rekannya yang merupakan otak kejahatan sebenarnya yaitu Sena wong


Tan perlu turun tangan karena sisanya Chandra sendiri yang akan melakukan tanpa di minta


sudah naluri seorang manusia penjahat.


bertahan walau harus menyepak dan menginjak.


Alexa sampai lupa jika mereka memiliki dua tahanan, satu dosen sekaligus ilmuwan ambisius yang menjadi buronan interpol dan seorang pemuda yang terlihat berusia dua puluh dua tahun dengan wajah tampan blasteran oriental dan mungkin pria asing.


dari robot yang Alexa kirim menjelaskan bahwa pria itulah yang menciptakan robot serta membangun sistem keamanan yang lumayan ok.


Alexa jadi penasaran siapa sebenarnya pria itu.


"Nona bukakan pintu ini, aku bukan penjahat" teriakan seorang pria muda saat Kezia melintas di depan sel tahanan dalam markas Alexa.


Kezia menoleh, ia tersenyum manis dan menghampiri sel tahanan


"Jika penjahat mengaku, penjara penuh tuan tampan" ucap Kezia mengedipkan sebelah matanya


"Apa kau menggodaku???


aku tahu aku tampan"ucap pria itu tak tahu mali


"Kegeeran, itu hanya hiburan agar kau tak berisik


tutup mulutmu, aku sibuk" Dengus Kezia membuat pria muda itu tertawa kencang


"ih udah di dalam penjara masih aja senang


tunggu kau kami siksa baru kau menangis


jangan mengadu ya sama mama dan papa mu


salahmu sendiri kau nakal" ucap Kezia seolah memarahi anak kecil


"Apa yang kau lakukan Zia???" tanya kezya yang baru tiba


"ah itu aku kesal dengan dia, berisik sekali" ucap Kezia


"Hey kak, kau...


kau datang dengan dia???


ada apa nih??" ledek Kezia yang melihat kezya datang dengan Reymond


memang sejak kejadian terjebak di dalam lift, kezya jadi bersikap lembut pada Reymond.


ia bahkan berinisiatif mendekati Reymond yang kaku itu. Namun saat mengenal jauh, Reymond sebenarnya hanya kaku di luar, ia pria hangat dan lembut.


entah mengapa kezya mulai menyukai pria matang itu.


namun karena ucapannya tempo hari, ia jadi takut kedekatannya dengan Reymond membuat ia di tertawakan karena menjilat ludah sendiri.


"Ah itu, aku..


kebetulan ketemu di depan ya kan mas???" ucap kezya dengan wajah merona merah


"Mas???

__ADS_1


mas Parmin, mas Paijo??? hahahaha tawa Kezia pecah membuat kezya kesal dan membekap mulut usil adiknya itu.


Rey hanya bisa tersenyum canggung.


ia menatap kedua adik kakak yang menjauh sambil berdebat


"Om keluarkan aku dong"


"Om kepalamu?? mau ku bunuh kau??" tanya Reymond kembali ke sikap aslinya, senyum yang ia tampilkan berubah menjadi dingin saat kezya sudah menjauh


"Ya Tuhan kenapa semua ornag di sini galak semua hik" ucap pemuda itu merasa teraniaya.


Rey hanya memutar bola matanya malas, ia lalu bergegas menemui keponakanya


"Om Rey kau sudah tiba?"


"Hmm, ada keperluan apa kalian memanggilku??" tanya Reymond to the poin


"Aku hanya meminta om segera menikah"


"Uhuk uhuk..." Reymond tersendak salivanya sendiri.


ia menduga Alexa dan Alexi memanggilnya karena masalah penting, tidak tahunya omongan kosong


"Apa ini yang kalian akan bicarakan padaku???"


kedua keponakan kecilnya menaggauk dengan wajah memelas


"Dengar bocah, aku belum punya kekasih" ucap Reymond menyembunyikan kedekatannya dengan kezya. Ia belum yakin gadis itu benar mencintainya atau cuma karena rasa terima kasih


"Kalau om suka dan wanita itu suka, tunggu apa lagi?? aku ingin punya ponakan" teriak Alexa membuat Rey tersenyum getir.


"keponakan ku sayang, om juga mau, mslaahnya belum ada wanita yang mau dengan om"


"Bukanya om sudah jalan dan dinner beberpaankali dengan Tante kezya??" tanya Alexi sambil memegang foto di tangannya


"Kau... keponakan tak berakhlak, om sendiri kau spy" Dengus Reymond


"Om suka kan dengan kezya???"tanya Alexi cekikikan


"Ya harus om akui, dia manis dan menyenangkan.


tapi om lebih tua tujuh tahun darinya


om takut dia menolak om" ucap Reymond


tanpa mereka sadari kezya mendengar percakapan merek, hatinya berbunga-bunga.


ia menyukai tepatnya jatuh cinta pada Reymond saat di lift itu. dan membayangkan terusnyamanyandlaam dekapan Rey.


kezya lalu buru-buru pergi saat perbincangan om dan kepoankanya itu berakhir dan Rey menuju ke arah pntry dimana ia berada


"Aku yang akan menunjukkan cintaku padamu Rey" ucap kezya tersenyum penuh arti.


gara-gara Alexa dan alexi, Reymond jadi merasa haus.


ia memang menyukai kezya hanya saja ia takut mengungkapkannya karena takut di tolak.


baru saja memikirkan gadis itu, Rey malah bertemu dengannya di pantry


"Mas haus ya?? ini aku buatkan" ucap kezya menyodorkan segelas es teh manis ke arah kezya


"Ma...makasih"ucap Rey langsung meneguk minumannya hingga tandas


"astaga mas haus ya??kezya berjalan mendekat Rey mundur satu langkah.


melihat Reymond yang kikuk timbul keisengan Kezya.

__ADS_1


ia terus maju, mengambil gelas di tangan Rey, dan meletakkannya, lalu ia kembali maju hingga Rey membentur tembok, ia nervous.


cup sebuah kecupan mendarat di pipi Rey membuat pria itu melotot tak percaya dengan apa yang di lakukan Kezya


"Kez... kezya...." ucap Rey parau


"Ya mas??? tanya Kezya memberanikan diri memeluk Reymond


"Jangan mengujiku gadis kecil" ucap Reymond merasa jantungnya ingin meledak karena kedekatan mereka dan fokus mata Rey pada bibir mungil yang baru saja mengecup pipinya


"Aku hanya ingin tahu apakah mas mencintaiku atau tidak" ucap kezya menatap dua bola mata indah milik Rey yang berwarna biru.


walau Kezia terhitung tinggi, namun di depan Rey ia masih terlihat kecil


"Apa kau berani menerima konsekuensinya hmm???" yang Reymond mengangkat dagu Kezya.


"Tentu saja aku ingin tahu.


aku tak mau memendam perasaan sendiri sementara....hmmmm" Reymond langsung membungkam mulut Kezya dengan bibirnya


ia ******* rakus bibir yang menggoda itu hingga kezya melotot kaget, sedetik kemudian ia memejamkan mata, membalas ******* Reymond


keduanya saling berpangutan hingga akhirnya terbesar untuk mengambil nafas, senyum keduanya terukir


"Jadilah wanitaku" ucap Reymond mengecup puncak kepala Kezya


"Aku ingin jadi yang lebih" ucap Kezya.


kini ia merasa malu sendiri karena terlalu berani


"Jadilah wanita ku selamanya dan menua bersama.


aku akan melamar mu dengan layak, karena kau wanita terspesial dalam hidupku" ucap Reymond langsung ******* kembali bibir kezya.


Alexi yng ingin mengambil minum terkejut.


ia kembali ke ruangan Alexa dengan wajah muram


"Mana Milo ku??" tanya Alexa kesal karena makanya kembali dengan wajah di tekuk


"Om tua itu sedang ciuman di pantry.


sial mereka menodai mata perawan ku!!!!" ucap Alexi kesal yang di sambut tawa garing Alexa


"Hahaha dasar pria aneh.


kau akan kawin tua seperti om Rey jika kau masih kaku pada wanita nanti ketika kau besar"


"Sok tahu" Dengus Alexi namun ia tersenyum senang, rencananya berhasil!!!


Reymond menggandeng tangan kezya menuju ruangan Alexa, ia tak akan melepas Kezya lagi.


Rey akan mengumumkan hubungan mereka di mulai dari kedua keponakannya.


"Cie om kaya truk gandeng" ledek Alexa membuat Kezya merona merah karena malu


"Anak nakal, ini calon Tante mu.


om akan menikahi Kezya secepatnya" ucap Reymond tersenyum lebar menatap wanita yang ia cintai


"Asik punya ponakan, eh Tante kok bibir Tante bengkak??" tanya Alexa yang sebenarnya masih polos urusan seperti itu membuat Alexi memutar bola matanya malas


sementara wajah Kezya sudah merah seperti tomat.


dan Rey hanya nyengir kuda


"Tante kezya tersengat tawon jomblo tadi" ucap Alexi asal membuat Kezya tertawa sementara Rey melotot kesal ke arah keponakannya

__ADS_1


"Bocah nakal" makinya


__ADS_2